Wednesday, 6 November 2013

hukum tentang wanita melihat laki-laki di televisi dan di jalanan, part 2, rek

Bismillaah
masih lanjut dengan postingan sebelumnya nihh

Sebagian ulama membolehkan untuk memandang laki" secara mutlak. Mereka berdalil dengan kisah Aisyah radhiallahu ‘anha yang melihat orang" Habasyah yang sedang bermain tombak (perang"an) di masjid sampai ia bosan dan berlalu.

وَاللَّهِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُومُ عَلَى بَابِ حُجْرَتِي وَالْحَبَشَةُ يَلْعَبُونَ بِحِرَابِهِمْ فِي مَسْجِدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتُرُنِي بِرِدَائِهِ لِكَيْ أَنْظُرَ إِلَى لَعِبِهِمْ ثُمَّ يَقُومُ مِنْ أَجْلِي حَتَّى أَكُونَ أَنَا الَّتِي أَنْصَرِفُ فَاقْدِرُوا قَدْرَ الْجَارِيَةِ الْحَدِيثَةِ السِّنِّ حَرِيصَةً عَلَى اللَّهْوِ

“Demi Allah, Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri di pintu kamarku, sementara orang" Habasyah sedang bermain tombak di masjid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau menutupiku dengan kainnya agar aku dapat melihat permainan mereka. Kemudian beliau berdiri (agar aku lebih leluasa melihat), sampai saya sendiri yang berhenti (setelah bosan) melihatnya. Karena itu, berilah keleluasaan kepada anak" wanita untuk bermain.” (Riwayat Muslim no. 1481)

Imam Nawawi rahimahullahu menjawab dalil mereka ini bahwasanya peristiwa itu mungkin terjadi ketika Aisyah belum baligh.

Namun Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullahu membantahnya dengan mengatakan ucapan Aisyah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menutupinya dengan selendang beliau menunjukkan peristiwa ini terjadi setelah turunnya perintah hijab. (Dan Aisyah dihijabi oleh beliau menunjukkan bahwa Aisyah telah baligh).

Imam Nawawi rahimahullahu memberi kemungkinan yang lain, beliau mengatakan: Dimungkinkan Aisyah hanya memandang kepada permainan tombak mereka bukan memandang wajah" dan tubuh" mereka. Dan bila pandangan jatuh ke wajah dan tubuh mereka tanpa sengaja bisa segera dipalingkan ke arah lain saat itu juga. (Lihat Fathul Bari 2/445).

Dengan demikian, hendaklah seorang wanita memiliki rasa malu dan jangan membiarkan pandangan matanya jatuh kepada sesuatu yang tidak diperkenankan baginya, termasuk memandang laki-laki yang bukan mahramnya.

Wallahu ta‘ala a‘lam bish-shawab.

(Nashihati Lin Nisa karya Ummu Abdillah Al-Wadi‘iyyah hafizhahallah, putri Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi‘i rahimahullahu)

Baarakallahufiikum

2 comments:

  1. berarti kalau lihat uztad ceramah di Tv gak boleh akh?
    termasuk lainnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo diniatkan untuk mengaji, ahsannya dengar rekamannya aja, ukh...

      Delete