Wednesday, 2 November 2011

racun cinta, rek

Bismilaah. Pagi ini, seperti biasa, hujan di #Takengon. Err, maksud saya, saya lagi men-sweeping temlen twitter ketika kawan saya yang menurut saya cantik tapi sudah punya pacar meng-RT suatu twit dari @PastorGilbertL

Cemburu, kayanya bukan bumbu cinta, menurut saya justru racunnya cinta, jgn saling mencemburui dong

ckckck. Miris sekali bacanya. Saya jadi mikir. Terlepas dari kawan saya dan orang yang twitnya diRT kawan saya ini yang emang non-Muslim, apakah rasa cemburu benar" telah padam dari semua orang di negeri ini??

OK. Kalimat terakhir di atas memang sedikit agak lebay. But, seriously, apa benar rasa cemburu telah padam???

Padahal, cemburu merupakan sifat dasar yang dimiliki manusia terutama wanita. Kecemburuan merupakan suatu hal yang pasti terjadi, bahkan terjadi di rumah tangga Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam. Diantara kisah tersebut antara lain:

1. Kecemburuan Aisyah terhadap Khadijah
Aisyah cemburu terhadap Khadijah walaupun mereka tidak pernah bertemu. Hal ini dikarenakan Rasulullah sering menyebut-nyebut kebaikan Khadijah, dan Rasulullah mendapatkan keturunan dari beliau. Aisyah berkata, “Bukankah Allah telah menggantikan dengan wanita yang lebih baik?”, dijawab oleh Rasulullah, “Tidak, Allah tidak menggantikannya dengan wanita yang lebih baik.”

Rasa cemburu harus dilandasi dengan ilmu atau hanya akan membawa petaka, diantaranya melakukan hal-hal yang melanggar perintah agama:
a. Sihir untuk memisahkan pasangan suami-istri
b. Kelakuan yang jelek
c. Mengadu domba

2. Kecemburuan Aisyah saat Rasulullah mendapatkan hadiah dari istri beliau yang lain
Seorang suami juga harus berlandaskan ilmu ketika menyikapi rasa cemburu dari istrinya. Dicontohkan ketika ada seorang pelayan yang diutus oleh salah seorang istri Rasulullah yang membawa makanan saat beliau ada di rumah Aisyah, kemudian Aisyah memukul tangan pembantu tersebut sehingga jatuh dan pecahlah piring makanan hadiah tersebut. Tapi Rasulullah tidak marah, tetapi membimbingnya dengan ilmu dan kesabaran. Rasulullah berkata, “Telah cemburu ibu kalian”, kemudian Rasulullah mengumpulkan pecahan piring dan diganti dengan piring yang lain.

3. Kecemburuan istri Rasulullah ketika beliau menikah dengan Shafiyah
Ketika Rasulullah menikah dengan Shafiyah binti Huyai timbul kecemburuan dalam diri Hafshah dan berkata, “Dia adalah anak Yahudi”, hal ini terdengar oleh Shafiyah yang membuatnya bersedih dan menangis. Kemudian dihibur oleh Rasulullah dengan mengatakan, “Ketahuilah bahwa engkau adalah keturunan seorang nabi, pamanmu adalah seorang nabi, dan engkau sekarang berada di bawah naungan seorang nabi. Wahai Hafshah, bertakwalah kepada Allah”.

dan masih buanyak lagiii!!!

cemburu itu fitrah cyyiiinnn!!! Kalo rasa cemburu kamu udah ilang, well, aku meragukan statusmu apakah masih manusia atau bukan...

well, apakah mungkin hilangnya rasa cemburu ini disebabkan oleh banyaknya istri" yang dibiarkan para suami bepergian tanpa mahramnya? Apakah ini disebabkan oleh banyaknya istri" yang dibiarkan berpakaian tapi telanjang lalu berjalan" di luar rumahnya?

hufh.... Semoga ini bisa jadi pelajaran bagi saya, calon suami bagi-mbuh-sopo, ketika saya berkeluarga nanti.

aku pelihara cemburuku kepadamu karena besarnya rasa cintaku padamu...
gambar diambil dari sini dan sedikit artikel diambil dari sini

No comments:

Post a Comment