Wednesday, 4 October 2017

tentang de ranch puncak, rek

Bismillaah
well, hari Ahad kemarin, tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba" istri saya bilang, "Mas, ke Puncak yuk!" Saya mah ayuk aja. Belum ada pemberitahuan ta'lim ini

di tengah perjalanan barulah saya tanya, "Kita ke mau ke mana sih?"
istri saya lalu bilang, "Ke de Ranch aja. Katanya sih bagus. Suasana Bandung gitu"

alhamdulillah ya, lokasi de Ranch gak jauh" banget. Cuman di Megamendung. Gak sampe Cisarua. Tapi walau begitu, Shafiyyah tetep tidur dalam perjalanan. Alhamdulillah sudah dipakein gendongan. Jadi saya bisa fokus nyetir motor

sesampainya di sana, sudah banyak pengunjung yang datang (ya iyalah, sampenya aja jam setengah 10. Bertepatan dengan jam buka untuk naik ke Puncak). Tiket masuknya standar, 20 ribu per kepala. Sudah gratis minum susu segar. Parkir motor 3 ribu. Wahana yang ada bervariasi. Mulai dari panahan, sahabat kelinci, naik kuda, perah susu, ngasih makan biri", sampe waterball.

secara umum, de Ranch itu wisata yang instagrammable. Yang dia jual kebanyakan objek foto. Terbukti, pengunjungnya kebanyakan pasangan yang-satu-wanita-dan-yang-satu-fotografernya. Saya sih lebih milih wisata ke Kebun Teh ya. Lesehan di bawah pohon sambil makan cilok. Udaranya lebih dingin lagi dari de Ranch.

alasan saya gak merekomendasikan de Ranch yaa simpel aja sih. Di sana jarang banget tempat duduknya. Lagian, bagi kami harga makanannya terlalu mahal. Lalu, kayaknya de Ranch ini baru buka gitu ya. Soalnya pohon"nya kayak baru ditanam gitu. Masih jarang" daunnya. Mungkin setahun/dua tahun ke depan boleh mampir ke sini lagi pas pohon"nya sudah rimbun.

kesan anak kami? Wah, Shafiyyah dan Hanzhalah sih seneng banget ya ngasih makan kelinci. Tapi daripada jauh" ke sini ngasih makan kelinci dengan harga 25 ribu, kami lebih milih ngasih makan rusa dari balik pagar Kebun Raya Bogor sih. Lebih ekonomis alias gratis. Hehehe

الخير الذي لا شر فيه: الشكر مع العافية، فكم من منعم عليه غير شاكر، وكم من مبتلى غير صابر.
"Kebaikan yang tidak ada keburukan padanya: bersyukur disertai keselamatan lahir dan bathin, karena berapa banyak seseorang yang diberi kenikmatan tidak bersyukur, dan berapa banyak orang yang ditimpa ujian tidak bersabar."
-Aun bin Abdullah rahimahullah-
Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment