Friday, 23 August 2013

khitan bagi wanita, rek

Bismillaah
Apa hukum khitan bagi perempuan? Saya baru membaca tentang dalil wajibnya, namun saya belum melihat dalil". Saya diberi tahu bahwa Imam Ahmad, Syaikh ibnu 'Utsaimin menghukuminya mustahab, mana yang rojih?

JAWAB:
Khitan salah satu dari sunnah fitrah sebagaimana telah sah dalam hadits. Tidak diragukan bahwa khitan adalah perkara yang disyariatkan dalam agama ini. Ia adalah contoh dari nabi Ibrahim 'alaihissalam di mana telah sah dalam Shahih Al Bukhari dan selainnya bahwa nabi Ibrahim itu berkhitan dan beliau diperintah untuk berkhitan ketika umur beliau sudah delapan puluh tahun. Karena ia adalah syariat nabi Ibrahim 'alaihissalam kita diperintah untuk mengikutinya, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,artinya :
"Kemudian Kami wahyukan kepada engkau (wahai Muhammad), hendaknya engkau mengikuti agama nabi Ibrahim yang lurus." (An Nahl:123)

Adapun tentang hukum khitan ini apakah wajib atau sunnah, terdapat silang pendapat di kalangan para ulama dan diterangkan oleh Ibnul Qoyyim dan selainnya bahwa khitan adalah wajib bagi laki-laki maupun perempuan. Sebab dia berlaku secara umum di dalam ayat perintah untuk mengikuti agama Nabi Ibrahim, kemudian yang kedua Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada seorang sahabat yang baru masuk Islam, "dan berkhitanlah kamu"

Dan asal dalam perintah menunjukkan wajibnya. Ini pendapat para ulama yang mengatakan bahwa khitan hukumnya adalah wajib.

Di sisi yang lain kebanyakan para ulama berpendapat bahwa khitan hukumnya sunnah bagi perempuan. Bagi laki-laki adalah wajib. Dan mereka berdalil dengan hadits

"khitan bagi laki-laki adalah wajib, dan bagi perempuan adalah kemuliaan" tetapi haditsnya ada kelemahan.

Saya sendiri hingga hari ini yang saya pegang, khitan itu wajib bagi laki-laki dan perempuan. dan telah saya terangkan bahwa kebanyakan ulama berpendapat hukumnya adalah sunnah.

Sumber: http://statics.ilmoe.com/kajian/users/problemamuslim/Audio/UstDzulqarnain_20juli2010_KarakteristikWanitaMuslimah2.mp3

(Ustadz Dzulqarnain)

No comments:

Post a Comment