Monday, 11 June 2012

tentang onani part 2, rek

Bismillaah.
Masih lanjut bahas tentang onani nih

Salah satu pertanyaan penting tentang onani adalah apakah pelakunya mendapat dosa seperti orang berzina?

Sudah dijelaskan di postingan kemarin ya kalau onani itu haram karena keumuman dalil" tentang pelarangan melakukan zina ataupun wasilah (perantara)-nya. Adapun kalau pelaku onani dihukumi seperti pelaku zina (hukum hadd) karena adanya peng-qiyas-an onani dengan zina, itu adalah berlebihan. Zina itu adalah memasukkan kepala dzakar ke dalam farji wanita yang tidak halal baginya. Oleh karena itu, pelakunya hanya sebatas diberi ta'zir (hukuman) yang setimpal sebagai pelajaran dan peringatan baginya agar berhenti dari perbuatan maksiat tersebut.

Adapun bentuk hukumannya kembali kepada ijtihad hakim, apakah dicambuk (tidak lebih dari sepuluh kali), didenda, di-hajr (diboikot), didamprat dengan celaan atau lainnya. Kesimpulannya, onani tidak bisa disamakan dengan zina

Baarakallahufiik

14 comments:

  1. Owhh...begono toh hukumnye

    ReplyDelete
    Replies
    1. insyaallah begitu, bang, hukumnye

      Delete
  2. lebih baik dengan melakukan hal yang positif, biar terhindar dari dosa

    ReplyDelete
  3. oo...begitu ya, terimakasih ilmunya ya...

    ReplyDelete
  4. hukuman dilakukan itu karena menimbang dampaknya secara sosial, lalu onani apakah berdampak sosial?
    pelaku onani saya pikir boleh dihukum jika dilakukan di tempat umum, kalau di kamar mandi dan tak ada seorangpun yang tahu selain si pelaku kenapa pula jadi masalah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. lah? Kalo dilakukan di kamar mandi, atau sendirian? Ya itu urusan yang bersangkutan dengan Ar Raaqib, kang, Yang Maha Mengawasi. Postingan saya ini kan tidak mengarah ke arah sana toh. Hehehe

      Delete
    2. oke lahh. Nothing serious kan yak?

      Delete
  5. Subhanallah artikel yang bermanfaat.. Alhamdulillah ilmuku bertambah. syukron sahabatku..
    I like it..

    ReplyDelete