Thursday, 31 May 2012

umar bin al khattab part 1, rek

Bismillaah.
Mempelajari Islam itu bagaikan lautan yang tak bertepi. Masalah yang menarik itu buanyakkkk banget. Mulai dari tauhid, fikih, muamalah sampai kisah para sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Sekarang aku pengen membahas tentang kisah salah satu Khalifah Ar Rasyidin, salah satu singa Allah, seorang Sahabat yang setan tidak mau berpapasan dengannya (kalau berpapasan saja tidak mau, lalu bagaimana menggodanya? Subhanallah!), Umar bin Al Khattab

Nama lengkapnya adalah Umar bin Khaththab bin Nufail bin Abdul Izzy bin Rabah bin Qirath bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin Luay Al-Quraisy Al-‘Adawy. Terkadang dipanggil dengan Abu Hafash (Hafshah radhiyallahu 'anha adalah salah satu istri Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam) dan digelari dengan Al-Faruq. Ibunya bernama Hantimah binti Hasyim bin al-Muqhirah al-Makhzumiyah.

Umar masuk Islam ketika para penganut Islam kurang lebih sekitar 40 (empat puluh) orang terdiri dari laki" dan perempuan.

Imam Tirmidzi, Imam Thabrani dan Hakim telah meriwayatkan dengan riwayat yang sama bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam telah berdo’a, ”Ya Allah, muliakanlah agama Islam ini dengan orang yang paling Engkau cintai diantara kedua orang ini, yaitu Umar bin al-Khaththab atau Abu Jahal ‘Amr bin Hisyam.”.

Berkenaan dengan masuknya Umar bin Al-Khaththab ke dalam Islam yang diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad yang diungkap oleh Imam Suyuti dalam kitab “Tarikh al-Khulafa’ Ar-Rasyidin” sebagai berikut:

Anas bin Malik berkata: "Pada suatu hari Umar keluar sambil menyandang pedangnya, lalu Bani Zahrah bertanya ”Wahai Umar, hendak kemana engkau?,” maka Umar menjawab, “Aku hendak membunuh Muhammad.” Selanjutnya orang tadi bertanya: ”Bagaimana dengan perdamaian yang telah dibuat antara Bani Hasyim dengan Bani Zuhrah, sementara engkau hendak membunuh Muhammad?”.

Lalu orang tadi berkata, ”Tidakkah kau tahu bahwa adikmu dan saudara iparmu telah meninggalkan agamamu?”. Kemudian Umar pergi menuju rumah adiknya, dilihatnya adik dan iparnya sedang membaca lembaran Al-Quran, lalu Umar berkata, “Barangkali keduanya benar telah berpindah agama”,. Maka Umar melompat dan menginjaknya dengan keras, lalu adiknya (Fathimah binti Khaththab) datang mendorong Umar, tetapi Umar menamparnya dengan keras sehingga muka adiknya mengeluarkan darah.

Kemudian Umar berkata: “Berikan lembaran (Al-Quran) itu kepadaku, aku ingin membacanya”, maka adiknya berkata. ”Kamu itu dalam keadaan najis tidak boleh menyentuhnya kecuali kamu dalam keadaan suci, kalau engkau ingin tahu maka mandilah (berwudhulah/bersuci).” Lalu Umar berdiri dan mandi (bersuci) kemudian membaca lembaran (Al-Quran) tersebut yaitu surat Thaha sampai ayat, ”Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Aku, maka sembahlah Aku, dirikanlah shalat untuk mengingatku.” (Thaha:14). Setelah itu Umar berkata, ”Bawalah aku menemui Muhammad.”.

Mendengar perkataan Umar tersebut langsung Khabbab keluar dari persembunyiannya seraya berkata: ”Wahai Umar, aku merasa bahagia, aku harap do’a yang dipanjatkan Nabi pada malam Kamis menjadi kenyataan, Ia (Nabi) berdoa “Ya Allah, muliakanlah agama Islam ini dengan orang yang paling Engkau cintai diantara kedua orang ini, yaitu Umar bin Al-Khaththab atau Abu Jahal ‘Amr bin Hisyam.”.

Lalu Umar berangkat menuju tempat Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam, di depan pintu berdiri Hamzah, Thalhah dan sahabat lainnya. Lalu Hamzah seraya berkata, ”Jika Allah menghendaki kebaikan baginya, niscaya dia akan masuk Islam, tetapi jika ada tujuan lain kita akan membunuhnya”. Lalu kemudian Umar menyatakan masuk Islam di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam.

Lalu bertambahlah kejayaan Islam dan Kaum Muslimin dengan masuknya Umar bin Khaththab, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Mas’ud, seraya berkata, ”Kejayaan kami bertambah sejak masuknya Umar.”.

Umar turut serta dalam peperangan yang dilakukan bersama Rasulullah, dan tetap bertahan dalam perang Uhud bersama Rasulullah sebagaimana dijelaskan oleh Imam Suyuthi dalam “Tarikh Al-Khulafa’ Ar Rasyidin”.

Rasulullah memberikan gelar Al-Faruq kepadanya, sebagaimana ini diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad dari Dzakwan, seraya dia berkata, ”Aku telah bertanya kepada Aisyah, “Siapakah yang memanggil Umar dengan nama Al-Faruq?”, maka Aisyah menjawab “Rasulullah”.

Hadist Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: ”Sungguh telah ada dari umat" sebelum kamu para pembaharu, dan jika ada pembaharu dari umatku niscaya ‘Umarlah orangnya”. Hadist ini dishahihkan oleh Imam Hakim. Demikian juga Imam Tirmidzi telah meriwayatkan dari Uqbah bin Amir bahwa Nabi bersabda, ”Seandainya ada seorang Nabi setelahku, tentulah Umar bin Al-Khaththab orangnya.”.

Diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Ibnu Umar dia berkata, ”Nabi telah bersabda: ”Sesungguhnya Allah telah mengalirkan kebenaran melalui lidah dan hati Umar”. Anaknya Umar (Abdullah) berkata, ”Apa yang pernah dikatakan oleh ayahku (Umar) tentang sesuatu maka kejadiannya seperti apa yang diperkirakan oleh ayahku”.

Umar bin Al Khattab Al Faruq, semoga Allah meridhainya
Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment