Monday, 7 November 2011

sunnah saat sholat ied, rek

Bismillaah. Seperti biasa, lebaran haji untuk yang kesekian kalinya saya habiskan di rantau. Setelah sebelumnya di Jakarta, sekarang saya habiskan di pedalaman Aceh. Overall, tata cara sholat Ied di sini hampir sama sih seperti di Surabaya maupun Jakarta. Bedanya, di sini, sebelum mulai sholat ada pidato dulu dari keuchik (Kepala Kampung) sama pengumpulan sedekah yang dikumpulkan oleh orang (bukan kotak amal. Formatnya, satu orang satu shaf. Selagi berjalan melewati jamaah, mereka mengumpulkan duit via sajadah)
begitulah sholat Ied di Takengon. Istimewa!

omong" sholat Ied, gak sengaja saya membaca salah satu status ustadz kami, Ustadz Sofyan Chalid Ruray (segera di-add gih facebooknya!), yang berhubungan dengan sholat Ied. Cekibrot!!!


Alhamdulillah. Berbagai faidah dalam safar, ana lagi ditemani sebuah buku fikih dua hari raya yang sangat bagus berjudul AL-JAMI' LI AHKAAMIL 'IEDAIN MINAL KITAB WAS SUNNAH WA AQWAALIL AIMMAH karya Syaikh Abu Abdillah Zayid bin Hasa bin SHalih Al-Washobi hafizhahullah (murid Syaikh Muqbil rahimahullah) terbitan Maktabah 'Ibdadur Rahman Mesir)


Ini adalah salah satu kitab terbaik dalam masalah dua hari raya. Kelebihannya adalah pembahasannnya rinci, mencakup dalil-dalil Al Qur'an dan As Sunnah serta keterangan ulama dari seluruh madzab disertai tarjih pendapat yang kuat, dan yang istimewa adalah penelitian keshahihan hadits yang sangat kuat dan masaailnya asngat banyak (Akan tetapi sebagaimana kitab yang lain, Allah Ta'ala tidak menjamin satupun kitab terlepas dari kesalahan kecuali kitabNya: Al Qur'an)


Beberapa faidah tarjih pendapat yang kuat, hadiah bagi para khatib besok (idul adha, mencakup idul fitri juga):


1. Pendapat yang benar khutbah iedul fitri dan adha di musholla (lapangan) tanpa menggunakan mimbar


2. Tidak ada takbir di awal, pertengahan dan akhir khutbah 'ied, tapi hendaklah dimulai dengan hamdalah.


3. Khutbah 'ied hanya satu khutbah, tidak ada khutbah kedua dan tidak ada pula duduk antara dua khutbah, jadi berbeda dengan khutbah jum'at


Tiga permasalahan di atas alasannya satu. Tidak ada satu hadits yang shahih lagi sharih (tegas) menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam khutbah 'ied di mimbar; dengan membaca takbir; dan dengan dua khutbah.


Beliau menyebutkan satu per satu haditsnya disertai takhrij ilmiah, semuanya DHA'IF. Wallahu a'lam.
ah, tadz. Status" sampeyan hampir selalu menyinggung masalah umat. Semoga Allah Azza Wa Jalla selalu merahmati keluarga sampeyan...
gambar diambil dari sini

No comments:

Post a Comment