Wednesday, 23 January 2013

ceramah di antara tarawih, part 1, rek

Bismillaah
Kami di Kuwait ada kebiasaan menyampaikan ceramah setelah raka'at keempat pada shalat Tarawih. Apakah hal tersebut diperbolehkan? Jika boleh, bagaimana bentuk ceramah ini?

Jawaban :
Saya berpandangan bahwa hendaknya hal tersebut tidak dilakukan, karena :

Pertama : hal tersebut bukan termasuk petunjuk Salaf.

Kedua : bahwa sebagian orang (yang datang ke masjid) kadang hanya ingin shalat Tarawih, setelah itu pulang ke rumah. Jadi jika diberi ceramah, maka bisa menghalangi keinginan mereka itu, membuat mereka bosan, dan merupakan bentuk pemaksaan bagi mereka untuk mendengarkan ceramah itu. Yang namanya ceramah, jika tidak diterima maka kejelekannya akan lebih banyak daripada manfaatnya.

Oleh karena itu, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Alihi Sallam dahulu menyelang-nyeling dalam menyampaikan ceramah kepada para shahabat beliau, tidak memberatkan mereka, dan tidak mengulang-ulangnya. Jadi menurut saya, meninggalkannya lebih utama. Jika imam memang ingin memberi ceramah kepada orang", hendaknya menjadikannya di bagian akhir, jika shalat telah selesai seluruhnya sehingga nantinya terserah mereka, tetap berada di masjid atau pergi.

(Liqa' Bab Al Maftuh 6/229)
Baarakallahufiikum

2 comments:

  1. Replies
    1. bukaaann
      Kalau dijadikan kebiasaan, kang, takutnya jatuh ke sana...

      Delete