Sunday, 10 September 2017

kepercayaan yang runtuh, rek

Bismillaah
Setiap kali saya pulang ke Surabaya, hampir bisa dipastikan bahwa Ibuk akan selalu masak buat anak lakik kesayangannya ini (gimana gak kesayangan,
anak lakiknya kan emang cuman 1. Wakakak) Tapi, kepulangan kali ini beda. Kali ini saya pulang dalam rangka ada pekerjaan bertemu dengan client di Surabaya. Alih" menginap di hotel yang disiapkan client, saya memilih tidur di rumah saja. Wong sudah pasti dimasakin ini

hari pertama, OK. Ibuk masakin saya daging"an. Makan dengan lauk iga yang super empuk pake banget. Ibuk saya sih bilangnya cuman direbus aja. Gak tau direbus berapa lama. Harusnya sih berjam-jam ya. Wong rasanya sama kayak dipresto.

hari kedua, pas pulang dari tempat client, rupanya Ibuk lupa saya ada di rumah. Mungkin karena sudah biasa saya gak ada di rumah lah ya (lha gimana, saya kan sudah merantau sejak 2007). Ibuk minta maaf dan berjanji membelikan saya nasi goreng saja malam itu. Dibelilah nasi goreng Mentik.

Nasi goreng Mentik itu nasi goreng deket rumah. Bukan restoran. Hanya kaki lima biasa. Saya sih sudah akrab dengan nasi goreng itu sejak kecil. Banyak kenangan lah. Mulai dari saya makan di sana malam Lebaran sekitar tahun 2001/2002an sampai dengan si Mentik, pemilik nasi goreng a.k.a. yang masak, yang naksir sama tante saya.

Singkat cerita, setelah makan, jam 9 malamnya saya merasakan keanehan. Perut seakan-akan ditusuk". Akhirnya saya bolak-balik pup ke kamar mandi dan puncaknya saya muntah" jam 11 malamnya. Ibuk bersikeras saya dibawa ke UGD malam itu. Saya sih gak mau soalnya jam setengah 6 pagi saya sudah harus di pesawat menuju Jakarta. Setelah muntah, perut saya sudah agak mendingan walaupun sensasi bergolak masih terasa dan saya sendiri masih susah berdiri tegak. Sakit banget lah waktu itu. Tema saat itu: teler semalaman.

lanjut, setelah diwarnai dengan drama tidur-aja-dalam-pesawat-mulai-dari-take-off-sampe-landing-sampe-sampe-gak-dikasih-kotakan-sama-pramugari hingga tidur-aja-di-damri-sampe-cibinong, akhirnya saya sampe juga di rumah. Melihat saya yang sempoyongan, istri saya pun bersikeras saya dibawa ke klinik deket rumah. Saya gak suka berdebat. Jadi, ke kliniklah kami.

Sesampainya di sana dan menjalani pemeriksaan, saya didiagnosis dengan Infeksi Saluran Pencernaan. Penyebabnya? Virus karena makan sembarangan. Ibuk saya yang bolak-balik telepon begitu tahu saya kena ISP, langsung gak mau beli di Mentik lagi. Saya sih setuju ya. Masak gara" makan sekali di sana langsung ke ISP. So, sori mas Mentik saya gak mau beli di sampeyan lagi. Kalian jaga makan ya guys

oh ya, kalian pernah sakit ISP gak?
فعليك بدوام الخشوع فيها؛ فإنها تنهى عن الفحشاء والمنكر بسبب الخشوع فيها.
"Hendaknya engkau selalu khusyuk dalam shalat, karena sesungguhnya dia akan mencegah perbuatan keji dan mungkar disebabkan khusyuk ketika mengerjakannya."
-Al-Akhdhary al-Maliky rahimahullah-
Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment