Tuesday, 29 August 2017

suara yang merdu, rek

Bismillaah
Salah satu alasan mengapa saya dulu mencari istri anak pondok ya supaya mereka bisa punya background dalam mendidik anak" saya di atas Quran dan Sunnah. They had the experience, they had the knowledge, and they had the (non) academic background...
well, istri saya bukan dari anak pondok. Namun, dia punya background akademik dengan berkuliah di salah satu PTN di Banda Aceh. Lagipula, ia pernah ngajar di salah satu ma'had salafiyyin di Banda Aceh. Juga, mengajar adalah passion dia, katanya kepada saya...

so I trust her capabilities...

jadi ceritanya beberapa malam yang lalu, anak saya yang perempuan masuk kamar (lebih tepatnya melenggang santai) sambil melantunkan Al Insyirah. (cerita ini sudah pernah dibahas di post sebelumnya, bidadari kecilku, rek).

"alam nasyrah laka shad-rak, ulangi"
"alam nasyrah laka shad-rak, ulangi"
"alam nasyrah laka shad-rak, ulangi"

saya cuman bisa bengong sambil kagum dengan cara mengajar istri saya. Jadi, anak saya itu dibiasain sama dia untuk mengulang-ngulang suatu ayat sampai dia hafal. Saat lagi santai atau main (eh sama aja ya). Saat di rumah atau di luar. Intinya sih kayak gitu, harus diulang-ulang dan dikondisikan jangan sampai anak merasa terbebani dengan hafalan.

yuk mari kita buat anak" kita cinta Al Quran...

‏لو اطلع الناس على سريرة بعضهم واطلعوا على أماني بعضهم، لأنف بعضنا من دفن بعضنا. فسبحان من يعلم الذنب ويقدر على كشفه والمعاقبة عليه فيستره ويعفو.
"Seandainya manusia bisa melihat isi hati orang lain dan bisa melihat angan-angan orang lain, niscaya sebagian kita akan merasa berat untuk mengubur jenazah sebagian yang lain. Maka Maha Suci Allah yang mengetahui dosa dan mampu untuk membongkarnya dan menghukumnya, namun Dia justru menutupinya dan memaafkannya."
-Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammady hafizhahullah-
Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment