Wednesday, 12 September 2012

sombong dengan ilmu part 4, rek

Bismillaah
Masih lanjut ama postingan kemaren nihh. Postingan terakhir dari seri sombong dengan ilmu...

Tidakkah kita pernah mendengar kisah seorang yang dilemparkan ke tengah" api neraka, keluar seluruh isi perutnya dan berputar-putar seperti keledai yang menggiling gandum? Siapakah ia?


Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid radhiyallaahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
Didatangkan seseorang pada hari kiamat, kemudian dilemparkan ke dalam api neraka hingga keluar seluruh isi perutnya dan berputar-putar seperti keledai yang sedang menggiling gandum. Maka penduduk neraka mengelilinginya seraya berkata: “Apa yang menimpamu wahai fulaan? Bukankah engkau menyuruh kam ipada yang baik dan mencegah kami dari yang mungkar?” Ia menjawab: “Sungguh aku memang menyuruh yang baik, tapi aku tidak mengerjakannya. Dan aku melarang yang mungkar, tapi aku justru mengerjakannya.” (HR. Bukhari Muslim)
Dengan kata lain, orang tersebut adalah seorang da’i yang berdakwah dengan ilmunya. Namun ia tidak mengamalkan apa yang telah diketahuinya.

Berkata Sa’id ibnu Jubair rahimahullaah : “Seseorang akan tetap disebut ulama (orang yang berilmu) selama dia belajar. Adapun jika dia berhenti mencari ilmu dan menganggap dirinya telah cukup, maka dia menjadi orang yang paling bodoh.” (Min Hadyi Salaf , hal. 77)

Berkata Ibnu Jama’ah rahimahullaah : “Janganlah seorang sombong menolak untuk mengambil faedah ilmu yang ia belum ketahui dari orang yang di bawahnya! Bahkan hendaklah ia bersungguh-sungguh mencari faedah ilmu, karena hikmah adalah milik seorang mukmin di manapun ia temui hendaklah ia mengambilnya.” (Jami’ Bayanil ‘Ilmi , Khatib Al-Baghdadi, melalui Min Hadyi Salaf , hal. 77)

Berkata murid dari Imam Syafi’i yang bernama Khumaidi rahimahullaah : “Aku menemani Imam Syafi’i dari Makkah ke Mesir. Maka aku mendapatkan faedah dari beliau masalah" fiqh, dan beliau mengambil faedah dariku ilmu hadits. Dan telah shahih riwayatnya bahwa para shahabat juga mengambil riwayat dari kalangan tabi’in.” (Tadzkiratu as-Sami’ wal Mutakallim , Ibnu Jama’ah, melalui Min Hadyi Salaf , hal. 77)

Berkata Waqi’, Sufyan ibnu Uyainah dan Abu ‘Abdillah Al-Bukhari rahimahumullaah : “Sungguh seorang ahli hadits tidak dikatakan sempurna atau seseorang tidak dikatakan berilmu, hingga ia mengambil dari orang yang di atasnya, dari yang sekelasnya dan juga dari yang di bawahnya.” (Jami’ Bayanil ‘Ilmi , Khatib Al-Baghdadi, melalui Min Hadyi Salaf , hal. 77)

Semoga kita termasuk golongan mereka yang mengamalkan ilmu yang dimilikinya....
Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment