Thursday, 31 August 2017

jakarta itu kota perjuangan, rek

Bismillaah
Jakarta itu kota yang unik. Kerasa banget kalo semua orang di kota ini berjuang.
Berjuang untuk hidup. Berjuang untuk dicintai. Berjuang untuk seseorang. Berjuang untuk sesuatu.


di suatu malam, ketika saya turun dari GoJek di Stasiun Cikini, gak jauh dari pintu masuk pejalan kaki di pintu utara, terdengar seorang wanita yang menyanyi dengan memakai speaker portabel. Obviously, dia mengamen malam itu. Perbedaannya dari pengamen biasanya adalah...dia buta. Wanita itu berdiri saja malam itu sambil menyanyi dengan suara seraknya. Entah berapa lama dia menyanyi dan sampai kapan dia menyanyi mengingat waktu itu sudah menunjukkan pukul setengah 9 malam...

kapan itu juga, medio 2014, saya dan istri melakukan ritual jalan" malam dengan motor keliling Bintaro. Bosan di kontrakan sih, jadinya sengaja nyari angin malam. Di tengah perjalanan, istri saya menunjuk ke sesuatu di pinggir jalan, "Ya Allah, apa itu, mas?" Di sana di pinggir jalan dekat Boulevard Bintaro Sektor 7, ada seorang Bapak yang menarik gerobak. Masalahnya, di dalam gerobak itu bukan sampah sebagaimana gerobak pada umumnya. Melainkan, (terduga) keluarga bapak itu yang tertidur pulas, tak menghiraukan dinginnya malam itu....

di suatu malam juga, saat kami pulang buka puasa dari Masjid Sunda Kelapa, tepat di terowongan Dukuh Atas, kami melihat sesuatu yang menyedihkan banget. Tepat di trotoar kecil di terowongan itu, ada seseorang yang tidur lelap sekali. "Ya Allah, mas, semiskin"nya orang di Aceh, gak ada lho yang semenyedihkan itu...," kata istri saya.

ketiga cerita di atas menunjukkan bahwa kebanyakan orang berjuang di Jakarta dan kebanyakan dari mereka juga belum mendapat harga yang pantas dari perjuangan mereka. Semoga Allah menolong mereka yang berjuang dengan cara yang halal di Jakarta...

kalau kalian, apa yang kalian perjuangkan di Jakarta?

إن هذه الفتنة إذا أقبلت عرفها كلّ عالم، وإذا أدبرت عرفها كلّ جاهل
"Sesungguhnya fitnah (huru-hara) ini disaat mulai munculnya, dikenali oleh Para Ulama. Dan disaat telah usainya fitnah ini, orang-orang jahil baru mengetahuinya."
-al-Hasan al-Bashry rahimahullah-
Baarakallahufiiikum

No comments:

Post a Comment