Friday, 18 January 2013

tidak puasa karena beratnya pekerjaan, part 1, rek

Bismillaah
Terkait dengan orang" yang pekerjaan mereka melelahkan, yang tidak mendapati pekerjaan selain yang mereka geluti, apakah mereka diberi keringanan untuk tidak berpuasa seperti laki-laki dan perempuan yang sudah lanjut usia dan tidak mampu untuk berpuasa? Berilah faidah kepada kami, semoga Allah memberi pahala kepada Anda.

Jawaban :
Suatu pekerjaan tidaklah menjadikan seseorang boleh untuk tidak berpuasa walaupun pekerjaan itu berat. Kaum muslimin (di bulan Ramadhan) tetap bekerja di berbagai masa, dan tidak meninggalkan puasa karena pekerjaan. Sebab, pekerjaan bukanlah termasuk udzur yang disebutkan oleh Allah Jalla wa 'Ala yang menjadikan seseorang boleh untuk tidak berpuasa. Udzur" yang menjadikan seseorang boleh untuk tidak berpuasa terbatas jumlahnya, yaitu : bepergian, sakit, haid, nifas, pikun, penyakit kronis, demikian juga wanita hamil dan menyusui yang khawatir terhadap diri mereka atau anak mereka. Itulah udzur" yang disebutkan dalam banyak dalil yang menjadikan seseorang boleh untuk tidak berpuasa. Adapun pekerjaan, maka tidaklah menjadikan seseorang boleh untuk tidak berpuasa karena tidak adanya dalil yang menunjukkan akan hal itu. Seseorang yang bekerja wajib untuk tetap berpuasa bersama kaum muslimin. Jika kemudian pekerjaan itu terasa sangat berat baginya dan dia khawatir dirinya akan mati, dia boleh menyantap sesuatu yang bisa membuatnya tetap hidup. Tetapi sisa hari itu dia harus tetap menahan diri dari perkara yang membatalkan puasa. Kemudian dia mengqadha hari tersebut pada hari lain (di luar Ramadhan). Adapun orang yang sejak awal tidak berpuasa karena pekerjaannya, maka ini bukanlah udzur yang syar'i.

(Al Muntaqa min Fatawa Asy Syaikh Al Fauzan, bab Ash Shiyam, pertanyaan ke-15)
Baarakallahufiikum

2 comments:

  1. Apalagi pekerjaan itu adalah pekerjaan pokoknya ya ia jalani sepanjang ia hidup dan bekerja, kalau begitu kapan puasanya ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya semestinya dia bertakwa kepada Allah saja lah, kang

      Delete