Tuesday, 27 August 2013

asuransi dan entertainment, rek

Bismillaah
Ada seorang karyawan swasta yang bekerja di perusahaan asuransi umum. Dalam rutinitas kerjanya, perusahaan memberikan budget entertainment tiap bulan untuk melakukan penetrasi ke intermediary (rekan bisnis). Dia biasanya meng-entertaint kolega/rekan bisnisnya (makan siang atau malam) dengan tujuan mendekatkan dan meningkatkan hubungan baik dengan mereka sehingga bisnis bisa masuk ke perusahaan asuransi dimana dia bekerja. Apakah entertainment yang dilakukan oleh karyawan perusahaan asuransi umum itu termasuk kedalam perkara suap menyuap?

JAWAB:
Sebelumnya, perlu saya ingatkan bahwa Asuransi komersial secara umum adalah hal yang tidak diperbolehkan dalam ketentuan syari'at kita. Sandaran pelarangan karena terdapat dalam asuransi tersebut sejumlah pelanggaran syari'at, yaitu :

1. Terdapat didalam perbuatan riba dengan dua jenisnya. Karena orang yang membayar asuransi akan mendapatkan jasa atau bayaran melebihi apa yang dia bayar. Ini disebut riba fadhl. Kemudian pembayaran atau tanggungan dari pihak asuransi didapatkan pada masa mendatang tatkala anggota asuransi memerlukannya. Ini disebut dengan nama riba nashi'ah.

2. Terdapat didalam perbuatan qimar yang diharamkan dalam syari'at kita. Karena orang yang membayar asuransi mungkin mendapat keuntungan dari keanggotaannya dan mungkin tidak mendapatnya. Itulah hakikat qimar yang diharamkan dimana seorang masuk dalam sebuah transaksi yang mungkin dia untung dan mungkin dia rugi, dengan memberi bayaran.

3. Terdapat didalamnya bentuk gharar (ketidakjelasan). Sedang gharar adalah yang terlarang dalam transaksi muamalat.

4. Terdapat didalamnya bentuk memakan harta manusia dengan kebatilan. Karena orang memakai jasa asuransi ketika mendapat bayaran yang lebih dari biaya keanggotaan yang dia keluarkan maka kelebihan biaya tersebut diambil dari bayaran anggota lainnya, sehingga kapan dia mengambilnya berarti dia telah memakan harta manusia tanpa haq.

Dan ada beberapa pelanggaran lainnya disebutkan oleh sejumlah ulama besar di masa ini sehingga mereka menfatwakan haramnya segala jenis asuransi kesehatan dan asuransi komersial.

Adapun masalah entertainment, tentunya banyak terjadi di masa pada berbagai bidang usaha untuk keperluan promosi. Masalah ini perlu dilihat dari dua sudut,

Pertama, pihak pengundang dengan entertainment yang diberikan hanya sekadar hadiah dan tidak mensyaratkan keharusan adanya transaksi setelah itu.

Kedua, pihak yang diundang hendaknya tidak terkait dengan instansi tertentu sehingga entertainment tidak memberikan pengaruh dalam amanah kerja yang dia pikul. Kalau pihak yang diundang berdiri sendiri, insya Allah tidak mengapa.
Wallahu A’lam.

(Ustadz Dzulqarnain)

No comments:

Post a Comment