Thursday, 3 October 2013

hukum puasa sunnah tarwiyah, rek

Bismillaah
Ana mau tanya tentang hukum puasa sunnah tarwiyah dan dalilnya...

JAWAB:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ما من أيام العمل فيهن أحب إلى الله من هذه العشر
Tidak ada hari" dimana amalan pada hari" tersebut lebih dicintai oleh Allah dari pada sepuluh hari ini (Dzulhijjah)” (HR. Bukhari dan ahlus sunan)

Hadits ini menunjukkan keutamaan amal ibadah pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Dan termasuk dari amal ibadah adalah puasa. Yaitu puasa dari tanggal 1-9 Dzulhijjah. Adapun tanggal 9 Dzulhijjah adalah puasa Arafah di mana Rasulllah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

صوم يوم عرفة يكفر سنتين: ماضية ومستقبلة
“Puasa hari Arafah menghapus dosa selama dua tahun: tahun yang lalu dan tahun yang akan datang” (HR. Muslim)

Adapun puasa pada hari raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah maka ini adalah terlarang sebagaimana Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu berkata :

هذان يومان نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن صيامهما: يوم فطركم من صيامكم، واليوم الذي تأكلون فيه من نسككم
Ini adalah dua hari yang dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berpuasa padanya : hari berbukanya kalian dari puasa kalian (idul fithr) dan hari ketika kalian memakan sesembelihan kalian (idul adha) (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun pengkhususan tanggal 8 Dzulhijjah (hari tarwiyah) untuk berpuasa ini tidak ada wallahu a’lam, akan tetapi masuk pada keumuman hadits keutamaan beramal ibadah 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah di antaranya adalah ibadah puasa. Wallahu a’lam.

(Ustadz Ayub)

No comments:

Post a Comment