Thursday, 26 September 2013

undangan nikah orang Nashrani, rek

Bismillaah
Ana dapat undangan nikah dari temen yang Nasrani, acara pemberkatan (di gereja) ana tidak datang,dan acara resepsinya pun ana tidak datang. Bagaimana hukumnya jika di lain hari ana kunjung ke rumahnya dengan membawa kado pernikahannya? Apakah hal tersebut dibolehkan dalam Islam?

JAWAB:
Memberikan hadiah kepada seorang kafir adalah boleh sebagaimana Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu memberikan hadiah pakaian kepada kerabatnya yang masih kafir. Diniatkan dengan memberi hadiah ini adalah dalam rangka melunakkan hati mereka dan menunjukkan bagaimana indahnya Islam di dalam berinteraksi.

Hanya saja perlu diingat, tidak boleh memberikan hadiah dikarenakan hari" raya mereka karena ini adalah bentuk pengakuan dan keikutsertaan pada perayaan hari raya mereka yang pada hakekatnya adalah kebatilan. Wallahu a’lam.

(Ustadz Ayub)

Baarakallahufiikum

6 comments:

  1. Etikanya kalau di undang ya datang. Namun banyak juga kawan kawan saya yang tidak diundang pun datang karena kedekatan emosional si punya hajatan dengan kita kita. Bisa jadi sang punya hajatan terlupa atau tidak ingat , jadi karena sudah kenal ya datang aja.

    Saya tidak ada masalah diundang dari kelompok manapun. Tanpa memandang agama apa pun. Sejauh itu BUKAN termasuk ritual agama mereka dan bukan di dalam acara keagamaan mereka. Kalau hanya makan makan saja mengapa tidak

    ReplyDelete
  2. sudah saya duga jawaban Ustadz Ayub hafidzahullah akan memberikan kontroversi di tengah isu pluralisme -naudzubillah-

    ya kang Asep etikanya emang datang. Namun, ada banyak hal juga yang perlu diperhatikan semisal apakah undangannya bercampur baur atau tidak, ada tidaknya musik atau tidak, ada tidaknya makanan halal atau tidak

    insyaAllah, yang lebih afdhal menurut saya yang cetek ilmunya ini yaa datang sebelum atau sesudah hari H, kang. Lebih private gitu. Hehehe

    ReplyDelete
  3. Apakah ada dalil yang tidak memperbolehkan datang ke resepsi orang Nasrani? Aku pernah datang ke resepsi teman non Muslim dan dia menyediakan makanan padang dalam kardus. Benar-benar seperti resepsi pada umumnya, bersalaman dengan pengantin, berfoto bersama dan makan lalu pulang. Kalo masalah undangan bercampur atau tidak, ada musik atau tidak, di pernikahan umat Islam umumnya juga ada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. dalilnya sejauh ini aku kurang tahu yaa
      tapi bentar toh
      di postingan saya ini, mana sih kata" yang melarang menghadirinya? Bukankah jawaban Ustadz Ayub hafidzahullah sudah jelas?

      lhooo bercampur sama musik kan hukumnya haram, mau dilakukan secara umum sama orang Islam apa enggak jatuhnya ya sama aja hukumnya

      Baarakillahufiikum

      Delete
    2. ohya.. karena postingan ini berbicara mengenai menghadiri hadiah sebagai ganti tidak hadir resepsi, aku jd berkesimpulan nggak boleh datang resepsi... Maaf klo fallacy hehe

      Delete