Wednesday, 16 August 2017

ke banda aceh lagi, rek

Bismillaah


Yang namanya rejeki emang gak kemana yah. Hari Kamis kemarin gak nyangka aja gitu pak Bos yang baik nyuruh saya nemenin dia ke Banda Aceh! Alhamdulillaah!! Terakhir ke sana itu tahun 2015 and I can't wait to get there again

***

setelah penerbangan yang cukup mendebarkan (karena flight malam) di hari Ahad, sampailah kami di Banda Aceh. Sesampainya di sana, alhamdulillah kami dijamu di Mie Razali. Gak pake mikir lama", saya langsung aja pesen yang paling mahal: mie kepiting!! Hahaha.

Tapi, keadaan ternyata tidak sesuai yang saya harapkan. Lha piye? Masak nyajikan mie kepiting tapi gak diberi tang. Jadilah, saya motekin kepiting pake tangan. Halah sampe luka" tangan ane.

Puas makan, setelah itu kami langsung menuju hotel. Well, kalo merunut dari pengalaman saya yang notabene sering ke Banda Aceh, hotel"  di sini itu kurang bagus aja gitu. Mulai dari Hotel Madinah, Hotel Medan, Hotel 61, semuanya sama aja euy.

Tapi, kali ini beda
orang Kanwil ngebookingin kami 3 kamar di The Pade. The Pade ini bisa dibilang hotel baru di Banda Aceh. Desain eksteriornya mirip sama bangunan" art deco di Spanyol sana. Viewnya juga bagus. Dikelilingi persawahan dan langsung menghadap ke Bukit Barisan. Pokoke 1 malam kami di sana well spent lah ya

فالعبد دائما بين نعمة من الله يحتاج فيها إلى شكر ، وذنب منه يحتاج فيه إلى الإستغفار.

“Sesungguhnya seorang hamba selalu berada di antara kenikmatan dari Allah subhanahu wa ta’ala yang membutuhkan syukur (kepada-Nya), dan dosa yang dia lakukan yang membutuhkan istighfar (meminta ampun kepada-Nya).”
-Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah-

Baarakallahufiikum

Monday, 14 August 2017

bidadari kecilku, rek

Bismillaah

Beberapa malam yang lalu, saat kami semua sudah di tempat tidur, tiba" istriku bilang gini


"Shafiyyah, coba Al Fatihah"

*lalu Shafiyyah dengan cadelnya menyuarakan ayat" Al Fatihah*

"Coba An Naas"

*lanjut An Naas*

"Al Falaq dong, fiyyah"

*lanjut Al Falaq*

"Terakhir yaa, Al Ikhlas"

*lanjut Al Ikhlas*

saya speechless banget,
Juni kemarin Shafiyyah itu baru 3 tahun dan dia sudah bisa ngafal 4 surat!! MaasyaAllah ya 4 surat!! Di usia segitu, saya mah masih maen". Lha anakku sudah hafal ayat Quran aja. Ya sebenernya dia hafalannya gak lancar" amat sih. Kadang dia harus diingetin awalnya lalu dia bisa ngelanjutin akhirnya tapi saya mah takjub aja gitu...

***

Fiyyah, harapan ayah kepadamu tinggi, nak. Kamu harus menuntut ilmu agama setinggi mungkin. Jadi ustadzah kalau perlu...
pendidikan anak" Salafiyyin di tanganmu nak di masa depan nanti...

tetep shalihah ya nak...
ayah sayang sama kamu...

"ﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻮلد الصغير ﻭﻣﻌﺎﻧﻘﺘﻪ ﻭﺗﻘﺒﻴﻠﻪ ﻭﺍﻟﺮﻓﻖ ﺑﻪ، ﻣﻦ ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﺮﺿﺎﻫﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻳﺠﺎﺯﻱ ﻋﻠﻴﻬﺎ".
"Menyayangi anak yang masih kecil, memeluknya, menciumnya, berlemah lembut terhadapnya. Ini merupakan amalan yang Allah ridhai dan Allah akan membalasnya (di dunia dan akhirat)". 
Ibnu Batthal rahimahullah
(Syarh Shahih al-Bukhari. 9/211)

Baarakallahufiikum

Friday, 11 August 2017

ajakan zina mata mengintai di mana-mana, rek

Bismillaah

Sungguh kita sudah hidup di zaman edan. Di mana" mata kita gak aman dari zina mata.


Naik KRL pagi, mbak" kantoran ikut menumpang dengan dandanannya yang menawan dan parfumnya yang semerbak.
Naik KRL malam, giliran mbak" SPG yang pulang.
Jalan" di mall, wah jangan ditanya, gak ibu", gak mbak" pakaiannya revealing semua
Browsing" di kantor, setan senantiasa membisiki untuk membuka web aneh"

akhirnya pelariannya ke blog...

Semoga Allah senantiasa menguatkan hatiku di atas kebenaran....

القلب إذا انشغل بالباطل لم يبق للحق فيه محل، كما أنه إذا انشغل بالحق لم يبق فيه للباطل محل.
"Hati jika sibuk dengan kebathilan maka di dalamnya tidak tersisa lagi tempat bagi kebenaran, sebagaimana jika dia sibuk dengan kebenaran maka di dalamnya tidak akan tersisa lagi tempat bagi kebathilan." 
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
Syarh Bulughul Maram, jilid 5 halaman 30
Baarakallahufiikum

Wednesday, 9 August 2017

plesiran ke paralayang di puncak, rek

Bismillaah

Plesiran itu salah satu cara bagi keluarga kecil kami untuk sejenak mengurangi kebosanan bermain-main di rumah...

Nah jadi, beberapa waktu lalu, mengingat kajian di Bogor lagi libur, kami sekeluarga memutuskan untuk liburan ke Puncak. Tujuan utamanya belum diputuskan sih. Pokoknya ke Puncak aja dulu. Jadilah kami berempat, seperti biasa, naik CB150R kesayangan menembus macetnya Tajur-Ciawi-Megamendung di hari Sabtu. Ya sebenarnya sih gak pengen kena macet ya soalnya sudah berangkat setengah 7 dari rumah. Di tengah perjalanan, kami memutuskan untuk ke At Ta'awun aja deh. Duduk" di masjid sambil makan cilok

Sesampainya di At Ta'awun rupanya situasi sudah mulai rame. Sebagaimana keluarga kelas menengah pada umumnya (haiah), kami kurang suka kalo lagi plesiran trus tempatnya rame gitu. Jadi seperti gak privat. Hahaha. Lalu, gak sengaja istri saya ngeliat ke bukit dekat At Ta'awun. "Mas kita ke sana aja yuk!"

me, smelling the scent of new places, said
"Hayuk!"

meluncurlah kita ke Bukit Paralayang. Dari Jalan Raya Puncak, masih masuk ke dalam sekitar 200 meter. Di sampingnya ada jalur flying fox yang sudah gak kepake lagi. Pas parkir, agak aneh sih, tumben nih, kagak ada yang narik parkir. (ternyata ditarikin parkir pas pulangnya. Wakakakak) Berarti bakalan asik nih tempat. Setelah parkir, masih harus naik tangga lagi. Gak jauh kok. Tapi ya anak" balita tetep harus digendong lah ya

Sesampainya di atas, wewwww, pemandangannya breathtaking banget. Sudah banyak yang ngantre buat naik paralayang. Kita? Karena ke sana modal kere (wakakakak) ya kita duduk" aja lah ya sambil makan gorengan. Lagi di atas bukit di Puncak ini. Anginnya kuat banget. Dingiiinnn


karena ground paralayang yang landai ke arah jurang, Shafiyyah dan Hanzhalah gak boleh jalan ke mana". Harus digandeng terus. Kami stay di sana sampe jam 10an. Bukannya gimana". Soalnya udara sudah mulai panas dan memang sudah waktunya pulang. Biar bisa shalat Dhuhur di rumah...

Ahhh nikmat rasanya berada di Puncak. Bisa mengaplikasikan rasa syukur kepada Allah. Betapa kita sebagai manusia ini kecil sekali di alam yang begitu luas yah. Begitulah, suatu saat harus ke sini lagi...
Syukur nikmat memiliki lima rukun:

● Rukun Pertama: Mengakui nikmat dan menyaksikannya.
● Rukun Kedua: Mengakui yang memberi nikmat.
● Rukun Ketiga: Mengakui pihak yang menjadi sebab sampainya nikmat itu kepadamu.
● Rukun Keempat: Menggunakan nikmat tersebut pada hal-hal yang membuat ridha pemberi nikmat (Allah Azza wa Jalla).
● Rukun Kelima: Menceritakan nikmat tersebut jika aman dari fitnah dan kedengkian.
Asy-Syaikh Muhammad Bazmul hafizhahullah

Baarakallahufiikum

Monday, 7 August 2017

menjelang 1 tahun dedek hanz, rek

Bismillaah

Tak terasa, dalam waktu dekat, tepatnya di tanggal 10 agustus, Hanzhalah, akan berumur 1 tahun. Rasanya baru kemarin, di kontrakan kami, di Villa Bogor Indah blok F3, ibunya harus melakukan VBAC untuk melahirkan dia. Dibantu 3 orang bidan yang didatangkan langsung dari Citayam, proses kelahiran berlangsung lama. Lama sekali bagi saya yang baru kali itu mendampingi orang melahirkan. Proses melahirkan dimulai dari jam 5 pagi sampai jam 8 malam.

tapi ya itu, semua proses berlangsung dengan nyaman karena diadakan di rumah sendiri. Percaya deh. Kalau istri melahirkan mending di rumah sendiri. Bebas. Istri jadi bisa melakukan berbagai pose yang diperlukan untuk mempercepat proses melahirkan secara alami. Di tempat tidur, oke. Di gym ball juga bisa

eh tapi ini kok jadi ngomongin melahirkan, ngomongin Hanz lagi lah ya

di usia yang hampir setahun, kamu sudah bisa lari. Jalaaaan aja ke mana". Gak capek". Energimu berlipat-lipat, nak, sampe orangtuanya jadi kelelahan.

sekarang kamu sudah tahu, kalo Ayah ambil kunci motor, kamu ikut lari ke arah pintu depan. Kalo pintunya ditutup sebelum kamu, kamu bakal kesel banget sambil teriak "ahhhh" lalu dengan isengnya ngintip lewat jendela. Sebaliknya, kalau diajak keluar, wihh senengnya luar biasa, seakan-akan selama ini dikungkung di rumah. Hehehe

kamu dah pinter minta gendong sama ayah. Kamu juga dah pinter nge-tag barang kekuasaanmu. Entah itu bedak, botol baby oil, dan semacamnya

well,
cerita tentang kamu masih akan berlanjut, hanz
yang shalih ya nak...

...Sesungguhnya anak-anak kitalah yang akan mengiringi kita di surga, bukan harta kita, jika mereka mengikuti kita dalam keimanan.
Allah berfirman yang artinya:
(Dan orang-orang yang beriman serta keturunan mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami akan pertemukan mereka dengan keturunan mereka (di jannah), dan Kami tidaklah mengurangi pahala mereka sedikitpun. Setiap orang terikat dengan apa yang telah ia kerjakan.)
Setiap manusia pasti tidak ridho jika ia diberi kenikmatan di surga sedangkan anak-anaknya diadzab di neraka.
-Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin-

Friday, 4 August 2017

keinginan sekolah lagi, rek

Bismillaah

Saya dikelilingi teman" kuliah dan teman" kantor yang pintar"
mayoritas dari mereka berpendidikan tinggi dan berkeinginan untuk mengejar karir seluar biasa mungkin

saya?
saya kok gak tertarik ya dengan itu semua

pendidikan saya terakhir D4 Akuntansi STAN. Sebenarnya, keinginan untuk D4 itu membuncah di dada karena ingin keluar aja sih dari Takengon. Pas fase" daftar itu saya masih belum tau kalo jodoh saya qodarullah di Aceh. Mungkin kalo sudah mau proses, gak jadi D4 kali ya. Hehehe (udah ah. Gak baik ngomongin kayak beginian)
Alasan kedua ya orangtua. Ibu pengen saya kuliah S1. Mungkin keinginan beliau atas saya kuliah di ITS belum padam dan mengingat saya statusnya masih lulusan D3, yaa minimal harus kuliah lagi lah ya biar setara sama lulusan ITS

saya malas kuliah lagi a.k.a. kuliah S2
kenapa?
well, saya bertanya kepada diri saya sendiri dan melihat mereka yang mengejar S2...
Mayoritasnya adalah mereka kuliah S2 karena mengejar karir. Ada sih 1-2 yang kuliah S2 supaya bisa kabur dari daerah remote.

mengejar karir
terdengar menarik bukan?
di instansi saya, karir akan terbuka lebar bagi mereka yang sudah kuliah S2. Lulusan S2 akan diprioritaskan untuk mengikuti mentoring yang merupakan langkah awal untuk menjadi pejabat eselon IV

saya tidak tertarik mengejar karir
karena ada hadits shahih yang menganjurkan demikian...

((قَالَ لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ سَمُرَةَ, لَا تَسْأَلْ الْإِمَارَةَ, فَإِنَّكَ إِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ, وُكِلْتَ إِلَيْهَا, وَإِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ, أُعِنْتَ عَلَيْهَا, وَإِذَا حَلَفْتَ عَلَى يَمِينٍ, فَرَأَيْتَ غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا, فَكَفِّرْ عَنْ يَمِينِكَ, وَائتِ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ))
 الحديث متفق عليه، أي اتفق عليه الشيخان هما: الإمام البخاري والإمام مسلم,

Nabi shallallahu alaihi wasallam dulu pernah berkata padaku:
"Wahai Abdurrahman bin Samuroh, jangan minta jabatan atau kedudukan! Karena sesungguhnya jika diberikan jabatan itu kepadamu dengan sebab permintaan, pasti jabatan itu (sepenuhnya) akan diserahkan kepadamu tanpa pertolongan dari Allâh. Dan jika jabatan itu diberikan kepadamu bukan dengan permintaan, pasti kamu akan ditolong oleh Allâh Azza wa Jalla dalam melaksanakan jabatan itu. Dan apabila kamu bersumpah dengan satu sumpah kemudian kamu melihat selainnya lebih baik darinya dan kamu ingin membatalkan sumpahmu, maka bayarlah kaffârah (tebusan) dari sumpahmu itu dan kerjakanlah yang lebih baik (darinya)”.

saya lebih baik menjadi staf yang bergaji dan memiliki penghasilan tinggi daripada jadi pejabat.
Serius, saya mending jadi staf sampe saya pensiun daripada jadi pejabat for I have known the consequences by reading the hadits above

di masa depan, saya tidak menampik akan jadi pejabat bila sistemnya sudah berubah. Di masa depan, mungkin sistemnya jadi seperti ini: pejabat menunjuk seorang staf untuk menjadi pejabat yang levelnya ada di bawahnya. Jadi penunjukan langsung. Tapi sudah secara mufakat gitu. Hehehe. Tapi yang kayak gitu ya susah sih terjadinya

jadi
maaf ya teman" kantor dan teman" kuliah
aku hanya bisa melihat kalian S2 dari sini

pesanku sih cuman satu
jangan sampai gelar yang kamu sandang itu membuatmu memandang remeh mereka yang gelarnya setingkat di bawahmu atau mereka yang tidak memiliki gelar sama sekali...

Baarakallahufiikum

Wednesday, 2 August 2017

tentang belajar bahasa arab, rek

Bismillaah

Adalah benar bahwa petunjuk bagi umat manusia adalah Al Quran. Semuanya ada di situ
adalah benar juga bahwa Al Quran ditulis dengan bahasa Arab. Salah satu bahasa yang paling susah dikuasai di dunia...
adalah benar juga bahwa di usia saya yang 28 tahun saya belum paham bahasa Arab.

malu"in sih. Kalah sama anak saya yang usianya 3 tahun tapi sudah tahu arti dari beberapa kosa kata Arab
lhaa habis gimana. Tiap hari diajak Ibunya ngajar di banat

so here's the story
beberapa bulan yang lalu, kantor kami kedatangan lulusan UGM. Seorang ikhwah. Rumahnya di Veteran.
berita bagusnya adalah dia bisa bahasa Arab!

di suatu sore di beranda Masjid Al Amanah, Abu Fathimah menawarkan untuk mengajari saya Durusul Lughah tiap habis ashar

alhamdulillah....

FYI, Durusul Lughah terdiri dari 3 jilid
so it's still a loooong way to go

Jadi mohon maaf bila blog ini sedikit berkarat karena adanya kesibukan yang bertambah

been working on something great

Baarakallahufiikum