Thursday, 31 August 2017

jakarta itu kota perjuangan, rek

Bismillaah
Jakarta itu kota yang unik. Kerasa banget kalo semua orang di kota ini berjuang.
Berjuang untuk hidup. Berjuang untuk dicintai. Berjuang untuk seseorang. Berjuang untuk sesuatu.


di suatu malam, ketika saya turun dari GoJek di Stasiun Cikini, gak jauh dari pintu masuk pejalan kaki di pintu utara, terdengar seorang wanita yang menyanyi dengan memakai speaker portabel. Obviously, dia mengamen malam itu. Perbedaannya dari pengamen biasanya adalah...dia buta. Wanita itu berdiri saja malam itu sambil menyanyi dengan suara seraknya. Entah berapa lama dia menyanyi dan sampai kapan dia menyanyi mengingat waktu itu sudah menunjukkan pukul setengah 9 malam...

kapan itu juga, medio 2014, saya dan istri melakukan ritual jalan" malam dengan motor keliling Bintaro. Bosan di kontrakan sih, jadinya sengaja nyari angin malam. Di tengah perjalanan, istri saya menunjuk ke sesuatu di pinggir jalan, "Ya Allah, apa itu, mas?" Di sana di pinggir jalan dekat Boulevard Bintaro Sektor 7, ada seorang Bapak yang menarik gerobak. Masalahnya, di dalam gerobak itu bukan sampah sebagaimana gerobak pada umumnya. Melainkan, (terduga) keluarga bapak itu yang tertidur pulas, tak menghiraukan dinginnya malam itu....

di suatu malam juga, saat kami pulang buka puasa dari Masjid Sunda Kelapa, tepat di terowongan Dukuh Atas, kami melihat sesuatu yang menyedihkan banget. Tepat di trotoar kecil di terowongan itu, ada seseorang yang tidur lelap sekali. "Ya Allah, mas, semiskin"nya orang di Aceh, gak ada lho yang semenyedihkan itu...," kata istri saya.

ketiga cerita di atas menunjukkan bahwa kebanyakan orang berjuang di Jakarta dan kebanyakan dari mereka juga belum mendapat harga yang pantas dari perjuangan mereka. Semoga Allah menolong mereka yang berjuang dengan cara yang halal di Jakarta...

kalau kalian, apa yang kalian perjuangkan di Jakarta?

إن هذه الفتنة إذا أقبلت عرفها كلّ عالم، وإذا أدبرت عرفها كلّ جاهل
"Sesungguhnya fitnah (huru-hara) ini disaat mulai munculnya, dikenali oleh Para Ulama. Dan disaat telah usainya fitnah ini, orang-orang jahil baru mengetahuinya."
-al-Hasan al-Bashry rahimahullah-
Baarakallahufiiikum

Tuesday, 29 August 2017

suara yang merdu, rek

Bismillaah
Salah satu alasan mengapa saya dulu mencari istri anak pondok ya supaya mereka bisa punya background dalam mendidik anak" saya di atas Quran dan Sunnah. They had the experience, they had the knowledge, and they had the (non) academic background...
well, istri saya bukan dari anak pondok. Namun, dia punya background akademik dengan berkuliah di salah satu PTN di Banda Aceh. Lagipula, ia pernah ngajar di salah satu ma'had salafiyyin di Banda Aceh. Juga, mengajar adalah passion dia, katanya kepada saya...

so I trust her capabilities...

jadi ceritanya beberapa malam yang lalu, anak saya yang perempuan masuk kamar (lebih tepatnya melenggang santai) sambil melantunkan Al Insyirah. (cerita ini sudah pernah dibahas di post sebelumnya, bidadari kecilku, rek).

"alam nasyrah laka shad-rak, ulangi"
"alam nasyrah laka shad-rak, ulangi"
"alam nasyrah laka shad-rak, ulangi"

saya cuman bisa bengong sambil kagum dengan cara mengajar istri saya. Jadi, anak saya itu dibiasain sama dia untuk mengulang-ngulang suatu ayat sampai dia hafal. Saat lagi santai atau main (eh sama aja ya). Saat di rumah atau di luar. Intinya sih kayak gitu, harus diulang-ulang dan dikondisikan jangan sampai anak merasa terbebani dengan hafalan.

yuk mari kita buat anak" kita cinta Al Quran...

‏لو اطلع الناس على سريرة بعضهم واطلعوا على أماني بعضهم، لأنف بعضنا من دفن بعضنا. فسبحان من يعلم الذنب ويقدر على كشفه والمعاقبة عليه فيستره ويعفو.
"Seandainya manusia bisa melihat isi hati orang lain dan bisa melihat angan-angan orang lain, niscaya sebagian kita akan merasa berat untuk mengubur jenazah sebagian yang lain. Maka Maha Suci Allah yang mengetahui dosa dan mampu untuk membongkarnya dan menghukumnya, namun Dia justru menutupinya dan memaafkannya."
-Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammady hafizhahullah-
Baarakallahufiikum

Sunday, 27 August 2017

our children is what we are, rek

Bismillaah
Rasa"nya dua anak saya ini agak kurang normal deh hobinya...

Yang pertama, Shafiyyah
well, anak perempuan pada umumnya kan hobi main boneka ya. Tapi, yang ini enggak. Doyannya main lego (wait, that's QUITE normal, right?) dan pas main, dia hobi ngomong sendiri gitu sama cermin. Hehe. Lucu deh ngeliatnya...

nah yang kedua ini agak complicated, si Hanzhalah
jadi ceritanya, kesepakatan saya dan istri di awal nikah adalah yang bagian nyuci dan jemur baju serta nyapu dan ngepel rumah itu saya. Sampe sekarang.
Jadi, yaa udah biasa gitu, saya pulang malam" dari kantor trus nyuci, jemur, nyapu sampe malam. Sampe" tetangga saya (Bintaro, Cilebut, sampe sekarang di Ciparigi) heran.

"Rajin bener mas Deady"
sayanya cuman senyam-senyum aja.
"wis biasa, pak"

ternyata, yang saya gak tau itu...
Hanz memperhatikan saya selama ini

somehow, Hanzhalah tertarik banget dengan "peralatan perang" yang saya pake macam sapu, pel, dan pengki. Jadi, kalo tiga alat itu sudah selesai saya gunakan atau ketiganya lagi nganggur, Hanzhalah asik aja gitu mainin mereka. Dibawanya puter" rumah. Bahkan, dibawanya sampe ke halaman rumah. Pura" nyapu atau ngepel. Niruin gerakan saya sebelumnya lah. Lucu yah

lalu setelah itu...
sampah" jadi berserak dan rumah jadi amburadul.
Hahaha. Ada" aja tingkahmu nduk

kalo kalian, apa tugas kalian di rumah?

إذا كُنت لَا تحب لأخِيـك ما تُحبه لنفْسك، فَأنت َمصِـر على كَبيرة مِن كَبائر الذّنُـوب.
"Jika engkau tidak mencintai bagi saudaramu hal-hal (kebaikan) yang engkau cintai untuk dirimu sendiri, maka engkau adalah orang yang terus-menerus melakukan salah satu dosa besar."
-Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah-
Baarakallahufiikum

Friday, 25 August 2017

pengingat kala ingin bermaksiat, rek

Bismillaah
Saya dapat banyak faedah dalam taklim rutin Ahlussunah Bogor hari Ahad, 20 Agustus lalu...
Kala itu, pembahasannya adalah hadits Arbain An Nawawi, hadits ke-18... Isi haditsnya bisa sampeyan google tapi beberapa faedah yang saya catat dari Ustadz Abdusy Syakur hafidzahullah adalah bertakwalah, jagalah dirimu dari adzab Allah, di mana saja, di tempat yang terlihat maupun yang tidak terlihat orang lain.

ini sungguh susah. Apalagi kapasitas kita sebagai seorang thalib yang senantiasa belajar ini benar ini salah, ini haram ini halal, ini wajib ini sunnah... Ingatan saya melayang kepada suatu ayat dalam Quran yang senantiasa saya ulang" dan tanam di hati saya....

Ash Shaff ayat 2-3
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُون

O you who have believed, why do you say what you do not do?
Great is hatred in the sight of Allah that you say what you do not do.

Sungguh celaka orang" beriman yang melakukan apa yang dia perintahkan untuk tidak dia lakukan

kalo saya ingin berbuat maksiat, saya ulang" ini ayat dalam hati...
Ya Allah, saya enggan menerima adzabMu karena menjadi hambaMu yang bandel...

kalo kalian, ayat apa yang sering kalian ulang" dalam hidup?
المؤمن يعمـل بالطاعات وهو مشفق ووجل خائفٌ والفاجر يعمل بالمعاصي وهـو آمن.
"Seorang mu'min melakukan berbagai ketaatan dalam keadaan takut (ditolak amalnya -pent), sedangkan seorang yang fajir melakukan berbagai maksiat dalam keadaan merasa aman (dari adzab Allah)."
-Al-Hasan al-Bashry rahimahullah-
Baarakallahufiikum

Wednesday, 23 August 2017

pulang ke surabaya, rek

Bismillaah

tak terasa sudah 3 bulan sejak Bapak pergi untuk selama-lamanya...

rasanya aneh ketika tiba di Stasiun Surabaya Pasar Turi lalu bukan Bapak yang menjemput...
selama ini, kalau beliau yang menjemput, pasti sebelum pulang ke rumah, Bapak selalu mengajak saya makan dulu...

well, kepulangan saya kali ini ke Surabaya dalam rangka menyelesaikan semua dokumen" yang berhubungan dengan pensiun Bapak agar dapat dicairkan atas nama Ibuk
alhamdulillah, semua proses berjalan dengan lancar di Kelurahan
saya sendiri harus hadir karena pihak Kelurahan meminta ahli waris Bapak untuk menandatangani dokumen secara langsung di hadapan Bu Lurah...

sorenya, Ibuk mengajak saya ke makam
masih teringat dengan jelas wajah Bapak kala saya turunkan jenazah beliau ke liang lahat...
juga masih terpapar jelas dalam kepala saya saat saya melepas tali pocong Bapak untuk selanjutnya saya tempelkan wajah Bapak ke tanah merah kuburan...

oalah, Pak, kepergianmu memotivasi anakmu ini agar menjadi makin shalih...

karena hanya doa anak yang shalih yang bisa mencapai jenazah...

الصدقة، الاستغفار، صلة الرحم، إكرام الصديق، كل هذه مما يبر به بعد موته
Bersedekah, memohonkan ampunan untuknya, silaturahim dan memuliakan teman-teman orang tua. Itu semua termasuk cara berbakti kepada orangtua setelah wafatnya.
لكن الدعاء والاستغفار لهما أفضل شيء، فعليك أخي المسلم بالدعاء لأمواتك، واجعل الأعمال الصالحة لنفسك، فأنت محتاجٌ للأعمال الصالحة، وسيأتيك اليوم الذي تتمنى أن في صفحة حسناتك حسنة واحدة. نعم.
Akan tetapi doa dan istighfar untuk keduanya adalah perkara yang paling afdhal. Maka hendaknya engkau wahai saudaraku muslim mesti mendoakan orang yang sudah mati, dan menjadikan amalan shalih untuk dirimu sendiri, karena engkau lebih butuh kepada amalan shalih. Nanti akan datang kepadamu suatu hari yang engkau berangan-angan kalau pada lembaran amal kebaikanmu itu ada satu kebaikan.
-Syaikh Shalih al Utsaimin rahimahullah-
Baarakallahufiikum

Monday, 21 August 2017

senayan city, rek

Bismillaah

sudah lama istri saya pengen thehalalguys. Masalahnya, tokonya cuman ada 1 di Jakarta dan letaknya di Senayan City...


dulu waktu masih motoran ke kantor dan ngekos di Ulujami, saya sering sih ngelewatin nih mall. Dari jauh terlihat elegan dan rasa"nya mall pertama di Jakarta yang mengutamakan perempuan deh. Keliatan dari ladies parkingnya yang berseberangan dengan pintu masuk (kala itu ya). Bahkan, pas keluarga saya datang ke Jakarta buat ngeliat saya wisuda, tante saya sudah nyuruh" saya buat ngajak adek saya ngemall ke Sency. Hmm jadi penasaran ada apa sih dengan Sency?

well, sebelum berangkat ke Sency, hal pertama yang harus dilakukan adalah merencanakan perjalanan. Stasiun paling dekat dari sana adalah Kebayoran dan istri saya sudah keberatan kalo mau naik KRL ke Tanah Abang. Trauma, katanya. Soalnya tangganya tinggi". Bawa anak lagi. Psstt...gak tau dia kalo sekarang sudah ada elevatornya. Hihihi

Jadilah, saya yang diutus ke sana selepas pulang kantor... Ya itung" jadi Go-Food lah. Maksudnya, istri saya pengen FOOD, then i go BUY it. Eh itu namanya jadi Food-Go ya

**

perjalanan dengan Transjakarta lumayan lancar. Saya naik dari halte Pasar Baru, oper di Harmoni, lalu turun di Bunderan Senayan. Total perjalanan: 45 menit. Padahal jam pulang kantor lho. Headwaynya lumayan cepet dan penumpangnya gak terlalu penuh. Keren lah Transjakarta.

Setelah shalat Maghrib di Lotte Mart Ratu Plaza, berjalanlah saya menembus kemacetan depan Sency. Luar biasa loh macetnya. Pokoknya kalo ngeliat di Google Maps, warnanya merah bata deh.

begitu masuk, saya langsung takjub dengan isinya. Gak pengunjung laki", gak yang perempuan SEKILAS terlihat mulussss semua. Mana kebanyakan bajunya revealing semua lagi. Parfumnya? Jangan ditanya. Wangi bangettt. Saya yang habis terkena fitnah Transjakarta dan keringetan (pokoknya bulukan deh) tentunya langsung meluncur ke informasi buat tanya kedai thehalalguys di mana. Setelah itu, cuss langsung ke lantai 5, bayar, turun lagi lalu pulang deh.

Intinya, kalo ngemall di Sency kudu nyebut terus lah. Fitnah dunianya kenceng banget. Mulai dari pengunjungnya sampe butik"nya. Saya pernah sih masuk ke mall bagus seperti Pondok Indah Mall, namun rasa"nya Sency itu levelnya above that deh...

dah gitu aja sih

من أعظم المصائب للرجل أن يعلم من نفسه تقصيرا، ثم لا يبالي ولا يحزن عليه.
"Termasuk musibah terbesar bagi seseorang adalah dengan dia mengetahui bahwa dirinya memiliki kekurangan, lalu dia tidak peduli dan tidak sedih atasnya."
-Al-Imam Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah-
Baarakallahufiikum

Friday, 18 August 2017

suka naik kursi, rek

Bismillaah

Jadi, setau saya ada dua macam bayi ketika mereka mulai menginjak usia 1 tahun:
either they walk or they talk


Hanzhalah, itu tipe pertama
usia 10 bulan dia udah bisa melangkah, usia 11 bulan dia udah bisa jalan walau masih jatuh"
dan di usia 1 tahun, dia udah mulai lari

sekarang dia punya hobi baru: naik ke atas kursi. Diksi yang lebih tepat, mengingat tinggi dia yang masih belum seberapa, memanjat or crawling lah ya

ini dimulai dari kebiasaan kakaknya yang suka enjut"an (bahasa indonesianya apa ya?) di atas sofa atau di atas tempat tidur. Hanzhalah pun kayaknya sudah mulai mikir.
"Kakakku terlihat gembira dengan aktivitasnya. Aku harus ikut coba ah!"

masalahnya tempat tidur dan sofa kan tinggi ya. Akhirnya dia mulai meraih atas sofa, lalu dengan bertumpu dengan kedua tangannya, kedua kakinya mulai menggapai" sofa dan hup, sampailah dia ke atas

sekali dua kali sih gak masalah,
sampe kemarin...
dia naik kursi plastik seperti gambar di atas dan kejatuh dia ke lantai
brakkk

kasian kamu, nak
berdarah (kecil sih) trus nangis gak henti"

lain kali hati" ya nak....
tunggu tinggian dikit deh

"Fiyyah! Awasin adekmu tuhhh"

إنه لا يتكبر على أحد حتى يعجب بنفسه، ويرى لها على غيرها الفضل.
"Sesungguhnya tidaklah seorangpun menyombongkan diri terhadap orang lain, sampai dia merasa ujub dengan dirinya sendiri dan menganggap dirinya memiliki kelebihan atas orang lain."
-Al-Imam Ibnu Hibban al-Busty rahimahullah-

Baarakallahufiikum

Wednesday, 16 August 2017

ke banda aceh lagi, rek

Bismillaah


Yang namanya rejeki emang gak kemana yah. Hari Kamis kemarin gak nyangka aja gitu pak Bos yang baik nyuruh saya nemenin dia ke Banda Aceh! Alhamdulillaah!! Terakhir ke sana itu tahun 2015 and I can't wait to get there again

***

setelah penerbangan yang cukup mendebarkan (karena flight malam) di hari Ahad, sampailah kami di Banda Aceh. Sesampainya di sana, alhamdulillah kami dijamu di Mie Razali. Gak pake mikir lama", saya langsung aja pesen yang paling mahal: mie kepiting!! Hahaha.

Tapi, keadaan ternyata tidak sesuai yang saya harapkan. Lha piye? Masak nyajikan mie kepiting tapi gak diberi tang. Jadilah, saya motekin kepiting pake tangan. Halah sampe luka" tangan ane.

Puas makan, setelah itu kami langsung menuju hotel. Well, kalo merunut dari pengalaman saya yang notabene sering ke Banda Aceh, hotel"  di sini itu kurang bagus aja gitu. Mulai dari Hotel Madinah, Hotel Medan, Hotel 61, semuanya sama aja euy.

Tapi, kali ini beda
orang Kanwil ngebookingin kami 3 kamar di The Pade. The Pade ini bisa dibilang hotel baru di Banda Aceh. Desain eksteriornya mirip sama bangunan" art deco di Spanyol sana. Viewnya juga bagus. Dikelilingi persawahan dan langsung menghadap ke Bukit Barisan. Pokoke 1 malam kami di sana well spent lah ya

فالعبد دائما بين نعمة من الله يحتاج فيها إلى شكر ، وذنب منه يحتاج فيه إلى الإستغفار.

“Sesungguhnya seorang hamba selalu berada di antara kenikmatan dari Allah subhanahu wa ta’ala yang membutuhkan syukur (kepada-Nya), dan dosa yang dia lakukan yang membutuhkan istighfar (meminta ampun kepada-Nya).”
-Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah-

Baarakallahufiikum

Monday, 14 August 2017

bidadari kecilku, rek

Bismillaah

Beberapa malam yang lalu, saat kami semua sudah di tempat tidur, tiba" istriku bilang gini


"Shafiyyah, coba Al Fatihah"

*lalu Shafiyyah dengan cadelnya menyuarakan ayat" Al Fatihah*

"Coba An Naas"

*lanjut An Naas*

"Al Falaq dong, fiyyah"

*lanjut Al Falaq*

"Terakhir yaa, Al Ikhlas"

*lanjut Al Ikhlas*

saya speechless banget,
Juni kemarin Shafiyyah itu baru 3 tahun dan dia sudah bisa ngafal 4 surat!! MaasyaAllah ya 4 surat!! Di usia segitu, saya mah masih maen". Lha anakku sudah hafal ayat Quran aja. Ya sebenernya dia hafalannya gak lancar" amat sih. Kadang dia harus diingetin awalnya lalu dia bisa ngelanjutin akhirnya tapi saya mah takjub aja gitu...

***

Fiyyah, harapan ayah kepadamu tinggi, nak. Kamu harus menuntut ilmu agama setinggi mungkin. Jadi ustadzah kalau perlu...
pendidikan anak" Salafiyyin di tanganmu nak di masa depan nanti...

tetep shalihah ya nak...
ayah sayang sama kamu...

"ﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻮلد الصغير ﻭﻣﻌﺎﻧﻘﺘﻪ ﻭﺗﻘﺒﻴﻠﻪ ﻭﺍﻟﺮﻓﻖ ﺑﻪ، ﻣﻦ ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﺮﺿﺎﻫﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻳﺠﺎﺯﻱ ﻋﻠﻴﻬﺎ".
"Menyayangi anak yang masih kecil, memeluknya, menciumnya, berlemah lembut terhadapnya. Ini merupakan amalan yang Allah ridhai dan Allah akan membalasnya (di dunia dan akhirat)". 
Ibnu Batthal rahimahullah
(Syarh Shahih al-Bukhari. 9/211)

Baarakallahufiikum

Friday, 11 August 2017

ajakan zina mata mengintai di mana-mana, rek

Bismillaah

Sungguh kita sudah hidup di zaman edan. Di mana" mata kita gak aman dari zina mata.


Naik KRL pagi, mbak" kantoran ikut menumpang dengan dandanannya yang menawan dan parfumnya yang semerbak.
Naik KRL malam, giliran mbak" SPG yang pulang.
Jalan" di mall, wah jangan ditanya, gak ibu", gak mbak" pakaiannya revealing semua
Browsing" di kantor, setan senantiasa membisiki untuk membuka web aneh"

akhirnya pelariannya ke blog...

Semoga Allah senantiasa menguatkan hatiku di atas kebenaran....

القلب إذا انشغل بالباطل لم يبق للحق فيه محل، كما أنه إذا انشغل بالحق لم يبق فيه للباطل محل.
"Hati jika sibuk dengan kebathilan maka di dalamnya tidak tersisa lagi tempat bagi kebenaran, sebagaimana jika dia sibuk dengan kebenaran maka di dalamnya tidak akan tersisa lagi tempat bagi kebathilan." 
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
Syarh Bulughul Maram, jilid 5 halaman 30
Baarakallahufiikum

Wednesday, 9 August 2017

plesiran ke paralayang di puncak, rek

Bismillaah

Plesiran itu salah satu cara bagi keluarga kecil kami untuk sejenak mengurangi kebosanan bermain-main di rumah...

Nah jadi, beberapa waktu lalu, mengingat kajian di Bogor lagi libur, kami sekeluarga memutuskan untuk liburan ke Puncak. Tujuan utamanya belum diputuskan sih. Pokoknya ke Puncak aja dulu. Jadilah kami berempat, seperti biasa, naik CB150R kesayangan menembus macetnya Tajur-Ciawi-Megamendung di hari Sabtu. Ya sebenarnya sih gak pengen kena macet ya soalnya sudah berangkat setengah 7 dari rumah. Di tengah perjalanan, kami memutuskan untuk ke At Ta'awun aja deh. Duduk" di masjid sambil makan cilok

Sesampainya di At Ta'awun rupanya situasi sudah mulai rame. Sebagaimana keluarga kelas menengah pada umumnya (haiah), kami kurang suka kalo lagi plesiran trus tempatnya rame gitu. Jadi seperti gak privat. Hahaha. Lalu, gak sengaja istri saya ngeliat ke bukit dekat At Ta'awun. "Mas kita ke sana aja yuk!"

me, smelling the scent of new places, said
"Hayuk!"

meluncurlah kita ke Bukit Paralayang. Dari Jalan Raya Puncak, masih masuk ke dalam sekitar 200 meter. Di sampingnya ada jalur flying fox yang sudah gak kepake lagi. Pas parkir, agak aneh sih, tumben nih, kagak ada yang narik parkir. (ternyata ditarikin parkir pas pulangnya. Wakakakak) Berarti bakalan asik nih tempat. Setelah parkir, masih harus naik tangga lagi. Gak jauh kok. Tapi ya anak" balita tetep harus digendong lah ya

Sesampainya di atas, wewwww, pemandangannya breathtaking banget. Sudah banyak yang ngantre buat naik paralayang. Kita? Karena ke sana modal kere (wakakakak) ya kita duduk" aja lah ya sambil makan gorengan. Lagi di atas bukit di Puncak ini. Anginnya kuat banget. Dingiiinnn


karena ground paralayang yang landai ke arah jurang, Shafiyyah dan Hanzhalah gak boleh jalan ke mana". Harus digandeng terus. Kami stay di sana sampe jam 10an. Bukannya gimana". Soalnya udara sudah mulai panas dan memang sudah waktunya pulang. Biar bisa shalat Dhuhur di rumah...

Ahhh nikmat rasanya berada di Puncak. Bisa mengaplikasikan rasa syukur kepada Allah. Betapa kita sebagai manusia ini kecil sekali di alam yang begitu luas yah. Begitulah, suatu saat harus ke sini lagi...
Syukur nikmat memiliki lima rukun:

● Rukun Pertama: Mengakui nikmat dan menyaksikannya.
● Rukun Kedua: Mengakui yang memberi nikmat.
● Rukun Ketiga: Mengakui pihak yang menjadi sebab sampainya nikmat itu kepadamu.
● Rukun Keempat: Menggunakan nikmat tersebut pada hal-hal yang membuat ridha pemberi nikmat (Allah Azza wa Jalla).
● Rukun Kelima: Menceritakan nikmat tersebut jika aman dari fitnah dan kedengkian.
Asy-Syaikh Muhammad Bazmul hafizhahullah

Baarakallahufiikum

Monday, 7 August 2017

menjelang 1 tahun dedek hanz, rek

Bismillaah

Tak terasa, dalam waktu dekat, tepatnya di tanggal 10 agustus, Hanzhalah, akan berumur 1 tahun. Rasanya baru kemarin, di kontrakan kami, di Villa Bogor Indah blok F3, ibunya harus melakukan VBAC untuk melahirkan dia. Dibantu 3 orang bidan yang didatangkan langsung dari Citayam, proses kelahiran berlangsung lama. Lama sekali bagi saya yang baru kali itu mendampingi orang melahirkan. Proses melahirkan dimulai dari jam 5 pagi sampai jam 8 malam.

tapi ya itu, semua proses berlangsung dengan nyaman karena diadakan di rumah sendiri. Percaya deh. Kalau istri melahirkan mending di rumah sendiri. Bebas. Istri jadi bisa melakukan berbagai pose yang diperlukan untuk mempercepat proses melahirkan secara alami. Di tempat tidur, oke. Di gym ball juga bisa

eh tapi ini kok jadi ngomongin melahirkan, ngomongin Hanz lagi lah ya

di usia yang hampir setahun, kamu sudah bisa lari. Jalaaaan aja ke mana". Gak capek". Energimu berlipat-lipat, nak, sampe orangtuanya jadi kelelahan.

sekarang kamu sudah tahu, kalo Ayah ambil kunci motor, kamu ikut lari ke arah pintu depan. Kalo pintunya ditutup sebelum kamu, kamu bakal kesel banget sambil teriak "ahhhh" lalu dengan isengnya ngintip lewat jendela. Sebaliknya, kalau diajak keluar, wihh senengnya luar biasa, seakan-akan selama ini dikungkung di rumah. Hehehe

kamu dah pinter minta gendong sama ayah. Kamu juga dah pinter nge-tag barang kekuasaanmu. Entah itu bedak, botol baby oil, dan semacamnya

well,
cerita tentang kamu masih akan berlanjut, hanz
yang shalih ya nak...

...Sesungguhnya anak-anak kitalah yang akan mengiringi kita di surga, bukan harta kita, jika mereka mengikuti kita dalam keimanan.
Allah berfirman yang artinya:
(Dan orang-orang yang beriman serta keturunan mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami akan pertemukan mereka dengan keturunan mereka (di jannah), dan Kami tidaklah mengurangi pahala mereka sedikitpun. Setiap orang terikat dengan apa yang telah ia kerjakan.)
Setiap manusia pasti tidak ridho jika ia diberi kenikmatan di surga sedangkan anak-anaknya diadzab di neraka.
-Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin-

Friday, 4 August 2017

keinginan sekolah lagi, rek

Bismillaah

Saya dikelilingi teman" kuliah dan teman" kantor yang pintar"
mayoritas dari mereka berpendidikan tinggi dan berkeinginan untuk mengejar karir seluar biasa mungkin

saya?
saya kok gak tertarik ya dengan itu semua

pendidikan saya terakhir D4 Akuntansi STAN. Sebenarnya, keinginan untuk D4 itu membuncah di dada karena ingin keluar aja sih dari Takengon. Pas fase" daftar itu saya masih belum tau kalo jodoh saya qodarullah di Aceh. Mungkin kalo sudah mau proses, gak jadi D4 kali ya. Hehehe (udah ah. Gak baik ngomongin kayak beginian)
Alasan kedua ya orangtua. Ibu pengen saya kuliah S1. Mungkin keinginan beliau atas saya kuliah di ITS belum padam dan mengingat saya statusnya masih lulusan D3, yaa minimal harus kuliah lagi lah ya biar setara sama lulusan ITS

saya malas kuliah lagi a.k.a. kuliah S2
kenapa?
well, saya bertanya kepada diri saya sendiri dan melihat mereka yang mengejar S2...
Mayoritasnya adalah mereka kuliah S2 karena mengejar karir. Ada sih 1-2 yang kuliah S2 supaya bisa kabur dari daerah remote.

mengejar karir
terdengar menarik bukan?
di instansi saya, karir akan terbuka lebar bagi mereka yang sudah kuliah S2. Lulusan S2 akan diprioritaskan untuk mengikuti mentoring yang merupakan langkah awal untuk menjadi pejabat eselon IV

saya tidak tertarik mengejar karir
karena ada hadits shahih yang menganjurkan demikian...

((قَالَ لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ سَمُرَةَ, لَا تَسْأَلْ الْإِمَارَةَ, فَإِنَّكَ إِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ, وُكِلْتَ إِلَيْهَا, وَإِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ, أُعِنْتَ عَلَيْهَا, وَإِذَا حَلَفْتَ عَلَى يَمِينٍ, فَرَأَيْتَ غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا, فَكَفِّرْ عَنْ يَمِينِكَ, وَائتِ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ))
 الحديث متفق عليه، أي اتفق عليه الشيخان هما: الإمام البخاري والإمام مسلم,

Nabi shallallahu alaihi wasallam dulu pernah berkata padaku:
"Wahai Abdurrahman bin Samuroh, jangan minta jabatan atau kedudukan! Karena sesungguhnya jika diberikan jabatan itu kepadamu dengan sebab permintaan, pasti jabatan itu (sepenuhnya) akan diserahkan kepadamu tanpa pertolongan dari Allâh. Dan jika jabatan itu diberikan kepadamu bukan dengan permintaan, pasti kamu akan ditolong oleh Allâh Azza wa Jalla dalam melaksanakan jabatan itu. Dan apabila kamu bersumpah dengan satu sumpah kemudian kamu melihat selainnya lebih baik darinya dan kamu ingin membatalkan sumpahmu, maka bayarlah kaffârah (tebusan) dari sumpahmu itu dan kerjakanlah yang lebih baik (darinya)”.

saya lebih baik menjadi staf yang bergaji dan memiliki penghasilan tinggi daripada jadi pejabat.
Serius, saya mending jadi staf sampe saya pensiun daripada jadi pejabat for I have known the consequences by reading the hadits above

di masa depan, saya tidak menampik akan jadi pejabat bila sistemnya sudah berubah. Di masa depan, mungkin sistemnya jadi seperti ini: pejabat menunjuk seorang staf untuk menjadi pejabat yang levelnya ada di bawahnya. Jadi penunjukan langsung. Tapi sudah secara mufakat gitu. Hehehe. Tapi yang kayak gitu ya susah sih terjadinya

jadi
maaf ya teman" kantor dan teman" kuliah
aku hanya bisa melihat kalian S2 dari sini

pesanku sih cuman satu
jangan sampai gelar yang kamu sandang itu membuatmu memandang remeh mereka yang gelarnya setingkat di bawahmu atau mereka yang tidak memiliki gelar sama sekali...

Baarakallahufiikum

Wednesday, 2 August 2017

tentang belajar bahasa arab, rek

Bismillaah

Adalah benar bahwa petunjuk bagi umat manusia adalah Al Quran. Semuanya ada di situ
adalah benar juga bahwa Al Quran ditulis dengan bahasa Arab. Salah satu bahasa yang paling susah dikuasai di dunia...
adalah benar juga bahwa di usia saya yang 28 tahun saya belum paham bahasa Arab.

malu"in sih. Kalah sama anak saya yang usianya 3 tahun tapi sudah tahu arti dari beberapa kosa kata Arab
lhaa habis gimana. Tiap hari diajak Ibunya ngajar di banat

so here's the story
beberapa bulan yang lalu, kantor kami kedatangan lulusan UGM. Seorang ikhwah. Rumahnya di Veteran.
berita bagusnya adalah dia bisa bahasa Arab!

di suatu sore di beranda Masjid Al Amanah, Abu Fathimah menawarkan untuk mengajari saya Durusul Lughah tiap habis ashar

alhamdulillah....

FYI, Durusul Lughah terdiri dari 3 jilid
so it's still a loooong way to go

Jadi mohon maaf bila blog ini sedikit berkarat karena adanya kesibukan yang bertambah

been working on something great

Baarakallahufiikum