Thursday, 13 September 2012

kesalahan dalam shalat part 7, rek

Bismillaah
Keknya sudah lama rasanya gak membahas kesalahan dalam shalat ya. Sekarang kita menginjak kesalahan dalam shalat bagian ketujuh yaitu menampakkan bahu dalam shalat secara tidak sengaja.

Well, untuk kasus ini silakan lihat postingan sebelumnya di tanggal 14 Agustus 2012. Hukumnya sama kok. Hanya saja di sini saya tambahin beberapa perkataan ulama. Here goes...

Al Qadhi rahimahullah berkata "Sungguh telah ternukil riwayat dari Ahmad yang menunjukkan bahwa perkara tersebut (menampakkan bahu dalam shalat) tidak termasuk syarat shalat dan dia telah mengambil pendapat itu dari riwayat Mutsanna dari Ahmad tentang orang yang shalat memakai sirwal (celana lebar) dan pakaiannya menutupi salah satu dari kedua bahunya, dan yang lainnya terbuka, “Dimakruhkan”. Lalu ditanyakan kepada beliau, “Dia disuruh mengulangi (sholatnya)?” Maka beliau tidak berpendapat wajibnya mengulangi shalat."

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata “Orang yang shalat, wajib meletakkan suatu pakaian di atas bahunya, jika dia mampu menutupinya. Ini adalah pendapat Ibnul Mundzir. Disebutkan dari Abu Ja’far (ia berkata), “Sesungguhnya shalat itu tidak memenuhi bagi siapa yang tidak menutupi kedua bahunya. Kebanyakan fuqaha berkata,“Yang demikian itu tidak wajib dan bukan menjadi syarat sahnya shalat. Ini pendapat Malik, as-Syafi’iy dan yang lainnya, sebab keduanya bukan aurat. Maka anggota badan yang lain diserupakan dengannya”. (Lihat Al-Mughni(1/618))

Baarakallahufiikum

2 comments: