Thursday, 12 September 2013

istiwa' tidak sama dengan bersemayam, rek

Bismillaah
Mengartikan istiwa dengan bersemayam bagaimana?

JAWAB:
Dalam KKBI,
“se•ma•yam, ber•se•ma•yam v
1 hor duduk: baginda pun - di atas singgasana dikelilingi oleh para menteri dan hulubalang;
2 hor berkediaman; tinggal: Sultan Iskandar Muda pernah - di Kotaraja;
3 ki tersimpan; terpatri (dl hati): sudah lama cita-cita itu - dl hatinya; keyakinan yg - dl hati;

me•nye•ma•yam•kan v
1 mendudukkan (di atas takhta, singgasana);
2 membaringkan; menginapkan (jenazah): pihak keluarga akan membawa jenazah almarhum setelah -nya di rumah duka;

per•se•ma•yam•an n
1 tempat duduk;
2 tempat kediaman”

Tampak dari keterangan di atas bahwa bersemayam mengandung makna duduk. Makna ini tidak terdapat dalam makna istiwâ`. Para ulama, Ibnul Qayyim dan selainnya menyebutkan bahwa istiwâ` memiliki empat makna, (1) Al-Uluw (2) Al-Irtifâ’ (3) Ash-Sha`ûd (3) dan Al-Istiqrâr. Tidak ada makna duduk padanya. Karena itu, menafsirkan istiwâ` dengan bersemayam tidak tepat dan pembahasaan yang kurang detail dalam fiqih ilmu aqidah.

Syaikh Shalih Al-Fauzan ditanya, “Bagaimana pendapat syaikh yang mulia tentang orang yang mengatakan bahwa bahwa istiwâ` bermakna duduk, apakah hal ini dianggap takwil?” Beliau menjawab, “Ini adalah kebatilan karena tidak warid (baca tidak ada dalil) penafsirannya dengan duduk. Kita tidak menetapkan (untuk Allah) sesuatu apapun dari diri" kita.” [Syarah Lum’atul I’tiqâd hal. 305]

(Ustadz Dzulqarnain)

Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment