Monday, 17 June 2013

menggunakan aplikasi berbasis end user computing pada aplikasi whatsapp messenger di telepon seluler pintar, rek

Bismillaah
End user computing (EUC) adalah salah satu bentuk komputasi yang merujuk kepada penggunaan komputer sehari-hari untuk kebutuhan bisnis dan personal. Di setiap levelnya, banyak pekerja yang berinteraksi dengan komputer pribadi/personal computers (PCs) untuk mengerjakan tugas atau pekerjaan mereka. Di masa kini, hampir setiap orang memiliki PC di meja mereka, baik di rumah maupun di tempat kerja.

Hal ini ditambah dengan begitu mudahnya mereka terkoneksi dengan jaringan internet. Dengan terkoneksinya komputer-komputer tersebut, mereka menjadi lebih mudah melaksanakan kegiatan sehari-hari mereka mulai dari belanja (dengan fasilitas e-commerce yang ditawarkan banyak produsen) sampai dengan menyelesaikan pekerjaan kantor di rumah. EUC sungguh telah merubah sebagian besar kehidupan manusia sekarang ini.

Salah satu hal yang dimudahkan oleh EUC adalah cara manusia berkomunikasi. EUC telah memfasilitasi manusia untuk berkomunikasi secara mudah melalui surel (surat elektronik) dan pesan instan. Surel membuat penggunanya bisa berkomunikasi secara privat dan cepat melalui jaringan internet sedangkan pesan instan adalah komunikasi antara dua atau lebih orang yang terkoneksi secara daring dalam jaringan internet dalam satu waktu.
Ada banyak sekali perangkat lunak yang mendukung aplikasi ini. Aplikasi yang mendukung surel antara lain Yahoo! Mail dan Gmail sedangkan aplikasi yang mendukung pesan instan antara lain BlackBerry Messenger dan WhatsApp Messenger. Dalam hal pesan instan, pengguna WhatsApp Messenger diestimasikan memiliki 100 juta orang di seluruh dunia. Ini membuat WhatsApp menjadi aplikasi pesan instan nomor 2 di dunia di bawah BlackBerry Messenger

WhatsApp Messenger (WAM) adalah aplikasi pesan instan multi-platform yang tersedia untuk telepon seluler pintar (smartphone). WAM tidak hanya melayani pesan teks, namun penggunanya juga bisa mengirim gambar, video dan pesan audio. Perangkat lunak aplikasi ini tersedia untuk sistem operasi Android, BlackBerry, iOS, Symbian dan Windows Phone. WhatsApp Inc., perusahaan yang menelurkan WAM, didirikan oleh Brian Acton dan Jan Koum pada tahun 2009.

WAM memiliki banyak keunggulan. Setelah mengunduh WAM, pengguna bisa langsung berkirim pesan secara gratis dengan pengguna aplikasi ini, apapun platform-nya. Selain itu, WAM memiliki kustomisasi yang halus, interface yang simple dan fitur grup percakapan. Seperti halnya iMessage pada iOS, WAM memperlihatkan pesan teks pada balon percakapan, memberikan waktu penanda kapan pesan teks tersebut berhasil terkirim dan terbaca, memberikan notifikasi ketika ada pesan teks yang masuk dan memberikan peluang bagi penggunanya untuk memasukkan foto, audio dan video dalam percakapan.

Namun, WAM juga memiliki kekurangan. Aplikasi ini bukan bawaan telepon seluler pintar seperti iMessage pada semua perangkat iOS dan BlackBerry Messenger pada semua perangkat BlackBerry. Terlebih dahulu pengguna harus mengunduhnya di Market yang tersedia mulai dari Google Play Store, BlackBerry App World dan Apple App Store. Selain itu aplikasi ini hanya gratis untuk tahun pertama saja dan selebihnya berbayar.

Menurut review yang dirilis oleh www.cnet.com pada tanggal 19 April 2013, WAM dikategorikan tidak jauh berbeda dari aplikasi-aplikasi pesan instan yang ada pada telepon seluler pintar. Bagi mereka yang menyukai mengirim banyak pesan instan, WAM adalah aplikasi yang harus dimiliki tanpa harus khawatir mendapat biaya lebih untuk berkirim pesan instan antarnegara.

Salah satu hal yang harus digarisbawahi tentang EUC adalah EUC juga memiliki banyak resiko. Salah satu resiko yang mungkin muncul adalah adanya limbah (waste). Limba ini merujuk pada penggunaan uang, waktu dan sumber daya-sumber daya lain yang tidak berkontribusi secara langsung pada meningkatnya produktivitas pengguna. Pengguna pertama WAM mungkin saja akan menggunakan WAM untuk fasilitas bercakap-cakap di waktu-waktu yang produktif, yang mana ini adalah salah satu pemicu munculnya resiko tersebut. Namun, bagi para pengguna WAM yang sudah profesional, penggunaan WAM sangat dimungkinkan untuk berbagi tentang info pekerjaan di kantor, maupun mengirim gambar ataupun audio yang berhubungan dengan pekerjaan seseorang secara cepat dan gratis.

Selain itu, resiko yang mungkin muncul adalah masalah kesehatan. WAM membuat penggunanya fokus pada layar telepon seluler pintarnya. Hal yang sangat dikhawatirkan akan muncul pada aktivitas ini adalah pengguna jadi terpapar radiasi yang dipancarkan oleh telepon seluler pintarnya secara langsung, yang membuat jaringan di otak menjadi lebih cepat panas, dan tidak memungkinkan juga bahwa pengguna akan menjadi kurang peduli dengan lingkungan di sekitarnya.

Perkembangan komputer pada dekade belakangan ini bermuara pada berkembangya EUC. Bermula dari komputer yang tersentralisasi dan pengguna yang tidak memiliki akses langsung ke perusahaan di awal tahun 1950an ke komputer-komputer pribadi yang mayoritas terdesentralisasi dan terkoneksi pada jaringan, baik internet maupun intranet, inilah EUC bermula.

Adanya EUC ini memudahkan manusia dalam menjalani gaya hidupnya terutama dalam berkomunikasi, dalam hal ini berkirim pesan instan. WAM, sebagaimana dijelaskan di atas, memfasilitasi hal tersebut dengan berbagai fiturnya. Penggunanya tidak hanya merasakan kemudahan untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari, namun juga bisa mempercepat produktivitas pada tempat kerja jika memang WAM digunakan secara profesional.

Terlepas dari berbagai keuntungan yang didapat seperti kemudahan berkomunikasi, mendekatkan yang jauh dengan komunikasi tak berbayar, pengguna WAM harus sadar dengan segala resiko yang dihadapi jika terlalu berlebihan dalam menggunakannya. Bila pengguna terlalu lama menggunakan WAM sebagai satu-satunya cara berkomunikasi, hal ini tentu saja akan berdampak pada renggangnya komunikasi di komunitas sosial di tempat pengguna berada. Manusia sebagai makhluk sosial tentu saja butuh untuk bertatap muka dan bertukar informasi secara langsung daripada melalui aplikasi. Jika hal ini terus saja berlanjut ditakutkan terjadi degradasi kualitas manusia sebagai makhluk sosial.

sumber:
http://reviews.cnet.com/software/whatsapp-messenger-ios/4505-3513_7-35670774.html
http://news.menshealth.com/cell-phone-brain-damage/2012/12/18/
Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment