Friday, 16 November 2012

meninggalkan penyimpangan dan ketergelinciran ulama, part 2, rek

Bismillaah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

“Sudah dimaklumi bahwa seseorang yang besar dalam hal ilmu dan agama dari kalangan para sahabat, para tabi’in, dan generasi setelah mereka sampai hari kiamat, baik dari kalangan ahlul bait atau selainnya, kadang" memiliki ijtihad yang didasari oleh prasangka semata. Hal itu tidak selayaknya untuk diikuti walaupun dia termasuk wali Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang bertakwa.

Ketika terjadi hal seperti ini, akan menjadi ujian bagi dua golongan:

1. Yang mengagungkan akan berusaha membenarkan hal itu dan mengikutinya.

2. Yang mencela menjadikan kesalahan itu sebagai alasan yang mencacati kewalian dan ketakwaannya.

Bahkan, menurut mereka, bisa jadi kebaikan dan keberadaannya sebagai calon penghuni surga juga batal. Mereka menganggap bahwa imannya telah rusak sehingga keluar dari agama. Kedua golongan ini sesat karena keliru dalam bersikap.”

(Minhajus Sunnah, 4/543)

Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment