Wednesday, 1 November 2017

tentang wanita dan kelangsingan tubuh mereka, rek

Bismillaah

Dalam hadits "kisah tuduhan dusta" pada ibunda Aisyah radhiyallahu anha, beliau dalam salah satu potongan haditsnya mengisahkan:

قالت : وأقبلَ الرَّهْطُ الذين كانوا يَرْحَلُون لي، فاحتملوا هُوْدَجي، فرَحَلوه على بعيري الذي كنتُ أركَبُ عليه ، وهم يَحْسِبون أني فيه ، وكان النساءُ إذ ذاكَ خِفَافًا لم يَهْبُلْنَ ، ولم يَغْشَهُنَّ اللحمُ ؛ إنما يأكُلْنَ العَلَقَةَ مِن الطعامِ ، فلم يَسْتَنْكِرِ القومُ خِفَةَ الهَوْدَجِ حينَ رَفعوه وحملوه ، وكنتُ جاريةً حديثةَ السنِّ ،

Aisyah radhiyallahu anha berkata:
Pada saat bersamaan, rombongan kembali bergerak melanjutkan perjalanan. Mereka membawa sekedupku dan meletakkannya di atas unta yang aku tunggangi. Mereka mengira aku berada di dalamnya. Pada saat itu kaum wanita sangat ringan bobotnya, tidak berat dan tidak gemuk, mereka hanya makan sedikit saja. Mereka tidak mencurigai berat sekedup yang bertambah ringan ketika mereka membawa dan mengangkatnya. Ketika itu aku adalah gadis muda belia.

Al Imam An Nawawi rahimahullah berkata:

الثَّالِثَةَ عَشْرَةَ : فَضِيلَةُ الِاقْتِصَارِ فِي الْأَكْلِ لِلنِّسَاءِ وَغَيْرِهِنَّ وَأَلَّا يُكْثِرَ مِنْهُ بِحَيْثُ يُهْبِلُهُ اللَّحْمُ لِأَنَّ هَذَا كَانَ حَالُهُنَّ فِي زَمَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَمَا كَانَ فِي زَمَانِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَهُوَ الْكَامِلُ الْفَاضِلُ الْمُخْتَارُ .

"Faedah ketiga belas adalah keutamaan mempersedikit porsi makan bagi kaum wanita ataupun selain mereka dan hendaknya tidak makan banyak-banyak yang akibatnya bisa kegemukan. Memang demikian keadaan para shahabiyah dulu. Dan setiap perbuatan/keadaan yang dilakukan di zaman Nabi shalallahu alaihi wasallam adalah cara yang sempurna, utama, dan terpilih.

Baarakallahufiikum

No comments:

Post a Comment