Monday, 25 June 2012

nerima excuse apapun, rek

Bismillaah

Hari ini aku belajar, bahwa sebagai seorang teman yang baik kita kudu nerima excuse apapun dari teman" kita. Karena menerima excuse teman adalah tanda kemuliaan...

Bagaimana jika excuse-nya itu dusta?

Well, Ibnul Qoyyim rahimahullah ngejelasin gini
Barangsiapa yang berbuat jelek kepadamu kemudian datang untuk minta udzur atas kejelekannya kepadamu maka sifat tawadhu' mengharuskan engkau menerima udzurnya -baik udzur tersebut benar atau dusta- dan kau serahkan isi hatinya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala..."
lalu beliau berkata,
Tanda kemuliaan dan tawadhu' adalah ketika engkau melihat cela dalam udzurnya namun tetap engkau terima dan tidak membantahnya, serta berkata: "Mungkin saja masalahnya seperti yang kau sebutkan"
Aduhai! Alangkah indahnya sifat tersebut...
Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang" yang tawadhu' yah

Baarakallahufiikum

12 comments:

  1. subhanallaah. sejuk banget ya ajaran-ajaran buat kita. indahnya Indonesia jika semua bisa melaksanakannya

    ReplyDelete
  2. Terima kasih untuk pengingat ini. Benar bahwa, dusta tidaknya 'excuse' yang diajukan, serahkan saja pada Allah,karena ketika kita menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada, maka ganjaran pahala sudah menjadi hak kita. insya Allah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sering nerima excuse macam itu ya, kang? Wew

      Delete
  3. udzur=maaf ya?

    Amin ya rabbal alamiin.
    Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang" yang tawadhu'

    :)

    ReplyDelete
  4. diharapkan sii kita emang arahnya ke situ.. tapi pada praktiknya.. ckckckck.. gag segampang membalikkan telapak tangan :(

    Indonesian Strong from Home

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget. Prakteknya emang susaahh. Faktor lingkungan juga sih yaa

      Delete
  5. Amin, sangat berarti sekali kawan. Pendek tapi bermakna.

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih, kang. Saya keknya fokus ke sini aja. Pendek tapi bermakna. Hehehe

      Delete