Friday, 4 August 2017

keinginan sekolah lagi, rek

Bismillaah

Saya dikelilingi teman" kuliah dan teman" kantor yang pintar"
mayoritas dari mereka berpendidikan tinggi dan berkeinginan untuk mengejar karir seluar biasa mungkin

saya?
saya kok gak tertarik ya dengan itu semua

pendidikan saya terakhir D4 Akuntansi STAN. Sebenarnya, keinginan untuk D4 itu membuncah di dada karena ingin keluar aja sih dari Takengon. Pas fase" daftar itu saya masih belum tau kalo jodoh saya qodarullah di Aceh. Mungkin kalo sudah mau proses, gak jadi D4 kali ya. Hehehe (udah ah. Gak baik ngomongin kayak beginian)
Alasan kedua ya orangtua. Ibu pengen saya kuliah S1. Mungkin keinginan beliau atas saya kuliah di ITS belum padam dan mengingat saya statusnya masih lulusan D3, yaa minimal harus kuliah lagi lah ya biar setara sama lulusan ITS

saya malas kuliah lagi a.k.a. kuliah S2
kenapa?
well, saya bertanya kepada diri saya sendiri dan melihat mereka yang mengejar S2...
Mayoritasnya adalah mereka kuliah S2 karena mengejar karir. Ada sih 1-2 yang kuliah S2 supaya bisa kabur dari daerah remote.

mengejar karir
terdengar menarik bukan?
di instansi saya, karir akan terbuka lebar bagi mereka yang sudah kuliah S2. Lulusan S2 akan diprioritaskan untuk mengikuti mentoring yang merupakan langkah awal untuk menjadi pejabat eselon IV

saya tidak tertarik mengejar karir
karena ada hadits shahih yang menganjurkan demikian...

((قَالَ لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ سَمُرَةَ, لَا تَسْأَلْ الْإِمَارَةَ, فَإِنَّكَ إِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ, وُكِلْتَ إِلَيْهَا, وَإِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ, أُعِنْتَ عَلَيْهَا, وَإِذَا حَلَفْتَ عَلَى يَمِينٍ, فَرَأَيْتَ غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا, فَكَفِّرْ عَنْ يَمِينِكَ, وَائتِ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ))
 الحديث متفق عليه، أي اتفق عليه الشيخان هما: الإمام البخاري والإمام مسلم,

Nabi shallallahu alaihi wasallam dulu pernah berkata padaku:
"Wahai Abdurrahman bin Samuroh, jangan minta jabatan atau kedudukan! Karena sesungguhnya jika diberikan jabatan itu kepadamu dengan sebab permintaan, pasti jabatan itu (sepenuhnya) akan diserahkan kepadamu tanpa pertolongan dari Allâh. Dan jika jabatan itu diberikan kepadamu bukan dengan permintaan, pasti kamu akan ditolong oleh Allâh Azza wa Jalla dalam melaksanakan jabatan itu. Dan apabila kamu bersumpah dengan satu sumpah kemudian kamu melihat selainnya lebih baik darinya dan kamu ingin membatalkan sumpahmu, maka bayarlah kaffârah (tebusan) dari sumpahmu itu dan kerjakanlah yang lebih baik (darinya)”.

saya lebih baik menjadi staf yang bergaji dan memiliki penghasilan tinggi daripada jadi pejabat.
Serius, saya mending jadi staf sampe saya pensiun daripada jadi pejabat for I have known the consequences by reading the hadits above

di masa depan, saya tidak menampik akan jadi pejabat bila sistemnya sudah berubah. Di masa depan, mungkin sistemnya jadi seperti ini: pejabat menunjuk seorang staf untuk menjadi pejabat yang levelnya ada di bawahnya. Jadi penunjukan langsung. Tapi sudah secara mufakat gitu. Hehehe. Tapi yang kayak gitu ya susah sih terjadinya

jadi
maaf ya teman" kantor dan teman" kuliah
aku hanya bisa melihat kalian S2 dari sini

pesanku sih cuman satu
jangan sampai gelar yang kamu sandang itu membuatmu memandang remeh mereka yang gelarnya setingkat di bawahmu atau mereka yang tidak memiliki gelar sama sekali...

Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment