Monday, 24 June 2013

menggunakan aplikasi komputasi awan sebagai bagian dari penerapan sumber daya komunikasi dan komputasi, rek

Bismillaah

Sejak dimulainya peradaban, manusia selalu mencari cara untuk menyimpan informasi untuk generasi mendatang. Teknologi penyimpanan ini berjalan lambat sampai dengan ditemukannya komputer kemudian teknologi penyimpanan informasi berkembang pesat. Dimulai dari tahun 1956, manusia mulai menyimpan informasi yang dihasilkan oleh komputer melalui hard disk. Komputer pertama dengan hard disk drive standar adalah IBM 350 Disk File dengan total kapasitas penyimpanan 5 juta karakter. Sejak itu, teknologi penyimpanan informasi menjadi DRAM, Twistor memory, 5,25” floppy disk, 3,25” floppy disk, CD, CD ROM, Zip, DVD, USB key, Blue-ray sampai dengan komputasi awan (cloud computing).

Komputasi awan adalah hal baru di dunia penyimpanan informasi belakangan ini. Joanna Stern dalam artikelnya untuk abcnews menuturkan bahwa cara terbaik untuk memahami komputasi awan adalah kembali ke awal sejarah media penyimpanan informasi. Dahulu, semua data, mulai dari foto, dokumen sampai musik, disimpan pada sebuah kepingan fisik perangkat keras, seperti floppy disk, CD, atau hard drive pada komputer.

Tapi sekarang, ia melanjutkan, bahwa manusia terbiasa mencari foto di facebook atau flickr, mendengarkan music di Pandora, menonton film di Neflix atau Amazon. Jika kasusnya seperti ini, semua data tersebut, foto, musik, dan dokumen, tidak berada di komputer kita, melainkan di suatu tempat yang disebut awan (cloud). Awan merujuk pada internet. Salah satu contoh paling mudah dalam mengidentifikasi hal ini adalah surel atau servis surat web berada di awan.

Sekarang, awan atau komputasi awan merujuk pada aplikasi yang berada di server-server pada internet. Beberapa perusahaan yang memiliki servis tersebut seperti Google, Apple, Facebook, Flickr memiliki server atau peternakan server (server farms) Di sanalah media kita sebenarnya tersimpan.

Marty Trewe dalam artikelnya untuk agbeat menjelaskan bahwa banyak perusahaan yang bermigrasi ke komputasi awan. Berkaitan dengan masalah-masalah yang muncul pada setup awal, masa unduh, skalabilitas dan yang paling penting, biaya, Trewe mempresentasikan beberapa fakta oleh Yarkshire sebagai berikut:
1. Rerata masa unduh dengan sistem IT tradisional membutuhkan 4 kali lebih lama daripada komputasi awan.
2. Biaya implementasi dan peningkatan menjadi lebih mahal dengan sistem IT tradisional daripada komputasi awan.
3. 61% dari praktisi IT yang disurvei melihat bahwa servis awan bisa tumbuh dan mengecil secara instan, memudahkan bisnis untuk beradaptasi.
4. Komputasi awan bisa memperkecil biaya pegawai IT hingga 50% dan biaya energi bisnis kecil bisa tereduksi sampai 90%.

Dalam dunia bisnis, sistem komputasi awan memiliki banyak kegunaan. Berikut adalah beberapa contoh sistem dalam perusahaan yang terindikasi menggunakan komputasi awan :

1. Sistem surel perusahaan
Komunikasi melalaui surel sekarang memegang peran penting di hampir dalam semua level kehidupan. Surel daring sudah ditawarkan oleh beberapa nama besar dalam bisnis IT seperti Microsoft, Yahoo dan tentu saja, Google. Dengan menggunakan surel, perusahaan harus menyediakan koneksi internet. Tentu saja, biaya penyediaan ini lebih murah daripada perusahaan membuat media penyimpanan data sendiri (jika perusahaan memutuskan untuk membuat surel sendiri tanpa menggunakan layanan perusahaan-perusahaan besar yang disebutkan di atas)

2. Ketidakbutuhan atas sistem penyimpanan data lokal
Data-data yang disimpan dalam server di dalam perusahaan beresiko hilang jika perusahaan tidak menerapkan sistem keamanan data yang baik. Biaya atas sistem pengamanan ini bisa ditekan jika perusahaan bekerjasama dengan perusahaan penyedia data awan. Mayoritas perusahaan penyedia jasa awan ini biasanya memiliki sistem pengamanan data yang bagus yang tidak dimiliki oleh perusahaan kliennya.


3. Kolaborator
Sistem komputasi awan dapat membuat penggunanya menjadi kolaborator. Tahun lalu, Google meluncurkan servis yang mempersilakan sebuah grup bekerja dalam sebuah dokumen. Dengan menggunakan Google Wave, kita bisa membuat sebuah dokumen lalu mengundang yang lain untuk memberikan komentar, mengamini, memberikan opini atau bergabung untuk menyelesaikan dokumen tersebut.

4. Bekerja dalam kantor virtual
Jika menggunakan komputasi awan, pekerja bisa mengakses data perusahaan di manapun dia berada selama ia terhubung dengan koneksi internet. Ini tentu saja akan berdampak positif bagi perusahaan karena bisa saja ide-ide yang mendukung bagi perusahaan muncul ketika karyawan berada di rumah atau pada saat dinas. Dengan menggunakan komputasi awan ini, biaya pembangunan koneksi intranet bisa ditekan.

Seiring berkembangnya zaman, evolusi di dunia IT seakan-akan tumbuh dengan sangat cepatnya. Media penyimpanan data yang dahulu terdesentralisasi, sekarang tersentralisasi dengan adanya komputasi awan. Dengan komputasi awan, seseorang bisa selalu terhubung dengan data-datanya selama ia terkoneksi dengan jaringan internet.

Komputasi awan ini memiliki banyak keuntungan yang mana sekarang banyak perusahaan beralih padanya seperti pengurangan biaya media penyimpanan data lokal, kemungkinan adanya kantor virtual sampai mempersilakan pegawainya untuk menjadi kolaborator untuk dokumen perusahaan tertentu. Dengan banyaknya keuntungan yang ditawarkan oleh komputasi awan, perpindahan perusahaan ke sana bisa jadi keputusan yang tepat untuk keberlangsungan perusahaan.

sumber:
Stern, Joanna. 2012. What is the ‘Cloud’? (http://abcnews.go.com/Technology/cloud-computing-storage-explained/story?id=16647561#.UaHTSthacXk)
Trewe, Martin. 2012. Why business are moving to cloud computing. (http://agbeat.com/tech-news/why-businesses-moving-cloud-computing/)
Polrid. 2010. 5 Examples of Cloud Computing. (http://www.technobuffalo.com/2010/01/17/five-examples-of-cloud-computing/)
Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment