Thursday, 5 July 2012

dialog antara ibnu ábbas radhiyallahu 'anhuma dengan kaum khawarij, part 2, rek

Bismillaah
Melanjutkan postingan kemarin, inilah jawaban Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma kepada kaum Khawarij...

Aku menjawab: “Adapun ucapan kalian tadi, bahwa: -dia berhukum kepada manusia dalam memutuskan hukum Allah,- akan aku bacakan kepada kalian sebuah ayat yang akan membantah argumen kalian. Jika argumen kalian telah terpatahkan, apakah kalian akan rujuk?”

Mereka berkata: “Tentu.”

Aku berkata: “Sesungguhnya Allah sendiri telah menyerahkan hukum Nya kepada beberapa orang tentang seperempat dirham harga kelinci, dalam ayat Nya: ‘Hai orang" yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu’ (QS Al Ma’idah: 95). Juga terkait dengan hubungan seorang isteri dengan suaminya: "Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakim dari keluarga laki" dan seorang hakim dari keluarga perempuan." (QS An Nisaa’: 35).

Maka aku sumpah kalian dengan nama Allah, manakah yang lebih baik kalau mereka berhukum dengan hukum manusia untuk memperbaiki hubungan antara mereka -Ali dan Mu’awiyah dan pengikutnya masing-masing- dan menghindarkan dari terjadinya pertumpahan darah, ataukah yang lebih utama berhukum pada manusia sekadar urusan harga seekor kelinci atau sekadar urusan kemaluan seorang wanita? Manakah di antara keduanya yang lebih utama?”

Mereka menjawab: “Tentu saja yang pertama.”

Aku berkata: “Adapun alasan kalian bahwa -dia tidak mau menjadikan musuhnya sebagai tawanan dan harta mereka sebagai ghamimah-. Apakah kalian menawan ibu kalian Aisyah?"

Demi Allah, kalau kalian berkata: "Dia bukan ibu kami, berarti kalian telah keluar dari Islam. Demi Allah, kalau kalian berkata: "Kami tetap menawannya dan menghalalkannya untuk digauli seperti wanita lainnya -karena jika demikian ibu kita berstatus budak hukumnya boleh digauli oleh tuannya- berarti kalian telah keluar dari Islam. Maka kalian berada di antara dua kesesatan, karena Allah telah berfirman: "Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang" mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri"nya adalah ibu" mereka." (QS AL Ahzab: 6).

Maka apakah kalian keluar (rujuk) dari kesalahan ini?”

Mereka pun menjawab: “Baiklah.”

Aku berkata: “Adapun alasan kalian bahwa: -dia telah menghapus gelar Amirul Mu’minin dari dirinya.- Aku akan memberi contoh untuk kalian dengan sosok yang kalian ridhai, yaitu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Pada perjanjian Hudaibiyyah, beliau berdamai dengan kaum musyrikin, yang diwakili Abu Sufyan bin Harb dan Suhail bin Amr. Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam berkata kepada Ali: "Tulislah untuk mereka sebuah teks yang berbunyi: "Ini adalah sebuah perjanjian yang disepakati oelh Muhammad Rasulullah." Maka Kaum Musyrikin berkata: "Demi Allah kalau kami mengakuimu sebagai Rasulullah, untuk apa kami memerangimu?!" Maka beliau Shallallahu Alaihi Wasallam berkata: "Ya Allah, engkau lebih tahu bahwa aku adalah RasulMu. Hapuslah kata ‘RASULULLAH’ ini, wahai Ali.’ Dan tulislah: "Ini yang disepakati oleh Muhammad bin Abdillah."

Maka demi Allah tentu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lebih mulia dari Ali, tetapi beliau sendiri menghapus gelar (kerasulan) itu dari dirinya pada hari itu.”

Maka Ibnu Abbas berkata : “Maka bertaubatlah 2000 orang dari mereka, dan selebihnya bersikukuh untuk tetap memberontak. Maka merekapun akhirnya dibunuh.”

Subhanallah!
Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, semoga Allah meridhainya...

Baarakallahufiik

5 comments:

  1. saya pernah berdiskusi tentang keberadaan "budak" dalam skala kontekstual AlQur'an. Akhirnya, kebenaran yang kemudian yang didapat, setelah sempat bertanya-tanya apa artinya.

    bertaubat 2000 orang dan pemberontak lalu dibunuh, tentu ini hanya bisa terjadi di era itu ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. lho? Hukum asalnya pemberontak itu emang harus dibunuh, kang, setelah sebelumnya diserukan untuk bersatu. Kang Jek liat kan kenyataan di lapangan dari pemberontak di seluruh dunia Kalo di negeri kita ya GAM ama OPM itu. Kudu diperangi sampe mereka bergabung sama kita

      Delete
    2. oiyaaa, kalo definisi budak di jaman sekarang sudah gak ada lah ya. Lha gak ada orang yang bener" jiwa dan raganya bisa dibeli sih sebagaimana yang terjadi zaman yang telah lalu

      Delete
  2. menarik untuk diikuti, aku baca yang part 1 yaa....

    ReplyDelete