Monday, 3 October 2011

tuduhan yang keji, rek

Bismillaah. Masih lanjut dari post sebelumnya nih.

jadi ceritanya, ada salah satu kawan saya di fesbuk (laki" tentunya) yang saya add as a friend karena keindahan kata" di status"nya. Kadang ia nge-post tentang ayat Al Quran, kadang juga ia nge-post tentang masalah sehari-hari dan hukumnya dalam Islam.

Belakangan, ternyata masnya ini pernah satu kajian bareng sayah di Masjid Al I'tishom, Jakarta Pusat. Kalau dilihat dari ilmunya, sepertinya sudah lama masnya ini mengenal salaf. Lucu, karena harusnya saya bisa berkenalan dengannya saat di ta'lim, bukan di dunia maya seperti di fesbuk. Tapi, gak papalah ya. Beliau masih bisa memberikan manfaat lewat status"nya.

naahhh, ternyata kegemarannya menge-post ayat" Quran dan hadits dilihat sebagai suatu pertanda buruk bagi pihak lain. Tak dinyana dan tak diduga, IA MASUK DALAM DPO TERORIS BIN!!! Hal ini ia ketahui dari keluarga calon istrinya yang punya kerabat di BIN. Busyett, saya langsung paham lah perasaan beliau. Sakit dan nyesek, pastinya. Gimana enggak? Ia dituduh teroris karena suka menge-post ayat Quran dan hadits serta tidak memajang foto di fesbuk (saya juga gak majang foto di fesbuk. Hehehe) Alasan yang sungguih konyol. Apakah BIN dan instansi terkait berpedoman seseorang teroris dan bukan berdasarkan profil fesbuknya selama ini? Halah...halah.....makin lucu aja negeriku ini.

lagipula, selama kajian, ustadz" kami di Masjid Al I'tishom, Ustadz Muhammad As Sewed, Ustadz Dzulkarnain dlsb, tidak pernah sekalipun membahas masalah meracik bom dlsb! Duh, kasian sekali beliau ini. Aku gak bisa bayangin kalo ibu beliau tahu kalo anaknya dituduh teroris (aku juga gak bisa bayangin kalo diriku dituduh teroris juga. Ngeri ah) Sakit dan hancur pasti....

semoga beliau bisa bersabar atas tuduhan keji ini...
gambar diambil dari sini

2 comments: