Wednesday, 19 October 2011

sebuah sajak untuk kamera kesayangan, rek

Bismilaah. Bagi para fotografer, seniman sampe dengan kaum narsis dihimbau bahwa postingan di bawah ini adalah sangat sangat sensitif dengan apa yang selama ini kalian lakukan. Me have warned you, owkeyhh!! Tapi, walau gitu kebenaran harus disampaikan lah ya. Here goes...
dulu, pas Lebaran tiga tahun yang lalu, aku membeli kamera digital merek Samsung. Statusku yang saat itu masih tingkat II di STAN tidak menghalangi saudara"ku untuk memberikan salam tempel Lebaran dalam jumlah besar. Sebelum Ramadhan, memang saya sudah berangan-angan untuk mebeli kamera. Lha di STAN banyak sekali momen" yang sayang untuk di-capture sih.

(actually, saya lupa mereknya apa tuh kamera. Yang pasti) hari" penuh kebahagiaan aku lalui bersama Bluey, sebutanku untuk si kamera baru karena bodinya yang berlumur cat biru. Mulai dari momen jogging bersama Azif di Bintaro Sektor VII, momen" bersama Himasurya di Cibubur sampe momen" di Heritage 2011 semuanya aku capture (by the way, bahasa Indonesia yang pas untuk capture apa sih?)

karena sering aku pakai, si Bluey sempat masuk ruang servis gara" pernah kehujanan. Ckckck.

tapi, masa" bahagia itu usai sudah begitu aku mendapati fatwa ulama Salaf tentang hukum gambar...

Dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu, ia berkata :
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda : ALLAH Ta’ala berfirman : Dan siapakah yang lebih dzalim dari mereka yang akan membuat satu ciptaan seperti ciptaan-Ku, maka hendaknya mereka menciptakan satu dzarrah, atau biji, atau gandum.” (Dalam Shahihain, lafadz Riwayat Muslim)
Dari Ibnu Mas’ud Radiyallahu ‘anhu, ia berkata :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda : “Sesungguhnya manusia yang paling keras disiksa di hari Kiamat adalah para tukang gambar (mereka yang meniru ciptaan Allah)”. (Shahihain – yakni dalam dua kitab Shahih Bukhari dan Muslim atau biasa disebut muttafaqun ‘alaihi)
Dari Ibnu Umar Radiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda :
“Sesungguhnya orang yang membuat gambar-gambar ini akan disiksa hari kiamat, dan dikatakan kepada mereka, ‘Hidupkanlah apa yang telah kalian buat!’”. (Dalam Shahihain, lafadz Bukhari).
Dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhu :
“Semua tukang gambar di Neraka dan dijarikan baginya setiap yang digambarnya satu jiwa (ruh) yang menyiksanya di Jahannam. Ibnu Abbas berkata : “Jika kamu mesti mengerjakannya, maka buatlah (gambar) pohon-pohon dan apa-apa yang tidak bernyawa (roh).” (HR Muslim).
Dari Aisyah Radiyallahu ‘anha, ia berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam masuk menuju saya dan saya menutup bilik dengan tirai tipis bergambar (dalam riwayat lain : menggantungkan tirai tipis bergambar kuda bersayap…), maka ketika beliau melihatnya dia merobeknya dan dengan wajah merah padam, beliau bersabda :
“Hai Aisyah, manusia yang paling keras disiksa di Hari Kiamat adalah mereka yang meniru ciptaan ALLAH.” Kata Aisyah : “Maka kami memotong-motongnya lalu menjadikannya satu atau dua bantal.” (Muttafaqun ‘alaihi).
Dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda :
“(Sesungguhnya kami para) Malaikat tidak masuk rumah yang didalamnya ada anjing dan gambar” (HR Bukhari & Muslim, dengan lafadz Muslim). Dalam riwayat Ibnu Umar “(Sesungguhnya kami para) Malaikat tidak masuk rumah yang didalamnya ada anjing dan gambar.”.
Dari Zaid bin Khalid dari Abi Talhah secara marfu’ :
“Malaikat tidak akan masuk rumah yang didalamnya ada anjing dan patung (gambar).” (HR Muslim).
Adapun (gambar) yang harus dan tidak boleh tidak, seperti SIM, Pasport dan KTP, maka dosanya atas (ditanggung) pemerintah”. Apakah dilukis atau dipotret atau direkam dalam bentuk video, semuanya masuk dalam kategori menggambar.

sejak saat itu, kameraku kubuang dan aku mulai menjaga diri dari gambar". Semua koleksi komikku aku delete, semua filmku aku masukkan Recycle Bin dan semua peralatan di rumah yang mengandung gambar aku sobek kepalanya hingga tidak menyerupai makhluk hidup....

semoga kita semua selalu diteguhkan oleh Allah Jalla Wa 'Ala di jalanNya yang lurus. Aamiiiiinnn.
Sekian dan terimakasih telah menyempatkan membaca....
gambar diambil dari sini

No comments:

Post a Comment