Monday, 23 July 2012

antara penyebab dan pelaku, rek

Bismillaah
Masih menanggapi hadits pertama dari Hadits Arbain An Nawawiyah karya Imam An Nawawi rahimahullah dari sahabat Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu nihh

Salah satu faedah dalam hadits ini, di mana Jibril bertanya kepada Rasulullah perihal Islam, Iman dan Ihsan, padahal tentunya Jibril lebih mengetahui kan, adalah seorang penyebab dihukumi sama dengan seorang pelaku.

Yap. Bener. Kaidah ini sangat dikenal sekali dalam kaidah fiqih. Dalam hal ini, penyebab (Jibril) dihukumi sama dengan pelaku.

Jadi, misalnya gini nih, seorang pelaku kejahatan yang benar" turun ke lapangan dihukumi hukum potong tangan misalnya. Setelah diselidiki, ternyata di balik pelaku kejahatan ini ada mastermind-nya. Setelah melihat hadits di atas, penyebab kejadian jahat tersebut (si mastermind) dihukumi sama dengan pelaku lapangannya. Potong tangan juga.

Atau gampangannya gini, PT. XYZ berencana bikin gedung di tengah kota. Rencana ini sudah disebarkan dan seluruh kota tau kalo PT. XYZ akan bikin gedung. Pada hari H, direkrutlah pekerja/tenaga lapangan untuk bikin tuh gedung. Beberapa bulan kemudian, gedung itupun berdiri dan publik bilang kalo gedung itu didirikan oleh PT. XYZ. Padahal, direksi PT. XYZ adem ayem aja di kantor dan yang berkeringat pekerja lapangannya....

Insyaallah seperti itu...

Baarakallahufiik...

No comments:

Post a Comment