Tuesday, 1 May 2012

tidak niat, rek

Bismillaah.
Sungguh mengherankan mereka yang melakukan sesuatu lalu bilang "Sungguh aku gak niat melakukan itu lho!"

Kalo aku sih melihatnya, orang seperti ini tidak lepas dari dua perkara

1. Sesungguhnya tidak ada ibadah atau satu perbuatan hamba apa pun yang tidak dilakukan selain dengan niat. Barangkali lisannya berbicara tanpa niat, tapi hatinya meniatkannya tanpa dia sadari.

Sungguh Imam Asy Syafi'i rahimahullah telah berkata bahwa niat itu letaknya di dalam hati, bukan di dalam lisan. Maka, sungguh kasihan mereka yang berkomat-kamit sebelum beribadah atau melakukan suatu perbuatan dengan dalih melafadzkan niat. Lidahnya ndemimil terus melafadzkan niat. Apa kagak capek bok?

2. Kalaupun ia jujur (yang mana ini sangat jarang terjadi), ia, wallahu ta'ala a'lam, telah terjatuh dalam pengingkaran terhadap rukun iman yang keenam yaitu beriman terhadap takdir yang baik dan takdir yang buruk.

Kalau ia melakukan sesuatu yang ma'ruf lalu ia bilang ia tidak meniatkannya dan seakan-akan menafikannya, ia jatuh dalam pengingkaran takdir yang baik. Kalau ia melakukan sesuatu yang mungkar lalu ia bilang tidak meniatkannya dan seakan-akan menafikannya (sebagaimana yang dilakukan para penjahat yang tertangkap basah), maka ia telah terjatuh dalam pengingkaran takdir yang buruk...

wallahul muwaffiq

No comments:

Post a Comment