Sunday, 2 October 2011

status ustadz, rek

Bismillaah. Salah satu cara bagi sayah untuk meminimalisasi fitnah di fesbuk adalah meng-unfriend semua teman wanita sayah kecuali keluarga" saya seperti adek saya, tante" saya sampe ponakan" saya.

intinya adalah saya pilih" teman di fesbuk. Hehehe

jadi ceritanya, saya berteman dengan seorang ustadz di fesbuk. Ustadz Sofyan Chalid Ruray namanya. Saya belum pernah ketemu beliau sih. Belum pernah ikut ta'lim beliau juga. Tapi, insyaAllah, beliau adalah salah satu da'i salafi.

pada suatu hari, beliau nulis status inih...

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Situs radikal milik teroris Khawarij benar lebih berbahaya dibanding situs porno, sebab bid'ah secara umum lebih berbahaya dibanding maksiat. Pelaku maksiat umumnya tahu klu dia salah, sedang pelaku bid'ah justru meyakini kesalahan yg dia lakukan sebagai kebenaran. Demikian pula, celaan syari'at terhadap bid'ah khawarij lebih keras dibanding dosa melihat yang haram.

Semoga situs radikal pencela pemerintah semisal Ar-Rahmah* (yg tidak rahmah), Voa-Islam* (baca: Voa-Khawarij), Eramuslim* (baca: Eraikhwani) segera diblokir oleh pemerintah.

Tapi sungguh aneh kalau Pak Kiai berpendapat bahwa melihat situs porno hanya makruh, sedang Allah ta'ala telah mengharamkan atas kaum muslimin untuk mendekati perzinahan:

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلا

"Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan seburuk-buruknya jalan." [Al-Isra': 32]

Al-Imam Ibnu Katsir Asy-Syafi'i rahimahullah berkata:

يقول تعالى ناهيًا عباده عن الزنا وعن مقاربته، وهو مخالطة أسبابه ودواعيه

"Allah ta'ala berfirman, melarang hamba-hamba-Nya dari perzinahan dan perbuatan yang bisa mendekatkan kepada zina, yaitu melakukan sebab-sebab dan pengantar-pengantar zina."

Maka adakah orang yang berakal berpendapat situs porno bukan sebab atau pengantar kepada zina !?

Bahkan melihatnya sudah merupakan zina mata, ketika hati berkeinginan untuk melakukannya adalah zina hati. Nabi shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

"Telah ditetapkan atas anak adam bagiannya dari zina, hal itu pasti tidak bisa terjadi, maka kedua mata zinanya adalah memandang, dua telinga zinanya dengan mendengar, lisan zinanya dengan ucapan, tangan zinanya dengan memegang, kaki zinanya dengan melangkah, dan hati bernafsu dan berangan-angan, dan kemaluan yang membenarkannya atau mendustakannya." [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi'i rahimahullah berkata:

مَعْنَى الْحَدِيث أَنَّ اِبْن آدَم قُدِّرَ عَلَيْهِ نَصِيب مِنْ الزِّنَا ، فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُون زِنَاهُ حَقِيقِيًّا بِإِدْخَالِ الْفَرْج فِي الْفَرْج الْحَرَام ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُون زِنَاهُ مَجَازًا بِالنَّظَرِ الْحَرَام

"Makna hadits ini bahwa anak Adam telah ditakdirkan bagiannya dari zina, maka diantara manusia ada yang zinanya secara hakiki dengan memasukkan kemaluan pada kemaluan lain yang haram (bukan istrinya), dan diantara mereka ada yang zinanya majazi dengan PANDANGAN YANG HARAM." [Syarah Muslim, 16/205]

*) Tanbih: Sangat disayangkan sebagian Ikhwan bermudah-mudahan (tasaahul) dalam membuat tautan di FB terhadap situs-situs Khawarij ini, walaupun mungkin terkadang ada sebuah info menarik dan bermanfaat dari situs-situs ini, namun sungguh mudharatnya lebih besar, yaitu semakin dikenalnya situs-situs ini. Semisal dengan ini adalah apa yang terjadi baru-baru ini, seorang tokoh berpaham Khawarij ikut membantah Syaikh Idahram di status FBnya, tiba-tiba bantahannya disebarkan disertai rekomendasi terhadapnya dengan sebuah kata: "Ustadz", layaknya seorang yang dapat diambil ilmunya, padahal dia sendiri memiliki penyimpangan yang tidak kalah berat dengan Idahram. Sesungguhnya syari'at mengajarkan kita, "Menolak kemudharatan lebih didahulukan dibanding meraih suatu kemanfaatan." Wallahul Musta'an


I AM SO AGREE!!!!

No comments:

Post a Comment