Tuesday, 11 September 2012

sombong dengan ilmu part 3, rek

Bismillah
Masih lanjut dari postingan hari Senin kemarin nih...

Adab berkaitan erat dengan ilmu. Tidak ada adab tanpa ilmu dan tidak ada ilmu tanpa adab.

Berkata ‘Abdullah ibnul Mubarak rahimahullaah : “Hampir" adab itu merupakan dua pertiga ilmu.” (Sifatu Shafwah , Ibnul Jauzi, juz 4, hal. 120) Oleh karena itu para ulama mendidik anak" mereka dengan adab dan akhlaq terlebih dahulu sebelum mendapatkan ilmu.

Berkata Abu ‘Abdillah Sufyan bin Sa’id Ats-Tsauri rahimahullaah : “Mereka (para ulama) tidak mengirimkan anak"nya untuk mencari ilmu hingga mendidiknya dengan adab, akhlaq dan ibadah selama 20 tahun.” (Hilyatul Auliya , Abu Na’im Asbahani, juz 6, hal. 367 melalui Min Hadyi Salaf , Dr. Muhammad Zahrani, hal. 23)

Mereka membedakan antara pendidikan (tarbiyyah) dan pengajaran (ta’lim) . Yakni anak-anak mereka dididik, dilatih dengan akhlaq dan adab yang baik, baru kemudian mereka dikirim kepada para ulama. Dengan demikian ketika menimba ilmu, mereka dalam keadaan memiliki adab dan akhlaq yang baik serta jauh dari kesombongan. Hingga ilmu yang mereka dapatkan menjadi berkah.

Berkata Abu Zakariya Yahya bin Muhammad An-Anbari (w 344H): “Ilmu tanpa adab adalah seperti api tanpa kayu bakar. Sedangkan adab tanpa ilmu seperti badan tanpa ruh.” (Al-Jami li Akhlaqi ar-Rawi , Al-Baghdadi 1/80, melalui Min Hadyi Salaf , Dr. Muhammad Zahrani, hal. 24)

Muhammad bin Isa Az-Zajjaj rahimahullaah juga mengatakan: “Aku mendengar Abu Ashim berkata: ‘Barangsiapa yang mencari ilmu hadits, maka ia sedang mencari ilmu yang paling mulia di dunia ini. Maka seharusnyalah ia menjadi orang yang paling mulia akhlaqnya.’” (Al-Jami’ li Akhlaqi ar-Rawi , 1/78)

Lupakah kita kalau sesungguhnya ilmu yang kita punya akan ditanya tentang konsekuensi amalannya?
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba hingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang ilmunya apa yang telah ia diamalkan, tentang hartanya darimana dia dapatkan dan kemana dikeluarkan, dan tentang badannya untuk apa ia gunakan.” (HR. Tirmidzi , Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Jami’ash-Shaghir)
*bersambung*

Baarakallahufiikum

2 comments:

  1. ikut menyimak,, bisa nambah ilmu agama :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga bermanfaat bagi agan dan terutama untuk saya...

      Delete