Sunday, 24 September 2017

masuk surga dengan tertawa, rek

Bismillaah
Masih belum ada ide mau nulis apa nih, posting gambar lagi yaa

Baarakallahufiikum

Friday, 22 September 2017

Wednesday, 20 September 2017

tentang first travel dan keberuntungan bapak, rek

Bismillaah
saya turut bersimpati dengan korban first travel. Sungguh. Menurut saya, bagi banyak orang rasa"nya, 15 juta itu banyak banget. Lalu, mengetahui bahwa uang sebanyak itu digunakan oleh seseorang untuk berfoya-foya itu pedih. Pedih banget.

jadi, kira-kira 2 tahun sebelum tragedi first travel terkuak di tengah publik, ibu saya berinisiatif untuk umroh dengan bapak dan adek saya. Mumpung murah ini. 13 jutaan kali itu. Bapak yang alhamdulillah 2 tahun sebelum beliau meninggal, shalatnya mulai rajin, tidak tampak senang, juga tidak tampak sedih, dengan ide umroh ini. Expressionless, seperti biasa.

Singkat cerita, uang telah disetor, dan tinggal menunggu panggilan. Sekitar bulan Februari, akhirnya mereka dipanggil. Tapi tunggu dulu, ternyata mereka dipanggil ke Jakarta doang. Sesampainya di Jakarta, mereka diinepkan di hotel deket bandara tanpa ada kepastian kapan berangkat. Kan ngehe ya. Tapi, saat itu gak ada tuh kecemasan gagal berangkat. Semuanya hepi" aja. Saat kami berkunjung ke hotel, yang ada juga rasa excite karena akan berangkat ke Tanah Suci. Setelah menunggu sekitar 5 hari di hotel, akhirnya hari keberangkatan tiba. Berangkat umrohlah Bapak (dan ibu dan adek) saya.

tak dinyana dan tak diduga, rupanya umroh itu sepertinya kado dari Allah untuk Bapak.
Kado agar Bapak semakin dekat dengan Allah.
Kado agar Bapak makin rajin beribadah.
Kado agar Bapak makin rajin sosialisasi dengan teman" pensiunnya

....karena setelah itu Bapak meninggal dengan tenang, Juni 2017...

sekali lagi, saya berempati dengan korban first travel. Yang mau saya sampaikan di sini, ternyata ada lho orang yang ditakdirkan untuk berangkat di tengah" gonjang-ganjing first travel (yang kala itu belum muncul) yang akibatnya sungguh luar biasa bagi person tersebut.

Iya. Bapak saya itu. Orang biasa saja yang ketika dishalatkan, shafnya sampai 10 baris. Padahal itu hari Senin. Di waktu Dhuhur pula. MaasyaAllah

semoga kalian yang gagal berangkat semakin diteguhkan kesabarannya dan makin dikokohkan keimanannya yah...
متى كنت متقيًا لله فثق أن الله سيجعل لك مخرجا من كل ضيق.
"Kapan saja engkau bertakwa kepada Allah, maka percayalah bahwa Allah akan menjadikan untukmu jalan keluar dari semua kesulitan."
-Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin-
Baarakallahufiikum

Monday, 18 September 2017

tentang mestakung dan apa yang saya yakini, rek

Bismillaah
kita semua pasti pernah dengar istilah mestakung. Singkatan dari semesta mendukung. Artinya, jika kita menginginkan sesuatu dan kita merasa semua hal di sekeliling kita ikut mendukung kita meraih sesuatu tersebut, bisa dipastikan kita akan meraih sesuatu tersebut.

tapi ternyata itu hal yang salah

salah satu faedah dari taklim hari Ahad kemarin, membahas hadits ke-19 dari kitab Arbain an Nawawi, adalah jika seluruh umat berkumpul untuk memberikan manfaat atau mudharat kepada kita, jika tidak ditakdirkan Allah, maka manfaat dan mudharat dari mereka TIDAK AKAN TERJADI...

mari sejenak kita mengulang dan meyakini kembali iman kepada takdir...

...karena sesungguhnya pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering...

berikut hadits selengkapnya dari situs ini:
عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً، فَقَالَ : يَا غُلاَمُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: اْحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ  يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفِ
[رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح وفي رواية غير الترمذي: احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً].

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahuanhuma, beliau berkata : Suatu saat saya berada dibelakang Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda : Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: Jagalah Allah, niscaya dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu, niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.
(Riwayat Turmuzi dan dia berkata : Haditsnya hasan shahih). Dalam sebuah riwayat selain Turmuzi dikatakan : Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatkan-Nya didepanmu. Kenalilah Allah di waktu senggang niscaya Dia akan mengenalmu di waktu susah. Ketahuilah bahwa apa yang ditetapkan luput darimu tidaklah akan menimpamu dan apa yang  ditetapkan akan menimpamu tidak akan luput darimu, ketahuilah bahwa kemenangan bersama kesabaran dan kemudahan bersama kesulitan dan kesulitan bersama kemudahan).
Baarakallahufiikum

Saturday, 16 September 2017

pake heels lalu naik krl, rek

Bismillaah
selalu menarik melihat tingkah polah kaum urban Jabodetabek ketika menggunakan moda transportasi KRL. Salah satunya adalah ketika saya pernah ngeliat salah satu wanita, kemungkinan besar berangkat kerja karena kejadiannya di pagi hari, make sepatu heels di KRL.

Hellowww??
Pake heels di KRL?
Kok tahan ya berdiri lama pake heels? Apa kakinya gak pegel tuh?

Maksudnya gini lho, di KRL kan kecil kemungkinan seorang wanita berdiri ya (kecuali wanita itu bawa anak, hamil, tua renta, atau mengalami kelainan fisik, maka dipastikan mereka bakal dikasih duduk) kok ya maksain banget gitu make heels dalam kereta...

yaa tapi sebagai orang yang beradab, kita wajib mengedepankan baik sangka dalam segala hal. Bukan begitu?
Mungkin saja dia baru pertama kali naik KRL jadi gak siap dengan berdirinya yang lama.
Atau sebenarnya dia sudah menyiapkan flat shoes tapi ketinggalan di rumah.
Atau mungkin dia sudah terbiasa pake heels jadi kalo pake flat shoes kakinya malah sakit.

Hehehe
Overall, menurut situs ini, ada beberapa bahaya ketika keseringan memakai heels. Berikut ulasannya

1. Bunions
Penyakit ini merupakan pertumbuhan tulang yang di sekitar pangkal jempol kaki. Akibatnya, dapat membuat jempol kaki bengkok dan mengarah ke jari-jari kaki lainnya hingga menimbulkan rasa nyeri.

2. Corns
Terjadi penebalan kulit kaki yang disebabkan gesekan berulang terhadap sepatu. Selain dapat terasa menyakitkan dari waktu ke waktu, corns sering terjadi bersamaan dengan bunions.

3. Hammer toe
Suatu kondisi di mana ujung jari kaki, biasanya jari kedua, dipaksa turun oleh sepatu yang dapat mengakibatkan deformitas. Hal ini hanya bisa diperbaiki dengan bantuan peralatan medis tertentu atau operasi.

4.  Morton's neuroma
Terjadi cedera pada saraf di pertengahan kaki. Morton's neuroma akan menyebabkan jaringan di sekitar daerah itu menebal, rasa sakit, dan mati rasa. Pembedahan kadang-kadang diperlukan untuk menghilangkan jaringan, hingga meringankan beban penderita.

5. Pump bump
Secara teknis, pump bump disebut Haglund's deformity. Pump bump adalah pertumbuhan tulang yang terjadi pada tumit. Biasanya diakibatkan oleh tekanan konstan dan gesekan punggung kaku serta tali sepatu hak tinggi. Satu-satunya cara untuk mengobati kelainan ini adalah operasi, hingga menghilangkan tulang yang berlebih.

6. Metatarsalgia
Ini adalah jenis peradangan yang menyakitkan. Biasanya terjadi pada bola mata kaki sebagai akibat dari tekanan berulang pada tulang metatarsal, yang merupakan tulang di antara jari-jari kaki dan lengkungan kaki.

jadi kaum wanita, tinggallah di rumah saja. Kalaupun terpaksa harus keluar rumah, mending pake flat shoes aja deh. OK
الهدوء في مواقع الفتن خير من التمادي، والسكوت خير من النطق، وكل ما كان الإنسان أحفظ للسانه كان أسلم لدينه.
"Sikap tenang di masa-masa fitnah (kekacauan) lebih baik dibandingkan ikut nimbrung, dan diam lebih baik dibandingkan bicara, dan seseorang semakin menjaga lisannya maka hal itu akan lebih membawa keselamatan bagi agamanya."
-Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah-
Baarakallahufiikum

Thursday, 14 September 2017

new little companion, rek

Bismillaah
Orang bilang konsistensi menulis itu susah. Ya emang bener sih. Ide memang gak sering datang setiap saat. Jadi, untuk mengejar target satu postingan setiap dua hari, saya posting yang receh" aja lah ya. Wakakaka

so apparently, saya baru saja dapat hadiah kaktus hasil berkunjung dari Treasury Festival kemarin. Sebenarnya agak trauma juga sih miara kaktus secara dulu pas smp miara kaktus, eh malah kaktusnya layu. Ternyata setelah ditelusuri, saya keseringan ngasih air. Hahaha

kali ini gak boleh gagal lagi. Setelah browsing" masalah perkaktusan, saya dapat tips merawat kaktus dari situs ini. Here goes:

1. Kenali sifat kaktus
Pertama, Anda harus tahu seperti apa sifat kaktus. Kaktus menyukai sinar matahari begitulah dengan habitat aslinya di gurun pasir yang panas dan memiliki sirkulasi udara baik. Kaktus tidak suka keadaan tempat yang terlalu lembap, karena daging kaktus itu tebal. Jika terlalu diberi banyak air akan  cepat membusuk dan mati.
 
2. Perhatikan cara menanannya
Ketika akan menanam kaktus, ada dua hal yang harus diperhatikan dengan baik; bibit dan cara menanam. Bibit kaktus dapat melalui biji atau dari anakan sendiri. Anda dapat menemukannya di toko tanaman hias. Sedangkan mengenai cara menanamnya, tanaman ini bisa ditanam ke dalam pot atau di tanah langsung.
   
3. Hindari dari udara lembab
Jika kita menaruhnya di dalam ruangan, dalam 3 hari sekali kaktus harus diangin-anginkan supaya tidak lembap dan tidak mati.
   
4. Jangan menaruhnya pada sinar matahari langsung
Jangan menaruhnya dan membiarkan ke sinar matahari langsung. Karena jika dibiarkan terlalu lama, ujung kaktus akan berubah warna karena terbakar.
   
5. Perhatikan wadahnya
Selanjutnya adalah wadah atau pot untuk kaktus. Wadah yang digunakan bisa yang besar ataupun kecil. Sesuaikan saja dengan ukuran kaktusnya.
   
6. Perhatikan cara penyiramannya
Menyiram kaktus tidak sama dengan tanaman biasa yang lain. Menyiramnya hanya disemprot saja dengan menggunakan botol spray khusus supaya kaktusnya tidak terlalu lembab. Lakukan penyiramannya pada pagi / sore hari.
 
7. Berikan pupuk secara rutin
Cara merawat kaktus yang paling baik adalah dengan memberinya pupuk secara rutin. Kaktus juga harus diberi pupuk agar tanamannya berkembang dengan baik seperti tanaman-tanaman yang lain. Namun, pupuknya tidak sama dengan tanaman biasa lainnya. Pupuk untuk kaktus harus menggunakan pupuk organik (pupuk NPK) yang dapat anda dapatkan di toko tanaman hias. Pupuk ini diberikan ke media tanamnya.
الصلاة بين السواري جائزة عند الضيق، أما في حال السعة فلا يصلى بين السواري، لأنها تقطع الصفوف.
"Shalat diantara tiang boleh dalam keadaan sempit, adapun dalam keadaan luas maka tidak boleh shalat diantara tiang, karena hal itu memutus shaf."
-Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah-
Baarakallahufiikum

Tuesday, 12 September 2017

dilihat dan dilakukan, rek

Bismillaah
Jadi ceritanya Minggu kemarin saya lagi males nyetrika baju. So, alih" membiarkannya tergelatak berantakan di keranjang baju, mending saya lipet" aja lah ya bajunya. Seperti biasa, kalo saya lagi sibuk umek" dengan baju yang habis dijemur, Shafiyyah setia menemani. Lagi asik" ngelipet baju, ndilalah kok rasa"nya cepat sekali ya tumpukan baju berkurang. Lalu, saya menoleh ke belakang dan mendapati ini...
duh...
terharu banget gak sih. Ternyata selama ini Shafiyyah melihat dan mempelajari saya ngelipet baju. Lalu, mungkin dengan maksud ingin membantu bapaknya, dia ikut ngelipet bajunya sendiri (dan juga baju adiknya) (yaa meskipun ngelipetnya masih asal"an sih. Yang penting kan usahanya dinilai 100 to)

duh nak, begitu banyak kejutan yang muncul darimu setiap harinya...
“Seorang hamba selalu berbolak-balik antara ketetapan Allah yang berupa perintah (syariat) dan ketetapan Allah berupa takdir (yang baik dan buruk). Hamba membutuhkan -bahkan sifatnya darurat- pertolongan ketika menjalankan syariat dan membutuhkan kelembutan ketika menjalani takdir. Sejauh mana kesungguhannya dalam menjalankan perintah, maka sebesar itu pula kelembutan yang akan dia dapatkan ketika menghadapi takdir.”
-Ibnul Qayyim rahimahullah-
Baarakallahufiikum

Sunday, 10 September 2017

kepercayaan yang runtuh, rek

Bismillaah
Setiap kali saya pulang ke Surabaya, hampir bisa dipastikan bahwa Ibuk akan selalu masak buat anak lakik kesayangannya ini (gimana gak kesayangan,
anak lakiknya kan emang cuman 1. Wakakak) Tapi, kepulangan kali ini beda. Kali ini saya pulang dalam rangka ada pekerjaan bertemu dengan client di Surabaya. Alih" menginap di hotel yang disiapkan client, saya memilih tidur di rumah saja. Wong sudah pasti dimasakin ini

hari pertama, OK. Ibuk masakin saya daging"an. Makan dengan lauk iga yang super empuk pake banget. Ibuk saya sih bilangnya cuman direbus aja. Gak tau direbus berapa lama. Harusnya sih berjam-jam ya. Wong rasanya sama kayak dipresto.

hari kedua, pas pulang dari tempat client, rupanya Ibuk lupa saya ada di rumah. Mungkin karena sudah biasa saya gak ada di rumah lah ya (lha gimana, saya kan sudah merantau sejak 2007). Ibuk minta maaf dan berjanji membelikan saya nasi goreng saja malam itu. Dibelilah nasi goreng Mentik.

Nasi goreng Mentik itu nasi goreng deket rumah. Bukan restoran. Hanya kaki lima biasa. Saya sih sudah akrab dengan nasi goreng itu sejak kecil. Banyak kenangan lah. Mulai dari saya makan di sana malam Lebaran sekitar tahun 2001/2002an sampai dengan si Mentik, pemilik nasi goreng a.k.a. yang masak, yang naksir sama tante saya.

Singkat cerita, setelah makan, jam 9 malamnya saya merasakan keanehan. Perut seakan-akan ditusuk". Akhirnya saya bolak-balik pup ke kamar mandi dan puncaknya saya muntah" jam 11 malamnya. Ibuk bersikeras saya dibawa ke UGD malam itu. Saya sih gak mau soalnya jam setengah 6 pagi saya sudah harus di pesawat menuju Jakarta. Setelah muntah, perut saya sudah agak mendingan walaupun sensasi bergolak masih terasa dan saya sendiri masih susah berdiri tegak. Sakit banget lah waktu itu. Tema saat itu: teler semalaman.

lanjut, setelah diwarnai dengan drama tidur-aja-dalam-pesawat-mulai-dari-take-off-sampe-landing-sampe-sampe-gak-dikasih-kotakan-sama-pramugari hingga tidur-aja-di-damri-sampe-cibinong, akhirnya saya sampe juga di rumah. Melihat saya yang sempoyongan, istri saya pun bersikeras saya dibawa ke klinik deket rumah. Saya gak suka berdebat. Jadi, ke kliniklah kami.

Sesampainya di sana dan menjalani pemeriksaan, saya didiagnosis dengan Infeksi Saluran Pencernaan. Penyebabnya? Virus karena makan sembarangan. Ibuk saya yang bolak-balik telepon begitu tahu saya kena ISP, langsung gak mau beli di Mentik lagi. Saya sih setuju ya. Masak gara" makan sekali di sana langsung ke ISP. So, sori mas Mentik saya gak mau beli di sampeyan lagi. Kalian jaga makan ya guys

oh ya, kalian pernah sakit ISP gak?
فعليك بدوام الخشوع فيها؛ فإنها تنهى عن الفحشاء والمنكر بسبب الخشوع فيها.
"Hendaknya engkau selalu khusyuk dalam shalat, karena sesungguhnya dia akan mencegah perbuatan keji dan mungkar disebabkan khusyuk ketika mengerjakannya."
-Al-Akhdhary al-Maliky rahimahullah-
Baarakallahufiikum

Friday, 8 September 2017

how time flies, rek

Bismillaah
Jadi ceritanya salah satu teman saya di Instagram yang nikah muda, ngepost foto anaknya 3 tahun lalu saat umurnya masih 4 tahun
intinya sih, waktu berjalan begitu cepat. Dulu masih 4 tahun sekarang udah 7 tahun aja, udah sekolah SD aja, udah cantik banget aja, udah gede aja.

hal yang sama juga terjadi di kami sih. So it strucked me saat saya mandiin Shafiyyah malam itu. Sebuah kebiasaan rutin di hari Sabtu dan Minggu, di mana Ibunya beristirahat dari mandiin dan nyebokin anak". Di situlah saya merasa kalo "Lah, anak saya kok udah gede begini ya?" Rasanya baru kemarin deh, serius, saya mandiin dia di bak bayi. Rasanya juga baru kemarin saya harus pegangin badan dia saat dimandiin, soalnya kalau enggak, dia bisa kepeleset di kamar mandi. Rasanya juga baru kemarin, badannya yang mungil saya sabunin. Sekarang? Badannya udah gede. Udah gak kayak anak bayi lagi. She's a pre grown up already. Pokoknya sudah berisi lah

bener" waktu berjalan begitu cepat. Masa" jadi orangtua-yang-harus-mandiin-anaknya bagi saya pun akan berlalu habis ini. Beberapa tahun ke depan, gak ada lagi acara saya mandiin dia lagi to. "Fiyyah, mau mandi sendiri ayah!"

halah gak usah jauh" deh. Taun depan aja dia udah masuk TK. Udah harus sekolah tiap pagi. Well, definisi sekolah di sini sih cuman main" aja sih. Tapi teteup lah ya, di TK kan tetep diajarin bahasa Arab dan beberapa keilmuan lain to. Pokoknya, bagi saya, nek sudah TK itu, intine wis bukan our baby girl lagi yang bisa diuwel-uwel lagi...

...
...
...

nah kan, nah kan, udah mulai melankolis nih
berarti postingan ini harus segera diakhiri....
إن من أحب الكلام إلى الله عز وجل أن يقول العبد: ربي إني ظلمت نفسي فاغفر لي.
"Sesungguhnya termasuk ucapan yang paling dicintai oleh Allah Azza wa Jalla adalah ucapan seorang hamba: "Rabbi, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku."
-Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu-
Baarakallahufiikum

Monday, 4 September 2017

makan di kedai kita, rek

Bismillaah
emang yaa gak ada yang ngalahin orang Bogor dalam hal makan di luar. Even saat hari raya iduladha yang notabene semua orang (biasanya) nyate di rumah masing". Melalui laporan pandangan mata kami (yang memutuskan jalan" hari Jumat malam kemaren), mulai dari Lemongrass, Foresthree, sampai Momomilk penuh dengan pengunjung...
well, sebenarnya niat kami saat itu cuman jalan", tapi tiba" di tengah perjalanan, saya teringat betapa crunchynya pangsit goreng di Kedai Kita (waktu itu ceritanya ditraktir sama pak bos. Yeayy!). Bukannya gimana", saya dan istri saat sama" masih jomblo, punya warung pangsit langganan di Peunayong, Banda Aceh.

warung itu punya orang China. Di atas warungnya, ada lukisan halal dalam bahasa Arab. Mungkin untuk menjaring konsumen Muslim lah ya. Saat sudah menikah dan sama" tahu kalo kita punya warung langganan yang sama, kita pun berambisi untuk mampir dan makan di sana. Sayang, saat kita berkunjung ke sana tahun 2015 lalu, pemiliknya sudah pindah ke Jakarta...

eniwei, sampailah di Kedai Kita di Pangrango. Seperti sudah bisa ditebak, ramainya luar biasa. Empet, akhirnya kita pun berpindah ke Kedai Kita di Binamarga. Alhamdulillah, dapat tempat duduk.

...
dan istri saya pun tersenyum lebar malam itu...
Shafiyyah? Jangan ditanya, lahap sekali makannya...

sok atuh boleh dicoba makan mie hotplate, pangsit goreng, dan menu andalannya pizza kayu bakar. Yummy!!
Alhamdulillaah

kalo kalian, punya tempat makan favorit gak dengan pasangan kalian?
متى يفلح من يسره ما يضره؟!
"Kapankah akan beruntung orang yang senangnya justru dengan hal-hal yang membahayakan dirinya?!"
-Al-Imam Abul Hasan Bunan bin Muhammad al-Wasithy al-Hammal rahimahullah-
Baarakallahufiikum

Saturday, 2 September 2017

pasang internet, rek

Bismillaah
Bagi saya, ngenet atau ngeblog di rumah itu merupakan salah satu kemewahan ya. Makanya kalo saya pulang ke Surabaya itu betah. Soalnya Ibu saya pasang indihome di rumah. Hahahaha. Betah di rumah. Yaa alasan pertama sih jelas karena masakan Ibu ya
makanya setelah berdiskusi dengan istri secara intensif dua bulan ini akhirnya kami mulai psang internet di rumah. Yaa itung" biar istri saya betah juga di rumah, browsing" resep baru, jatuhnya saya juga yang untung to. Hahaha

so Telkom, be nice, please....

kalo kalian, pasang internet gak di rumah?
ومن هؤلاء من يحلف بالله ويكذب؛ ويحلف بشيخه وإمامه فيصدق ولا يكذب، فيكون شيخه عنده أعظم في صدره من الله!
"Sebagian orang ada yang bersumpah dengan nama Allah dan berdusta, namun ketika dia bersumpah dengan nama gurunya dan imamnya dia berkata jujur dan tidak berdusta. Jadi gurunya menurutnya lebih agung di dalam hatinya dibandingkan dengan Allah."
-Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah-
Baarakallahufiikum