Friday, 20 July 2012

kesehatan kalbu, rek

Bismillaah
Perputaran kesehatan akan diperoleh dengan beberapa hal:
1. Dengan hifzhul quwwati (menjaga kekuatan)
2. Dengan himyatu ‘anil mu’dzi (melindungi dari perkara yang bisa menyakiti)
3. Dengan istifraghul mawadil fasidah (menghilangkan unsur" yang rusak)

Apabila ini telah diketahui, maka qalbu membutuhkan kepada perkara yang bisa menjaga kekuatannya, yaitu keimanan dan perbuatan ketaatan. Dan qalbu juga membutuhkan perlindungan dari perkara" yang bisa menyakiti dan membahayakannya, yaitu menjauhkan diri dari dosa" dan maksiat" serta menjauhkan diri dari berbagai penyimpangan. Dan dihilangkan pula dari qalbu segala unsur yang rusak daripadanya, yaitu dengan taubat nashuha dan memohon ampun kepada Dzat Yang Maha Mengampuni dosa".

Sakitnya qalbu adalah dengan sebuah jenis kerusakan yang menimpanya padanya, sehingga merusak qalbu yakni merusak pandangannya dan keinginannya terhadap al haq (kebenaran). Maka ia tidak bisa melihat kebenaran sebagai kebenaran, atau yang ia lihat berbeda dengan yang sebenarnya, atau ia kurang bisa menangkap al haq (kebenaran), dan rusaklah keinginannya terhadap al haq. Maka ia akan membenci al haq yang sebenarnya bermanfaat atau ia akan mencintai kebathilan yang justru sebenarnya membahayakan atau bahkan keduanya (yakni membenci al haq dan mencintai kebathilan) akan berkumpul padanya. Dan inilah dampak yg paling dominan...

Oleh karena inilah penyakit yang menimpa qalbu terkadang ditafsirkan dengan keraguan dan kebimbangan. Dan terkadang penyakit yang menimpa qalbu ditafsirkan dengan syahwat zina...

Maka jenis penyakit yang menimpa qalbu: Pertama adalah penyakit syubhat (kerancuan dalam agama), Kedua adalah penyakit syahwat (nafsu).

[Disalin dari kitab Ighatsatul Lahafan min Mashaidisy Syaithan, Karya Al Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah]
Baarakallahufiikum

4 comments:

  1. penting nih :D
    maaf lahir batin dulu, kan mau puasa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf ya belum bisa berkunjung ke blognyaa

      Delete
  2. hepi ramadhan, maaf lahir batin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. minta maaf gak nunggu Ramadhan sih, tapi tetep maaf lahir batin yaa, kang

      Delete