Monday, 10 June 2013

menggunakan teknologi informasi e-commerce sebagai media reservasi hotel secara daring pada situs www.agoda.com, rek

Bismillaah

Electronic commerce (e-commerce) adalah penggunaan komputer untuk memfasilitasi semua operasi perusahaan. Semua operasi yang dimaksud meliputi operasi internal (keuangan, penjualan, produksi, dll.) dan operasi eksternal (pelanggan, pemerintah, pemasok barang, dll)

Pada tanggal 7 Februari 2013, Yahoo! Finance Singapore mengeluarkan artikel tentang 9 situs e-commerce yang populer di Indonesia. Dalam artikel tersebut, 9 perusahaan telah menggunakan komputer, atau lebih spesifiknya internet, untuk melakukan semua kegiatan operasi primernya. Salah satu dari perusahaan dari artikel di atas adalah Agoda, dengan situs www.agoda.com. Agoda adalah situs pemesanan hotel yang berfokus pada pasar Asia Pasifik. Pengguna situs tersebut bisa mencari daftar hotel yang tersedia di kota-kota yang mereka inginkan, lalu menambah opsi saringan seperti nama hotel, jangkauan harga, fasilitas hotel, dan rating bintangnya. Agoda juga menjanjikan untuk menawarkan harga lebih rendah yang tersedia secara daring, yaitu dengan cara mencocokkan atau mengalahkan harga hotel lain yang disediakan penggunanya juga secara daring. Dalam situs pemeringkatan situs Alexa di www.alexa.com, Agoda menempati peringkat ke-78 di Indonesia, atau peringkat 566 secara global.

Raymond McLeod, Jr. dalam bukuya, Management Information System, merumuskan bahwa e-commerce memilki banyak keuntungan yaitu meningkatkan servis, terutama kepada pelanggan, meningkatkan hubungan kepada supplier dan komunitas keuangan dan menambah investasi. Ini sudah dibuktikan sendiri oleh Agoda. Dalam situsnya, Agoda mendeskripsikan bahwa sistem e-commerce yang diadopsi oleh perusahaan tersebut membuat Agoda secara unik bisa mengkombinasikan budaya lokal dengan teknologi terbaru untuk menyediakan transaksi hotel terbaik di internet. Hal tersebut telah dibuktikan oleh media semisal The Sunday Times yang menulis "We found that for top-end, luxury accommodation, they were on average 10% cheaper" atau The New York Times yang menulis “a good place to begin your search… including specially negotiated last-minute rates that can offer savings.” Selain itu, Agoda dipilih sebagai Situs Perjalanan Daring Terfavorit di the TravelMole dan EyeforTravel Online Travel Innovation Awards 2012.

Jason Lamuda, CEO situs BerryBenka.com, merupakan sebuah situs e-commerce tentang fashion di Indonesia, menuturkan pada wawancara dengan Web In Travel bahwa faktor kunci yang memiliki efek terbesar terhadap pertumbuhan e-commerce di Indonesia adalah adanya perhatian yang besar terhadap penetrasi internet di masa kini dan masa akan datang serta adanya dukungan dari bank dengan pembayaran yang lebih terpercaya dan lebih mudah. Namun, dalam situsnya, Agoda hanya menerima pembayaran dari kartu kredit (Visa, Master Card, AMEX, JCB dan Carte Bleue) serta PayPal sehingga menyulitkan pelanggan yang terbiasa melakukan transfer antar bank dalam memesan hotel.

Jason juga menambahkan bahwa faktor-faktor kunci yang mempengaruhi keputusan pelanggan adalah pilihan produk, harga produk, dan faktor terpercayanya sebuah situs. Ia menambahkan bahwa faktor yang terakhir adalah faktor terbesar yang mempengaruhi calon pelanggan. Agoda, sepanjang penilaian penulis, sudah memenuhi faktor-faktor yang disebutkan oleh Jason. Dalam halaman pertama Agoda disebutkan bahwa Agoda memfasilitasi 265.000 hotel di seluruh dunia di lebih dari 37.000 kota dan dipercayai oleh lebih dari 7.000.000 pelanggan dengan lebih dari 4.000.000 review.

Dalam e-commerce, tidak dapat dipungkiri bahwa akan terjadi pertukaran data elektronik (Electronic Data Interchange/EDI) dan transfer dana elektronik (Electronic Funds Transfer/EFT). Pertukaran data dan transfer data elektronik ini harus didukung dengan keamanan yang tinggi untuk menjamin data konsumen. Dalam menjamin keamanan data pelanggannya, Agoda menjelaskan dalam Privacy Policy-nya bahwa Agoda membuat prosedur fisik, elektronik dan organisasional dalam menjaga Data Personal. Untuk menjaga keamanan transaksi data kartu kredit, Agoda menggunakan teknologi Secure Socket Layer untuk mengenkripsikan data kartu kredit selama transit.

Menggunakan teknologi e-commerce merupakan sebuah inovasi di dunia teknologi pada awalnya. Namun, seiring berkembangnya waktu dan semakin meluasnya dampak internet kepada masyarakat, hal ini menjadi strategi yang umum. Meskipun begitu, Agoda terbukti sukses bertahan dalam bisnis ini karena menggunakan strategi bisnis yang jitu seperti bekerjasama dengan banyak biro perjalanan wisata dan memberikan hadiah untuk pelanggannya yang setia dengan diskon. Selain itu, Agoda juga sukses bekerjasama dengan ratusan ribu hotel di puluhan negara, sebuah ekspansi yang akan susah disaingi kompetitornya. Kesuksesan Agoda ini bisa terlihat dari banyaknya artikel di media massa yang memuat pujian terhadap betapa mudahnya memesan hotel di Agoda dan review yang positif dari penggunanya.

Agoda juga cukup sukses dalam membuat interface yang bagus dalam halaman pertama situsnya. Teknologi e-commerce yang mumpuni tanpa interface yang bagus tentunya hanya akan membuat calon pelanggan lari. Selain itu, jaminan keamanan atas data konsumen yang ada pada Agoda dinilai cukup memuaskan karena telah menggunakan teknologi terkini. Meskipun demikian, Agoda tetap harus menerapkan inovasi-inovasi dalam strategi bisnisnya. Hal ini disebabkan, di masa depan, di mana mayoritas masyarakat dunia diperkirakan sudah menjadi masyarakat siber yang aktif, reservasi hotel sudah tidak menggunakan cara manual lagi melainkan daring.

sumber:
Enricko. 9 Popular E-Commerce Sites in Indonesia. http://sg.finance.yahoo.com/news/9-popular-e-commerce-sites-061049612.html
McLeod, Raymond, Jr. Using Information Technology to Engage in Electronic Commerce. Management Information System
Buy, Minh. E-Commerce in Indonesia: Is The Princess Waking Up? http://www.webintravel.com/blog/ecommerce-in-indonesia-is-the-princess-waking-up_3533
Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment