Monday, 14 January 2013

kemudahan untuk wanita hamil dan menyusui, rek

Apakah diperbolehkan bagi wanita hamil dan wanita menyusui untuk berbuka (tidak berpuasa)? Apakah wajib bagi keduanya untuk meng-qadha' (mengganti) puasanya atau ada kaffarah (penebus) dari puasa mereka?

Jawab :
Hukum wanita hamil dan wanita menyusui adalah seperti hukum orang yang sakit. Jika berat bagi mereka untuk berpuasa mereka disyariatkan untuk berbuka, dan mereka wajib meng-qadha' (mengganti) puasanya tersebut ketika mereka mampu untuk melakukannya, seperti halnya orang sakit.

Sebagian ahlul ilmi berpendapat bahwa memberi makan setiap hari satu orang miskin sudah mencukupi bagi mereka. Tapi ini adalah pendapat yang lemah. Yang benar adalah wajib bagi mereka untuk meng-qadha' puasanya berdasarkan firman Allah Ta'ala:
"Barang siapa yang sakit atau sedang di perjalanan maka (diganti puasanya) sejumlah hari dia berbuka di hari"yang lain"
Ini juga telah ditunjukkan oleh hadits Anas bin Malik Al Ka'by radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

"Sesungguhnya Allah meringankan dari musafir, puasa dan setengah sholat, serta dari seorang yang hamil dan menyusui, puasa." Diriwayatkan oleh imam yang lima.

(Tuhfatul Ikhwan Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah)
(Penerjemah: Ayub Abu Ayub)

Tambahan :
Ibu hamil & menyusui cukup membayar fidyahpun dibolehkan. Ini termasuk masalah ijtihadiyah yang kita harus berlapang dada dalam menyikapinya. Karena ada juga fatwa dari Ibnu Abbas riwayat At-Thabari dan Ibnu Umar riwayat Syafi'i dan Abdurrazzaq. Tidak diketahui ada yang menyelisihi mereka berdua di kalangan sahabat hal tersebut. Wallaahu a'lam

(Ustadz Abdullah Sya'roni)
Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment