Wednesday, 20 September 2017

tentang first travel dan keberuntungan bapak, rek

Bismillaah
saya turut bersimpati dengan korban first travel. Sungguh. Menurut saya, bagi banyak orang rasa"nya, 15 juta itu banyak banget. Lalu, mengetahui bahwa uang sebanyak itu digunakan oleh seseorang untuk berfoya-foya itu pedih. Pedih banget.

jadi, kira-kira 2 tahun sebelum tragedi first travel terkuak di tengah publik, ibu saya berinisiatif untuk umroh dengan bapak dan adek saya. Mumpung murah ini. 13 jutaan kali itu. Bapak yang alhamdulillah 2 tahun sebelum beliau meninggal, shalatnya mulai rajin, tidak tampak senang, juga tidak tampak sedih, dengan ide umroh ini. Expressionless, seperti biasa.

Singkat cerita, uang telah disetor, dan tinggal menunggu panggilan. Sekitar bulan Februari, akhirnya mereka dipanggil. Tapi tunggu dulu, ternyata mereka dipanggil ke Jakarta doang. Sesampainya di Jakarta, mereka diinepkan di hotel deket bandara tanpa ada kepastian kapan berangkat. Kan ngehe ya. Tapi, saat itu gak ada tuh kecemasan gagal berangkat. Semuanya hepi" aja. Saat kami berkunjung ke hotel, yang ada juga rasa excite karena akan berangkat ke Tanah Suci. Setelah menunggu sekitar 5 hari di hotel, akhirnya hari keberangkatan tiba. Berangkat umrohlah Bapak (dan ibu dan adek) saya.

tak dinyana dan tak diduga, rupanya umroh itu sepertinya kado dari Allah untuk Bapak.
Kado agar Bapak semakin dekat dengan Allah.
Kado agar Bapak makin rajin beribadah.
Kado agar Bapak makin rajin sosialisasi dengan teman" pensiunnya

....karena setelah itu Bapak meninggal dengan tenang, Juni 2017...

sekali lagi, saya berempati dengan korban first travel. Yang mau saya sampaikan di sini, ternyata ada lho orang yang ditakdirkan untuk berangkat di tengah" gonjang-ganjing first travel (yang kala itu belum muncul) yang akibatnya sungguh luar biasa bagi person tersebut.

Iya. Bapak saya itu. Orang biasa saja yang ketika dishalatkan, shafnya sampai 10 baris. Padahal itu hari Senin. Di waktu Dhuhur pula. MaasyaAllah

semoga kalian yang gagal berangkat semakin diteguhkan kesabarannya dan makin dikokohkan keimanannya yah...
متى كنت متقيًا لله فثق أن الله سيجعل لك مخرجا من كل ضيق.
"Kapan saja engkau bertakwa kepada Allah, maka percayalah bahwa Allah akan menjadikan untukmu jalan keluar dari semua kesulitan."
-Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin-
Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment