Friday, 14 December 2012

kultum shalat tarawih, rek

Bismillaah
Pada sebagian umat Islam, sebelum/setelah tarawih pasti ada kultum. Apa ada contoh dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam? Apa itu bid’ah?

Jawaban :
Namanya kultum atau nasihat, kapan saja boleh. Setelah tarawih, sebelum tarawih, atau sebelum salat witir, semua boleh. Kita memberikan nasihat ketika berkumpulnya mereka, tetapi jangan dianggap bahwa itu sesuatu yang wajib atau sesuatu yang syari’at harus begitu. Tidak diperintahkan pada waktu tertentu setelah tarawih.

Tidak diperintahkan pada waktu tertentu sebelum tarawih. Tidak diperintahkan pada waktu tertentu sebelum witir. Itu sekedar nasihat yang kapan saja boleh sehingga jangan sampai diyakini bahwa itu adalah sesuatu yang disyariatkan harus begitu. Kalau khawatir dikira oleh masyarakat bahwa itu adalah sesuatu yang wajib (sesuatu syariat) maka sesekali diliburkan.

Jika ada yang bertanya, “Kok nggak ada kultum?”
Maka dijawab, “Iya, libur.”
Jika tanya lagi, “Kok bisa libur?”
Dijawab, “Ya karena memang tidak diwajibkan dan tidak ada perintah harus begitu.”

Atau diganti sesekali ba’da tarawih, sesekali sebelum tarawih, sesekali setelah shalat tarawih sebelum witir, setelah kultum baru witir. Silakan. Na’am, wallahu ta’ala a’lam.

(Ustadz Muhammad 'Umar as Sewed)
Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment