Monday, 4 September 2017

makan di kedai kita, rek

Bismillaah
emang yaa gak ada yang ngalahin orang Bogor dalam hal makan di luar. Even saat hari raya iduladha yang notabene semua orang (biasanya) nyate di rumah masing". Melalui laporan pandangan mata kami (yang memutuskan jalan" hari Jumat malam kemaren), mulai dari Lemongrass, Foresthree, sampai Momomilk penuh dengan pengunjung...
well, sebenarnya niat kami saat itu cuman jalan", tapi tiba" di tengah perjalanan, saya teringat betapa crunchynya pangsit goreng di Kedai Kita (waktu itu ceritanya ditraktir sama pak bos. Yeayy!). Bukannya gimana", saya dan istri saat sama" masih jomblo, punya warung pangsit langganan di Peunayong, Banda Aceh.

warung itu punya orang China. Di atas warungnya, ada lukisan halal dalam bahasa Arab. Mungkin untuk menjaring konsumen Muslim lah ya. Saat sudah menikah dan sama" tahu kalo kita punya warung langganan yang sama, kita pun berambisi untuk mampir dan makan di sana. Sayang, saat kita berkunjung ke sana tahun 2015 lalu, pemiliknya sudah pindah ke Jakarta...

eniwei, sampailah di Kedai Kita di Pangrango. Seperti sudah bisa ditebak, ramainya luar biasa. Empet, akhirnya kita pun berpindah ke Kedai Kita di Binamarga. Alhamdulillah, dapat tempat duduk.

...
dan istri saya pun tersenyum lebar malam itu...
Shafiyyah? Jangan ditanya, lahap sekali makannya...

sok atuh boleh dicoba makan mie hotplate, pangsit goreng, dan menu andalannya pizza kayu bakar. Yummy!!
Alhamdulillaah

kalo kalian, punya tempat makan favorit gak dengan pasangan kalian?
متى يفلح من يسره ما يضره؟!
"Kapankah akan beruntung orang yang senangnya justru dengan hal-hal yang membahayakan dirinya?!"
-Al-Imam Abul Hasan Bunan bin Muhammad al-Wasithy al-Hammal rahimahullah-
Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment