Wednesday, 11 September 2013

penyebutan gusti Allah, rek

Bismillaah
Bolehkah penyebutan "Gusti Allah" dalam do'a dan sebagainya?

JAWAB:
GUSTI kalimat yang sering kita dengar dari lisan" orangtua/kakek, nenek kita, khususnya orang" Jawa, tidak terlepas barat, tengah dan timur, dan disisi mereka kalimat GUSTI ini, adalah bentuk pengagungan mereka terhadap Allah Ta'ala, tetapi "Gusti" bukan termasuk nama"/sifat" bagi Allah, maka tentunya bagi kita untuk menghindari kalimat seperti ini, ditakutkan masuk kepada firman Allah:
 قوله تعالى:وأن تقولوا على الله مالا تعلمون 
Kalian berucap tentang Allah yang tidak kalian ketahui (Al-A'raf: 33)

Kaidah dalam hal ini adalah Bab dalam pengabaran lebih luas dari bab Al-Asma` wa Ash-Shifat. Disyaratkan dalam bab pengabaran bahwa pensifatan tersebut tidak mengandung makna yang jelek sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim dan selainnya.

Kaidah lainnya, bahwa dalam bab yang seperti ini walaupun terlihat ada keluasan, tapi para ulama selalu berusaha untuk menapaki apa yang datang dari para salaf.

Penggunaan Tuhan, insya Allah tidak masalah karena dalam penggunaan kebanyakan kita adalah bermakna pencipta dan selainnya dari makna rububiyah, walaupun kita harus membiasakan kaum muslimin dengan lafazh Rabb. Adapun gusti dan semisalnya, ana memandang penggunaannya dalam bab pengabaran kurang tepat, karena lafazh tersebut kurang jelas pengkhususannya dan pengagungannya kepada Allah. Wallahu A'lam.

(Ustadz Ahmad Niza dengan tambahan Ustadz Dzulqarnain)

Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment