Friday, 24 August 2012

meremehkan atau berlebihan, rek

Bismillaah
Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:

"Tidaklah ada suatu perkara yang Allah perintahkan (kepada umat manusia) melainkan setan menebarkan dua jaring jeratnya: meremehkan dalam menjalankan perintah tersebut (tafrith & idha'ah) dan berlebih-lebihan padanya (ifrath & ghuluw).

Padahal agama yang Allah turunkan (kepada umat manusia) adalah agama pertengahan. Ia berada di antara orang" yang bermudah-mudahan dalam menjalankannya dan orang" yang berlebih-lebihan padanya. Ibarat satu lembah di antara dua gunung, satu petunjuk di antara dua kesesatan, dan satu poros di antara dua kutub yang tercela. Sebagaimana orang" yang bermudah-mudahan (dalam menjalankannya) termasuk menyia-nyiakan agama, demikian pula orang" yang berlebih-lebihan. Jenis pertama karena sikap bermudah-mudahannya, sedangkan jenis kedua karena sikap berlebihannya (melampau batas) dari apa yang telah disyariatkan."

Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment