Wednesday, 23 August 2017

pulang ke surabaya, rek

Bismillaah

tak terasa sudah 3 bulan sejak Bapak pergi untuk selama-lamanya...

rasanya aneh ketika tiba di Stasiun Surabaya Pasar Turi lalu bukan Bapak yang menjemput...
selama ini, kalau beliau yang menjemput, pasti sebelum pulang ke rumah, Bapak selalu mengajak saya makan dulu...

well, kepulangan saya kali ini ke Surabaya dalam rangka menyelesaikan semua dokumen" yang berhubungan dengan pensiun Bapak agar dapat dicairkan atas nama Ibuk
alhamdulillah, semua proses berjalan dengan lancar di Kelurahan
saya sendiri harus hadir karena pihak Kelurahan meminta ahli waris Bapak untuk menandatangani dokumen secara langsung di hadapan Bu Lurah...

sorenya, Ibuk mengajak saya ke makam
masih teringat dengan jelas wajah Bapak kala saya turunkan jenazah beliau ke liang lahat...
juga masih terpapar jelas dalam kepala saya saat saya melepas tali pocong Bapak untuk selanjutnya saya tempelkan wajah Bapak ke tanah merah kuburan...

oalah, Pak, kepergianmu memotivasi anakmu ini agar menjadi makin shalih...

karena hanya doa anak yang shalih yang bisa mencapai jenazah...

الصدقة، الاستغفار، صلة الرحم، إكرام الصديق، كل هذه مما يبر به بعد موته
Bersedekah, memohonkan ampunan untuknya, silaturahim dan memuliakan teman-teman orang tua. Itu semua termasuk cara berbakti kepada orangtua setelah wafatnya.
لكن الدعاء والاستغفار لهما أفضل شيء، فعليك أخي المسلم بالدعاء لأمواتك، واجعل الأعمال الصالحة لنفسك، فأنت محتاجٌ للأعمال الصالحة، وسيأتيك اليوم الذي تتمنى أن في صفحة حسناتك حسنة واحدة. نعم.
Akan tetapi doa dan istighfar untuk keduanya adalah perkara yang paling afdhal. Maka hendaknya engkau wahai saudaraku muslim mesti mendoakan orang yang sudah mati, dan menjadikan amalan shalih untuk dirimu sendiri, karena engkau lebih butuh kepada amalan shalih. Nanti akan datang kepadamu suatu hari yang engkau berangan-angan kalau pada lembaran amal kebaikanmu itu ada satu kebaikan.
-Syaikh Shalih al Utsaimin rahimahullah-
Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment