Wednesday, 2 January 2013

cinta dunia, rek

Bismillaah
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Setiap orang yang lebih memilih dan mencintai dunia dari kalangan orang yang berilmu, pasti dia akan berkata tentang Allah Subhanahu Wa Ta'ala (Dzat, nama, sifat, perbuatan dan syariat-Nya) dengan ucapan yang tidak benar dalam fatwa", hukum, berita, dan konsekuensi"nya. Karena kebanyakan hukum" Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyelisihi keinginan" manusia. Lebih" bagi orang yang berambisi mendapatkan kedudukan atau jabatan, serta orang yang diperbudak oleh hawa nafsunya. Ambisi" mereka tidak akan terpenuhi kecuali dengan menyelisihi al-haq dan banyak menolaknya. Apabila seorang yang berilmu atau hakim lebih mencintai kedudukan, jabatan, atau hawa nafsunya, maka ambisi tersebut tidak akan terpenuhi kecuali dengan segala kebenaran yang bertentangan dengannya.

Sesungguhnya mengikuti hawa nafsu akan membutakan mata hati, sehingga dia tidak lagi bisa membedakan antara sunnah dengan bid’ah. Atau, akan menyebabkan pandangannya terbalik, sehingga dia melihat yang bid’ah sebagai sunnah dan yang sunnah sebagai bid’ah. Inilah penyakit orang" yang berilmu bila mereka lebih memilih dunia dan hawa nafsunya.

[Al-Iqtidha, 1/114]
Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment