Wednesday, 4 July 2012

dialog antara ibnu ábbas radhiyallahu 'anhuma dengan kaum khawarij, part 1, rek

Bismillaah
Diriwayatkan oleh Ya’qub al Fasawi dalam kitabnya Al Ma’rifah Wat Tarikh (hal 522-524).

Berikut adalah riwayat yang menjelaskan bagaimana Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dapat membuat sekitar 2000 atau 4000 pengikut Khawarij bertaubat setelah mendengar tafsiran dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu. Mohon maaf bahasan kali ini agak berat.

Bahwa Ibnu Abbas berkata : “Ketika Khawarij memisahkan diri, menempati daerah Ray, saat itu jumlah mereka 6000 orang. Mereka sepakat untuk melakukan pemberontakan kepada pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib dan para sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang bersamanya.”

Berkata Ibnu Abbas “Maka ketika itu tak henti"nya kaum muslimin terus berdatangan kepada beliau dan berkata: "Wahai Amirul Mu’minin -yakni Ali- sesungguhnya mereka telah memberontak kepadamu.” Maka Khalifah Ali berkata: “Biarkan mereka dulu yang memerangiku dan aku yakin mereka akan melakukannya.”

Maka pada suatu hari aku -Ibnu Abbas- menemui Ali di waktu shalat Dzuhur dan kukatakan kepadanya: “Wahai Amirul Mu’minin, segerakanlah shalat, karena aku akan mendatangi dan berdialog dengan mereka -Khawarij-.”

Maka Ali berkata: “Aku mengkhawatirkan keselamatan dirimu.”

Aku katakan: “Jangan khawatir, aku seorang yang berbudi baik dan tidak akan menyakiti siapapun.”

Maka beliau mengizinkanku. Kemudian aku memakai kain yang bagus buatan Yaman dan menyisir. Kemudian aku temui mereka di tengah hari. Ternyata aku mendatangi suatu kaum yang belum pernah aku lihat kehebatan mereka dalam beribadah. Dahi mereka menghitam karena banyak sujud. Tangan" mereka kasar seperti lutut onta. Mereka memakai gamis murah dalam keadaan tersingsing. Wajah mereka pucat karena banyak beribadah di waktu malam. Kemudian aku ucapkan salam kepada mereka.

Mereka -Khawarij- berkata : “Selamat datang wahai Ibnu Abbaas, ada apakah kiranya?”

Aku -Ibnu Abbas- berkata: “Aku datang dari sisi kaum Muhajirin dan Anshar serta dari sisi menantu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam -Ali Bin Abi Thalib-. Al Qur’an turun kepada mereka dan mereka lebih tahu tentang tafsirnya daripada kalian”.

Maka sebagian berkata kepada yang lainnya: “Jangan kalian berdebat dengan orang Quraisy, karena Allah telah berfirman: ‘Sebenarnya mereka adalah kaum yang ahli dalam berdebat’ (QS Az Zukhruf: 58).”

Namun, ada dua atau tiga orang dari mereka yang berkata: “Kami akan tetap berdialog dengannya.”

Maka aku -Ibnu Abbas- katakan kepada mereka: “Sampaikanlah alasan apa yang membuat kalian benci kepada menantu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam serta kaum Muhajiirin dan Anshar. Yang kepada merekalah Al Qur’an turun. Tidak ada seorang pun dari mereka yang ikut bersama kelompok kalian. Mereka adalah orang yang lebih tahu tafsir Al Qur’an.”

Mereka berkata: “Ada tiga hal.”

Aku berkata: “Apa itu?”

Mereka berkata: “Pertama, Dia -Ali bin Abi Thalib- berhukum kepada manusia dalam perkara agama Allah, padahal Allah telah berfirman: "Sesungguhnya keputusan hukum hanyalah hak Allah.’ (Q.S. Al An’am: 57, Yusuf: 40, 67). Maka apa gunanya keberadaan orang-orang itu sementara Allah sendiri telah memutuskan hukumnya?!”

Aku berkata : “Ini yang pertama, kemudian apa lagi?”

Mereka berkata: “Kedua, Dia -Ali bin Abi Thalib- telah berperang dan membunuh, tetapi mengapa dia tidak mau menjadikan wanita mereka -kaum yang diperanginya- sebagai tawanan perang dan mengambil hartanya sebagai ghanimah -rampasan perang-? Jika mereka memang masih tergolong kaum mu’minin, maka tidak halal bagi kita untuk memerangi dan menawan mereka.”

Aku berkata: “Apa yang ketiga?”

Mereka berkata: “Ali telah menghapus dari dirinya gelar Amirul Mu’minin -pemimpin kaum mu’min-, maka kalau dia bukan Amirul Mu’minin berarti dia adalah Amirul Kafirin -pemimpin orang" kafir-.”

Aku berkata: “Apakah ada selain ini lagi?”

Mereka menjawab: “Cukup ini saja.”

Bagaimanakah jawaban Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma kepada mereka?
Tunggu postingannya...BESOK!!

Baarakallahufiik

12 comments:

  1. haha... bikin penasaran. pinter banget nih penulisnya, kayak daniel pembawa acara indonesian idol aja. OK saya tunggu cerita lanjutannya besok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hoo...Daniel? Kalah gagah keknya aku mah :hammer

      Delete
  2. Aku ikut nunggu plus izin bookmark.

    ReplyDelete
  3. walahhhh.bergabung rupanya ya gan.??

    ReplyDelete
    Replies
    1. iye, gan. Panjang bener sih ceritanya

      Delete
  4. ach, aku sudah baca jawabannya.

    ReplyDelete