Saturday, 17 February 2018

saudara yang sebenarnya, rek

Bismillaah
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:

فأخوك من نصحك وذكرك ونبهك، وليس أخوك من غفل عنك وأعرض عنك وجاملك، ولكن أخاك في الحقيقة هو الذي ينصحك، والذي يعظك ويذكرك، يدعوك إلى الله، يبين لك طريق النجاة حتى تسلكه، ويحذرك من طريق الهلاك، ويبين لك سوء عاقبته حتى تجتنبه.

"Saudaramu adalah yang mau menasehatimu, mengingatkanmu, dan menyadarkanmu, saudaramu bukan yang lalai dari keadaanmu, berpaling darimu, dan suka basa-basi kepadamu, tetapi saudaramu yang sebenarnya adalah yang selalu menasehatimu, mengarahkanmu, mengingatkanmu, mengajakmu kepada ridha Allah, menjelaskan kepadamu jalan keselamatan hingga engkau mau menempuhnya, memperingatkan dirimu dari jalan kebinasaan dan menjelaskan kepadamu akibat buruknya hingga engkau menjauhi jalan tersebut."

Majmu’ul Fatawa, jilid 14 halaman 21

Baarakallahufiikum

Thursday, 15 February 2018

ucapan yang jika benar tidak berpahala, namun jika salah berdosa, rek

Bismillaah
Bakr bin Abdillah al-Muzany rahimahullah berkata:

‏إياك من الكلام ما إن أصبت فيه لم تؤجر، وإن أخطأت فيه أثمت، وذلك سوء الظن بأخيك.

"Jangan sekali-kali engkau mengucapkan sesuatu yang jika engkau benar engkau tidak mendapatkan pahala, namun jika engkau salah maka engkau berdosa, yaitu buruk sangka terhadap saudaramu."

Thabaqat Ibnu Sa’ad, jilid 7 halaman 157

Baarakallahufiikum

Tuesday, 13 February 2018

jangan menjadikan agama sebagai mainan, rek

Bismillah

Al-Imam al-Qurthuby rahimahullah berkata:

يرحم الله السلف الصالح، فلقد بالغوا في وصية كل ذي عقل راجح فقالوا: مهما كنت لاعبا بشيء، فإياك أن تلعب بدينك.

"Semoga Allah merahmati Salaf yang shalih, mereka benar-benar mewasiatkan dengan sungguh-sungguh kepada semua orang yang berakal sehat dengan mengatakan: "Betapa pun engkau suka bermain-main dengan sesuatu, jangan sekali-kali engkau menjadikan agamamu sebagai mainan!"

Al-Jami' li Ahkamil Qur'an, jilid 10 halaman 399

Baarakallahufiikum

Sunday, 11 February 2018

jangan tertipu dengan ilmu yang engkau miliki, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

لا يغتر الإنسان بعلمه، فإن ما يجهله أكثر مما يعرفه.

"Seseorang jangan tertipu (ujub atau sombong) dengan ilmunya, karena sesungguhnya apa yang tidak dia ketahui lebih banyak dibandingkan yang dia ketahui."

Syarh ad-Durratil Mudhiyyah, halaman 277

Baarakallahufiikum

Friday, 9 February 2018

diantara bentuk kemunafikan terbesar yang sifatnya perbuatan, rek

Bismillaah

Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

«من أعظم خصال النفاق العملي: أن يعمل الإنسان عملا، ويظهر أنه قصد به الخير، وإنما عمله ليتوصل به إلى غرض له سيئ، فيتم له ذلك ويتوصل بهذه الخديعة إلى غرضه، ويفرح بمكره وخداعه وحمد الناس له على ما أظهره، وتوصل به إلى غرضه السيئ الذي أبطنه»

"Termasuk bentuk kemunafikan terbesar yang sifatnya perbuatan adalah seseorang melakukan suatu perbuatan dan dia menampakkan bahwa dia meniatkannya untuk sesuatu yang baik, padahal perbuatannya tersebut hanya demi meraih sebuah tujuannya yang buruk, lalu hal itu berjalan dengan sukses dan dengan tipuan ini dia berhasil meraih tujuannya, dan dia merasa gembira dengan makar dan tipuannya serta pujian orang lain terhadapnya atas apa yang dia tampakkan, dan dengan itu dia berhasil meraih tujuan buruknya yang dia sembunyikan."

Jami’ul Ulum wal Hikam, jilid 3 halaman 1260

Baarakallahufiikum

Wednesday, 7 February 2018

diantara tanda orang yang mencari kebenaran, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

الذي يريد الحق يفرح بالنصيحة ويفرح بالتنبيه على الخطأ.

"Orang yang menginginkan kebenaran merasa senang dengan nasehat dan senang diingatkan kesalahannya."

Syarh Kitab al-Ubudiyyah, halaman 252

Baarakallahufiikum

Monday, 5 February 2018

orang yang tidak berilmu akan mudah terbawa syubhat, rek

Bismillaah

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

‏فإذا تسلحت بالكتاب والسنة فــأنت لا تغلب أبداً، لكن إذا لم يكن عندك علم تذهب مع أول شبهة!

"Jika engkau mempersenjatai dirimu dengan ilmu al-Qur'an dan as-Sunnah maka engkau tidak akan bisa dikalahkan selama-lamanya, tetapi jika engkau tidak memiliki ilmu maka engkau akan terseret syubhat ketika pertama kali datang."

Syarh an-Nuniyah, jilid 1 halaman 167

Baarakallahufiikum