Tuesday, 3 July 2012

tenar dan tidak tenar, rek

Bismillaah
Dahulu, seorang kawan bertanya kepadaku.

Mana yang kau pilih, terkenal atau tidak terkenal (maksudnya pribadinya)? Langsung ane jawab, ya terkenal lah! Jadi terkenal itu kan enak. Urusan jadi mudah kalo punya banyak kenalan.

Alhamdulillah. Semakin ke mari aku mengetahui dampak buruk dari seseorang yang ingin terkenal. Cukuplah nasehat" berikut ini jadi pelajaran untukku dan untuk pembaca semua

Seorang hamba sama sekali tidaklah jujur jika keinginannya hanya ingin mencari ketenaran
-Al Imam Abu Ayub As Sikhtiyani rahimahullah-
Hati"lah dengan ketenaran
-Ibnul Mubarak rahimahullah-

Tidaklah Allah memberikan keikhlasan pada seorang hamba kecuali ia akan suka berada di jubb (penjara bawah tanah) sehingga tidak dikenal siapa"
-Dzun Nuum rahimahullah-

Ah, banyak sekali contoh dari ulama terdahulu yang memilih untuk tidak dikenal umat padahal ilmu yang dimiliki mereka sungguh banyak dan melimpah. Ketenaran hanya berujung pada kesombongan. Itulah mengapa mereka selalu memupuk sifat rendah hati. Hasilnya? Mereka tidak dikenal penduduk dunia, namun penduduk langit selalu menyebut-nyebut namanya. Duhai! Alangkah beruntungnya mereka!

Semoga Allah Ta'ala selalu menjaga kita semua dari mencari-cari KETENARAN
Baarakallahufiikum

20 comments:

  1. Menurutku Deady.. menjadi orang terkenal itu ada plus minusnya.. Omongan orang terkenal itu lebih didengar orang ketimbang orang yang nggak terkenal.. Misal nih omongan Mario Teguh tentu lebih didengar orang dibanding omonganku dengan perkataan yg sama (eh jauh ya contohnya?hehe).. kenapa? karena perilakunya, pengalamannya telah membuktikan perkataannya terlebih dahulu sehingga ia dikenal orang (terkenal) sebagai orang yg demikian..

    The higher the tree, the bigger the wind, the deeper the root :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo orang berpatokan dengan kebenaran dan ilmu sanad, tentu jika Monika orang yang tsiqah dan Pak Mario bukan, tentu perkataan Monika to yang didengar. Ini misal lo ya

      Delete
  2. iya, lagian kalo udah tenar, bukannya malah makin nggak aman hidupnya. dan privacy seperti terlanggar dimana-mana bukan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. keknya pengalaman nih kang. Dulu pernah jadi artis ya? Oiya sori kang jarang blogwalking. Awal bulan gini kerjaan lagi hectic. Hehehe

      Delete
  3. setelah saya nonton infotainment dan melihat 'capeknya' jadi orang terkenal saya kayanya udah ga mau deh tenar *hehe padahal mah memang ga ada yg menawarkan untuk jadi orang terkenal :P*

    ReplyDelete
    Replies
    1. yeee
      berarti kalo ada yang nawarin mikir" dulu ye
      hihihi

      Delete
  4. klu terkenal karena kebaikannya itu bagus, tapi klu terkenal krn keburukannya itu yg masalah. Tp bagiku pribadi gak penting jadi org terkenal, yg penting jd org kaya (ilmu dan materi) yg dermawan aj sudah cukup hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. orang kaya ilmu dan materi?
      yee saya juga mau mah kalo itu. Hehehe

      Delete
  5. aamiin ya rabb.. saya mau masuk syurga rame2 aja, trus terkenal di syurga *uhuk*

    ReplyDelete
  6. kalau ulama dahulu memakai ilmu padi, semakin tinggi ilmunya, semagi berisi, semakin merunduk.
    klo orang orang sekarang, pake ilmu pakis. masih kecil aja ud belaga so jago dalam hal ilmu, pengen terkenal lagi. ya sungguh ironi.
    ente sendiri pengen yang mana gan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya yang dulu to, gan. Semoga saya bisa... Susahnya minta ampun itu mah

      Delete
  7. yang ada sekarang banyak orang yang lupa asal usulnya ..

    ReplyDelete
  8. . . untung aja aq bukan seseorank yg tenar. tapi semoga aja selalu di ingat oleh teman^ ku. he..86x . .

    ReplyDelete
  9. wahaha, sama nih, syukur gua gak tenar... gak penting tenar, puunya teman seperti kalian sudah cukup baik :))

    ReplyDelete